KuybeliKuybeli

Saat Lari Marathon Jadi Mesin Ekonomi Baru: Cara Indonesia Menyulap Sports Tourism Jadi Cuan Besar

Saat Lari Marathon Jadi Mesin Ekonomi Baru: Cara Indonesia Menyulap Sports Tourism Jadi Cuan Besar
Minat|Lari Marathon

Sports Tourism: Dari Tribun Penonton Jadi Mesin Ekonomi

Indonesia sedang tancap gas menuju era baru pariwisata: sports tourism dijadikan sebagai salah satu mesin ekonomi utama.

Dalam sebuah forum olahraga nasional, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan bagaimana event olahraga — dari level komunitas hingga internasional — diposisikan sebagai magnet wisata yang mampu menggerakkan ekonomi di berbagai daerah.

Fokusnya jelas:

  • Memaksimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga ikonis di berbagai kota

  • Menangkap tren gaya hidup sehat yang makin kuat di masyarakat

  • Mendorong lahirnya event olahraga berstandar internasional yang konsisten dan berkelanjutan

Di tengah suasana meriah sebuah arena olahraga besar di Jakarta, Widiyanti menegaskan bahwa pariwisata olahraga bukan sekadar hiburan, tapi strategi ekonomi baru Indonesia.

Olahraga, Magnet Wisatawan Dunia

Secara global, olahraga sudah lama menjadi alasan orang bepergian lintas negara.

Survei Expedia menunjukkan:

  • 44% wisatawan bersedia terbang ke luar negeri hanya untuk menghadiri event olahraga

  • Mereka termasuk kategori wisatawan dengan pengeluaran tinggi, dengan belanja rata-rata 1.500 dolar AS per kunjungan

Laporan UN Tourism juga menegaskan posisi kuat sports tourism:

  • Menyumbang sekitar 10% dari total belanja wisata global pada 2023

  • Diprediksi tumbuh hingga 17,5% pada 2030

Angka ini jadi alarm positif bagi Indonesia. Jika tidak bergerak cepat, peluang emas ini bisa direbut negara lain.

Fasilitas Keren, Tapi Jangan Sampai Hanya Ramai Saat Event

Indonesia bukan pemain baru dalam urusan event olahraga.

Dari lomba lari, balap sepeda, hingga turnamen berskala internasional, berbagai stadion dan arena olahraga tersebar di banyak kota.

Namun, tantangan besarnya adalah: bagaimana membuat fasilitas tersebut tetap hidup sepanjang tahun, bukan hanya ramai saat jadwal pertandingan atau perlombaan.

Sebagai pembanding, Widiyanti menyinggung salah satu ikon dunia: Anfield Stadium di Liverpool.

Stadion ini:

  • Tetap menjadi destinasi wisata meski tidak ada pertandingan

  • Menjadi pusat tur museum, storytelling sejarah klub, dan pengalaman interaktif

  • Mampu menarik hampir 400.000 pengunjung sepanjang 2024

  • Masuk jajaran 10% destinasi terbaik dunia versi Tripadvisor dan meraih gelar UK’s Best Landmark 2024

Model seperti inilah yang mulai dilirik Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang tengah dibahas sebagai destinasi wisata olahraga oleh berbagai pemangku kepentingan. Jika konsep ini terwujud, GBLA bisa menjadi role model stadion modern yang hidup 365 hari setahun.

Gaya Hidup Sehat: Ladang Emas Baru Buat Sports Tourism

Sports tourism bukan hanya soal atlet profesional atau ajang raksasa.

Data Nielsen 2025 menunjukkan bahwa 86% masyarakat Indonesia aktif menjaga kesehatan, jauh di atas rata-rata global yang berada di angka 70%.

Ini artinya, ada pasar raksasa yang siap digarap.

Event yang bisa lahir dari tren ini antara lain:

  • Lari marathon dan half marathon

  • Triathlon dan duathlon

  • Fun bike dan gowes komunitas

  • Yoga festival

  • Festival wellness dan kegiatan healing berbasis aktivitas fisik

Semua format acara ini menawarkan lebih dari sekadar keringat.

