Era Baru di Bangku Pelatih Timnas Putri Indonesia
Timnas Putri Indonesia resmi mengalami perubahan besar di pos pelatih kepala. Satoru Mochizuki diberhentikan dari jabatannya usai gagal membawa Garuda Pertiwi menembus Piala Asia Wanita 2026.
Keputusan ini menutup satu bab penting perjalanan Timnas Putri, namun sekaligus membuka fase baru yang penuh tanda tanya, harapan, dan tantangan.
Satoru Mochizuki Dipecat, Tapi Masih Bertahan di PSSI
Meski dicopot dari kursi pelatih tim nasional, Satoru Mochizuki tidak sepenuhnya angkat kaki dari PSSI.
Menurut rilis resmi yang beredar, juru taktik asal Jepang itu masih akan terlibat di struktur PSSI, hanya saja bukan lagi di ranah teknis sebagai pelatih kepala.
Perannya kini diarahkan ke:
Program pengembangan sepak bola putri Indonesia
Fokus pada pembangunan jangka panjang
Pembinaan dan pengembangan pemain muda putri
Jadi, meski tak lagi berdiri di pinggir lapangan memimpin langsung Garuda Pertiwi, kontribusi Mochizuki tetap diharapkan terasa dalam fondasi pembinaan jangka panjang.
Masuk Joko Susilo: Mantan Pelatih Arema FC Ambil Alih Sementara
Sebagai langkah transisi, PSSI menunjuk Joko Susilo sebagai pelatih sementara Timnas Putri Indonesia.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya di dunia kepelatihan nasional cukup panjang dan berlapis pengalaman, baik sebagai asisten maupun pelatih kepala.
Di bawah komando Joko Susilo, Timnas Putri akan bersiap menuju Kejuaraan AFF Wanita 2025 yang akan berlangsung di Vietnam.
Perubahan ini sekaligus menandai upaya Timnas Putri untuk memulai lembaran baru, dengan harapan bisa tampil lebih kompetitif di level ASEAN.
Profil Singkat Joko Susilo: Dari Arema Hingga Timnas Putri
Joko Susilo bukan nama baru di kancah sepak bola Indonesia. Ia adalah pelatih berlisensi AFC Pro, lisensi tertinggi di Asia untuk pelatih sepak bola.
Perjalanan kariernya bisa dibilang cukup berliku dan sarat pengalaman:
Memulai kiprah di tim kepelatihan senior Arema Malang sebagai asisten pelatih pada era 2007/08 hingga 2011/12
Sempat naik menjadi pelatih sementara Arema pada 5 Januari hingga 1 Juli 2012
Resmi diangkat sebagai pelatih kepala Arema FC pada 1 Agustus 2017 hingga 16 Mei 2018
Kembali menjadi asisten pelatih di Arema, mendampingi Milan Petrovic dari 17 Mei sampai 31 Desember 2018
Selain bersama Arema, ia juga pernah merasakan atmosfer Timnas Indonesia.
Jejak di Timnas dan Klub-klub Tanah Air
Karier Joko Susilo tak berhenti di satu klub saja. Ia turut mengisi berbagai peran di sejumlah tim Tanah Air.
Di level nasional, ia pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia:
Menjadi asisten pelatih Yeyen Tumena yang kala itu ditunjuk sebagai pelatih interim Timnas pada 15 November hingga 31 Desember 2019
Sementara di level klub, ia pernah menangani atau terlibat di berbagai tim, antara lain:
Persik Kediri
PSG Pati
Arema FC (dalam beberapa periode dan posisi)
PSKC Cimahi
Sada Sumut
Persinga Ngawi
Rentetan pengalaman ini membuat Joko Susilo bukan sekadar nama pelengkap, melainkan sosok yang sudah kenyang dengan dinamika sepak bola Indonesia.
Dari RANS Nusantara FC ke Timnas Putri Indonesia
Pada 14 Juli 2025, Joko Susilo sempat diumumkan sebagai pelatih RANS Nusantara FC yang akan berlaga di Liga Nusantara, kasta ketiga kompetisi nasional, untuk musim 2025/26.
Namun kini, fokus utamanya dialihkan untuk memimpin Timnas Putri Indonesia sebagai pelatih sementara.
Tugas barunya jelas tidak ringan: menyiapkan tim nasional putri untuk tampil di ajang bergengsi kawasan, yaitu Kejuaraan AFF Wanita 2025.
Target Besar: Piala AFF Wanita 2025 di Vietnam
Kejuaraan AFF Wanita 2025 sudah menanti di depan mata dan menjadi ujian awal bagi Joko Susilo bersama Garuda Pertiwi.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada:
6–19 Agustus 2025
Berlokasi di Haiphong dan Phu Tho, Vietnam
Indonesia sendiri tergabung di Grup A, bersama:
Tuan rumah Vietnam
Thailand
Kamboja
Grup ini jelas bukan grup yang mudah. Ada Vietnam sebagai tuan rumah dan salah satu kekuatan utama di sepak bola putri ASEAN, serta Thailand yang juga punya tradisi kuat.
Di sinilah tantangan terbesar Joko Susilo: mengubah transisi di bangku pelatih menjadi energi baru bagi Timnas Putri untuk bersaing, bukan sekadar menjadi pelengkap di turnamen.
Penutup: Momen Restart untuk Garuda Pertiwi
Pergantian pelatih dari Satoru Mochizuki ke Joko Susilo menandai fase “restart” untuk Timnas Putri Indonesia.
Di satu sisi, Mochizuki tetap berkontribusi di balik layar lewat pengembangan jangka panjang. Di sisi lain, Joko Susilo memegang kendali langsung di lapangan, menyiapkan strategi dan karakter tim.
Ke depan, yang paling dinantikan adalah:
Apakah Garuda Pertiwi bisa tampil lebih berani dan kompetitif di AFF 2025?
Sejauh mana kombinasi pengembangan jangka panjang dan sentuhan taktik baru bisa mengangkat performa tim?
Satu hal pasti: era baru telah dimulai, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana Timnas Putri Indonesia menjawab tantangan di Vietnam nanti.


komentar