KuybeliKuybeli

25 Tahun Tanpa WC, Rumah Janda di Cilegon Akhirnya Dibedah di Momen HUT Partai

25 Tahun Tanpa WC, Rumah Janda di Cilegon Akhirnya Dibedah di Momen HUT Partai
Minat|Renovasi Rumah

Rumah Janda di Cilegon Disulap Jadi Hunian Layak

DPC Partai Gerindra Kota Cilegon menggelar aksi sosial dengan merenovasi rumah milik Syafiah, seorang janda yang tinggal di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

Program bedah rumah ini menyasar hunian yang sebelumnya tidak layak huni dan penuh keterbatasan, namun tetap menjadi tempat berteduh bagi Syafiah dan dua anaknya.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra.

Dari Atap Bocor hingga Rumah Sering Kebanjiran

Renovasi yang dilakukan bukan sekadar perbaikan ringan.

Menurut Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon, Helldy Agustian, bedah rumah ini merupakan bagian dari program pengurus pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan di berbagai daerah.

Awalnya rencana perbaikan hanya fokus pada bagian atap rumah.

Namun, setelah dilakukan survei dan peninjauan langsung, ditemukan banyak masalah lain di rumah yang dihuni Syafiah bersama dua anaknya.

Helldy menjelaskan bahwa:

  • Rumah tersebut sering kebanjiran karena posisi lantai yang rendah

  • Atap rumah bocor dan membahayakan kenyamanan penghuni

  • Rumah tidak memiliki WC sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari

Melihat kondisi itu, tim akhirnya memutuskan untuk menambah ruang lingkup renovasi agar rumah tersebut benar-benar menjadi hunian yang lebih layak dan aman.

Kompak, Bergerak, Berdampak di HUT ke-18

Pada momen HUT ke-18 ini, Partai Gerindra mengusung tagline Kompak, Bergerak, dan Berdampak.

Helldy berharap, program renovasi rumah tidak layak huni seperti yang diterima Syafiah bisa menjadi bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Bukan hanya seremoni peringatan ulang tahun, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga yang hidup dalam keterbatasan.

25 Tahun Tanpa WC, Akhirnya Punya Harapan Baru

Di balik tembok rumah sederhana itu, tersimpan cerita panjang soal keterbatasan.

Syafiah mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan terhadap kondisi rumahnya.

Ia bercerita bahwa sebelumnya sudah pernah mengajukan permohonan perbaikan rumah kepada pemerintah, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Selama bertahun-tahun, ia harus beradaptasi dengan kondisi yang serba kurang.

Untuk buang air besar, ia dan keluarganya harus menumpang di toilet terminal bus yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Aktivitas mandi masih dilakukan di rumah, namun kebutuhan dasar lain harus dilakukan di luar.

Syafiah menyebut bahwa sudah sekitar 25 tahun ia hidup tanpa memiliki WC sendiri.

Dengan adanya renovasi ini, harapan baru pun muncul: rumah yang lebih kering, aman, dan akhirnya dilengkapi fasilitas dasar yang layak.

Lebih dari Sekadar Renovasi Fisik

Kisah rumah Syafiah menunjukkan bahwa bedah rumah bukan sekadar mengganti atap atau meninggikan lantai.

Bagi penghuninya, ini adalah perubahan besar dalam kualitas hidup.

  • Hunian lebih aman dari banjir

  • Atap tidak lagi bocor ketika hujan turun

  • Fasilitas sanitasi dasar akhirnya terpenuhi

Dalam konteks renovasi rumah, pengalaman Syafiah menjadi pengingat bahwa akses terhadap rumah layak dan sanitasi yang baik masih menjadi kebutuhan mendesak bagi banyak keluarga.

Dan ketika satu rumah diperbaiki, yang berubah bukan hanya bangunannya, tetapi juga rasa percaya diri dan martabat penghuninya.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!