Konsep baru yang didorong adalah kombinasi sport + healing + leisure — sesuatu yang makin dicari traveler masa kini yang ingin sehat, rileks, dan tetap menikmati destinasi wisata dalam satu paket pengalaman.

Lari Marathon dan Contoh Nyata Dampak Ekonomi

Widiyanti menyoroti beberapa event yang sudah menunjukkan hasil konkret, salah satunya Pocari Sweat Run Mandalika 2025.

Dari satu event lari saja, dampaknya luar biasa:

  • Diikuti lebih dari 9.000 peserta

  • Sekitar 70% peserta berasal dari luar Lombok

  • Menciptakan nilai ekonomi hingga Rp85,5 miliar

Perputaran ekonominya mengalir ke berbagai sektor:

  • Hunian hotel dan penginapan

  • Restoran dan kuliner lokal

  • Jasa transportasi

  • UMKM dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi

Ini bukti bahwa satu event lari marathon yang dikelola serius bisa menjadi trigger ekonomi daerah.

Bayangkan jika event-event seperti ini digelar konsisten, di banyak kota, sepanjang tahun.

Bukan Sekadar Banyak Event, Tapi Konsisten dan Berkelas Dunia

Widiyanti menggarisbawahi bahwa kunci sukses sports tourism bukan sekadar kuantitas event, melainkan kualitas dan keberlanjutan.

Event yang sukses menurutnya adalah yang:

  • Diadakan secara rutin, bukan sekali lalu hilang

  • Memberikan pengalaman menyeluruh kepada peserta

  • Menggabungkan olahraga dengan unsur lain seperti musik, kuliner, atau festival budaya

Dengan begitu, peserta bukan hanya datang untuk lombanya, tapi juga untuk menikmati keseluruhan atmosfer destinasi.

Ia juga mendorong federasi dan klub olahraga untuk:

  • Meningkatkan standar penyelenggaraan event

  • Mengacu pada benchmark event internasional

  • Bekerja sama erat dengan sektor swasta, investor, dan komunitas olahraga

Semua pihak ini disebut sebagai mitra kunci dalam memperkuat ekosistem sports tourism Indonesia.

Efek Domino ke Perekonomian Nasional

Optimisme terhadap sports tourism ditopang oleh proyeksi pergerakan wisata yang terus naik.

Tahun ini diperkirakan:

  • Pergerakan wisatawan nusantara tumbuh sekitar 18,89%

  • Wisatawan mancanegara meningkat sekitar 10,13%

Dampaknya:

  • Belanja wisatawan diprediksi ikut terdongkrak

  • Aktivitas ekonomi lokal di sekitar destinasi kian bergeliat

  • Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional bisa meningkat hingga 3,96–4%

Di sinilah sports tourism diposisikan sebagai mesin ekonomi baru yang mampu menyokong pertumbuhan jangka panjang.

Roadmap Besar: Dari Fasilitas Hingga Promosi Global

Widiyanti menegaskan bahwa peluang besar ini tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah.

Ia mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun roadmap sports tourism yang terintegrasi, meliputi:

  • Pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga yang layak dan menarik

  • Pengembangan paket wisata yang menggabungkan event olahraga dan destinasi sekitar

  • Strategi promosi yang kuat hingga level global

Sports tourism, dalam pandangannya, bukan hanya soal prestise dan citra, tetapi menyentuh hal yang lebih penting: kesejahteraan masyarakat.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun masa depan sports tourism Indonesia yang:

  • Membanggakan di mata dunia

  • Memberi manfaat nyata bagi rakyat di berbagai daerah

Dalam upaya mewujudkan visi besar ini, jajaran kementerian dan berbagai pemangku kepentingan menegaskan kesiapan untuk bergerak bersama, memastikan bahwa setiap langkah pengembangan sports tourism benar-benar berkontribusi pada ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!