KuybeliKuybeli

15 Pelajar Kepergok Main Game di Warkop saat Jam Sekolah, Begini Kronologinya

15 Pelajar Kepergok Main Game di Warkop saat Jam Sekolah, Begini Kronologinya
Minat|Bermain Game

Nongkrong di Warkop, Ketahuan Satpol PP

BONTANG – Sebanyak 15 pelajar SMP dan SMA di Kota Bontang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena kedapatan nongkrong di warung kopi (warkop) saat jam belajar masih berlangsung.

Para pelajar ini bukan hanya duduk santai, tapi juga asyik merokok dan bermain game online di warkop, padahal mereka masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

Dua Lokasi Jadi Sasaran Razia

Penertiban dilakukan Satpol PP di dua titik berbeda:

  • Jalan Alor, tepat di samping Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan

  • Jalan Awang Long, di depan Cafe Kedai Hitam Putih (KHP), Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara

Di kedua lokasi ini, petugas menemukan para pelajar yang seharusnya berada di kelas, justru memilih nongkrong di warkop sambil main game.

Masih Berseragam, Langsung Ditindak

Menurut penjelasan Satpol PP, para pelajar tersebut masih memakai pakaian sekolah saat nongkrong di warkop.

Hal inilah yang membuat petugas langsung mengambil tindakan. Status mereka sebagai pelajar yang sedang dalam jam sekolah menjadi alasan kuat dilakukan penertiban.

Petugas yang melakukan razia di lapangan segera mengamankan 15 pelajar itu dan membawa mereka ke kantor Satpol PP untuk proses pendataan.

Wajib Buat Surat Pernyataan

Setibanya di kantor Satpol PP, para pelajar diminta untuk membuat surat pernyataan. Surat ini menjadi bentuk komitmen bahwa mereka tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Setelah proses tersebut, para pelajar dikembalikan ke sekolah masing-masing.

  • Satpol PP hanya sampai pada tahap penertiban dan pembinaan awal

  • Sanksi lanjutan diserahkan penuh kepada pihak sekolah

Dengan begitu, guru dan pihak sekolah yang akan menentukan bentuk hukuman atau pembinaan berikutnya.

Alasan Pelajar: Tidak Ada Pelajaran, Hanya Halal Bihalal

Saat dimintai keterangan, para pelajar mengaku bahwa tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah pada hari itu.

Mereka menyebut sekolah hanya menggelar halal bihalal, sehingga siswa dan siswi dipulangkan lebih cepat.

Namun, meski kegiatan belajar berkurang, kehadiran mereka di warkop saat masih dalam rentang jam sekolah tetap menjadi sorotan, apalagi digunakan untuk merokok dan bermain game online.

Game Seru vs Tanggung Jawab

Kasus ini jadi pengingat bahwa game online dan tongkrongan di warkop bisa jadi jebakan kalau tidak diimbangi dengan tanggung jawab.

  • Waktu jam sekolah tetap harus dihormati

  • Seragam sekolah melekat berarti identitas pelajar ikut dibawa ke mana pun

  • Nongkrong dan main game sah-sah saja, tapi pilih waktu dan tempat yang tepat

Di tengah serunya bermain game, jangan sampai lupa: nama baik diri sendiri, orang tua, dan sekolah ikut dipertaruhkan setiap kali kita mengambil keputusan.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!