Home Garage Gym Impian yang Disapu Banjir
Rumah vokalis Superman Is Dead (SID), Bobby Kool, ikut jadi korban banjir yang melanda Kota Denpasar pada Rabu, 10 September 2025. Hujan yang turun tanpa henti sejak sehari sebelumnya membuat air mengalir deras dan masuk ke area rumahnya.
Di antara yang paling menyakitkan tentu saja adalah area favoritnya: home garage gym Electrofit Warriors dan motor kesayangan yang ikut terendam.
Turun Tangga, Disambut Genangan di Garasi
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Bobby membagikan momen saat ia menuruni tangga menuju pintu keluar rumah. Begitu membuka akses ke garasi yang menjadi markas kecil Electrofit Warriors, pemandangan yang muncul bukan lagi ruang latihan penuh energi, melainkan genangan air yang menelan hampir semua peralatan.
Suasana di dalam video masih gelap, hanya terdengar suara Bobby yang spontan melontarkan umpatan dalam bahasa Inggris, menyalurkan rasa kaget dan kecewanya ketika melihat alat-alat gym kesayangan sudah terendam banjir.
Peralatan yang biasanya menemani sesi latihan justru kini terlihat tak berdaya di bawah air. Ruang yang biasanya identik dengan keringat dan semangat, tiba-tiba berubah jadi kolam darurat.
Electrofit Warriors: Dari Arena Latihan Jadi Kolam Mini
Home garage gym tersebut bukan sekadar garasi dengan beberapa dumbbell asal-asalan. Itu adalah arena kebugaran pribadi Bobby bersama rekan-rekannya di Electrofit Warriors, tempat mereka membangun disiplin, kekuatan, dan gaya hidup sehat.
Namun, kombinasi hujan dengan intensitas tinggi dan luapan aliran Tukad Magendra di timur rumahnya di kawasan Penatih, Denpasar, membuat pertahanan rumahnya jebol. Air masuk dan merusak banyak hal di lantai bawah, termasuk area gym yang ia bangun dengan penuh passion.
Banjir ini menunjukkan satu hal pahit: bahkan gym rumahan yang rapi dan tertata pun tidak berdaya ketika tata ruang kota dan lingkungan tidak berpihak.
Honda CB400 dan Peralatan Gym Ikut Jadi Korban
Bukan cuma barbell dan mesin-mesin latihan yang tenggelam. Motor custom hitam–emas kesayangan Bobby, Honda CB400 hasil garapan Kedux Garage, juga ikut menjadi korban.
Sebagai naked bike bergaya sporty tanpa penutup mesin, CB400 itu benar-benar terekspos dan jadi “santapan mewah” genangan banjir. Mesin yang biasanya meraung di jalanan kini justru terendam diam di tengah air.
Di satu sisi, ini adalah kerugian materi yang tak sedikit. Di sisi lain, bagi pecinta motor dan gym seperti Bobby, ini adalah hantaman emosional: dua hobi utama — otomotif dan kebugaran — tersapu sekaligus.
Respons Warganet dan Kondisi Setelah Air Surut
Unggahan Bobby yang menggambarkan kondisi rumah dan garasinya langsung menyita perhatian. Video itu ditonton ratusan ribu pengguna Instagram dan memicu gelombang empati dari warganet yang merasa senasib maupun yang sekadar ikut prihatin.
Banyak yang mendoakan agar situasi cepat pulih. Bobby kemudian memberi kabar lanjutan bahwa air mulai surut sekitar dua jam setelah banjir mencapai puncaknya. Namun, yang tersisa bukan sekadar genangan menghilang, melainkan lumpur dan pekerjaan panjang untuk memulihkan rumah dan area gym.
Melalui unggahan lanjutan di fitur story, Bobby menunjukkan lantai bawah rumahnya yang dipenuhi lumpur. Beberapa pekerja terlihat sibuk membersihkan ruang yang sebelumnya tergenang. Proses pemulihan ini menjadi pengingat bahwa membangun itu butuh waktu, dan membersihkan sisa bencana pun tidak kalah melelahkan.
Dari Banjir ke Kritik Soal Tata Kota
Di tengah kekacauan itu, Bobby tidak hanya berhenti pada keluh kesah. Ia mengemas sikapnya dalam dua bait syair yang tegas dan penuh kritik terhadap pola kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa banjir bukan sekadar musibah turun dari langit, melainkan buah dari kelalaian bersama, terutama keserakahan dan izin-izin yang mengabaikan daya dukung lingkungan.
Lewat syairnya, ia menyindir keras bahwa:
Banjir bukan kutukan, tapi konsekuensi dari tata kota yang buruk.
Langit dan hujan bukan pihak yang salah, melainkan cara alam menunjukkan akibat ulah manusia.
Air akan terus datang dan membuka kedok kebijakan yang hanya manis di permukaan, tapi merusak di lapangan.
Syair tersebut ia unggah dalam bentuk gambar berlatar hitam dengan teks putih, diiringi lagu “Marah Bumi” dari album lawas band-nya. Pilihan ini memperkuat pesan bahwa bencana bukan lagi sekadar berita, melainkan alarm keras bagi semua pihak.
Pelajaran untuk Pecinta Home Gym dan Area Garasi
Bagi kamu yang punya rencana atau sudah membangun area gym di rumah, terutama di garasi atau lantai bawah, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini:
Jangan remehkan risiko banjir jika rumah berada dekat sungai, saluran air besar, atau kawasan yang sering tergenang.
Pertimbangkan penempatan alat-alat berat dan berharga: hindari posisi terlalu rendah atau langsung menempel lantai jika kawasan rumah rawan banjir.
Simpan dokumen penting dan perangkat elektronik pendukung latihan (seperti sound system, smart TV, atau panel kontrol) di tempat yang lebih tinggi dan aman.
Siapkan jalur evakuasi untuk barang-barang paling berharga di garasi jika ada tanda-tanda air mulai naik.
Bencana memang tak bisa sepenuhnya ditebak, tapi kesiapan dan desain area gym yang lebih “aware” risiko banjir bisa mengurangi kerugian.
Penutup: Semangat Pulih dan Bangun Lagi
Kisah home garage gym Electrofit Warriors yang terendam banjir ini bukan sekadar cerita sedih tentang alat gym dan motor kesayangan yang rusak. Di baliknya ada pesan kuat tentang pentingnya tata kota yang sehat, kepedulian lingkungan, dan kesiapan menghadapi risiko di rumah sendiri.
Bagi para pecinta area gym di rumah, kejadian ini adalah pengingat keras: bangun fisik lewat latihan itu penting, tapi melek lingkungan dan risiko sekitar rumah tidak kalah penting.
Dan seperti yang ditunjukkan Bobby, ketika gym dan garasi ikut tenggelam, semangatlah yang tidak boleh ikut karam.






