KuybeliKuybeli

Belajar dari Blister: Kenapa Sepatu Lari Harus Di-Upsize Kalau Mau Finish Marathon?

Belajar dari Blister: Kenapa Sepatu Lari Harus Di-Upsize Kalau Mau Finish Marathon?
Minat|Lari Marathon

Pelajaran Pahit dari Marathon Pertama

Sebagai marathon perdana di ajang Borobudur Marathon, pengalaman yang saya bawa pulang bukan cuma medali dan foto di garis finish, tapi juga segudang lessons learned.

Mulai dari persiapan sebelum lomba, apa yang terjadi di tengah race, sampai drama setelahnya — semua ada ceritanya.

Namun di tulisan ini, saya mau fokus ke satu hal yang kelihatannya sepele, tapi efeknya bisa jadi mengganggu performa: upsize sepatu lari untuk jarak jauh itu wajib hukumnya.

Blister di Jari Kelingking: Masalah Kecil, Sengsara Besar

Lari marathon itu 42,195 km. Kedengarannya keren, tapi juga jauh banget.

Saya berhasil menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih 5 jam. Durasi selama itu berarti kaki terus bekerja tanpa henti, dan di situlah masalah mulai muncul.

Blister di jari kelingking mulai terasa di sekitar kilometer 16. Awalnya cuma sedikit perih, tapi pelan-pelan berubah jadi rasa sakit yang benar-benar mengganggu.

Belajar dari Blister: Kenapa Sepatu Lari Harus Di-Upsize Kalau Mau Finish Marathon?

Kulit di area kelingking akhirnya mengelupas total. Bukan cuma sekadar luka, tapi sampai menimbulkan semacam “trauma posisi” di jari.

Yang saya maksud trauma di sini adalah jari kelingking otomatis selalu berada di bawah jari manis, seperti mencari posisi aman agar tidak bergesekan.

Masalahnya, bahkan saat hanya berjalan tanpa alas kaki sekalipun, gesekan tetap terjadi dan berujung lecet lagi.

Beberapa hari setelah race, kondisinya masih belum pulih sempurna. Untuk lari pun rasanya masih tidak nyaman. Jadi efeknya bukan cuma saat lomba, tapi juga mengganggu proses recovery dan latihan berikutnya.

Kenapa Kaki Terasa Ikut Membesar?

Ini bukan mitos, tapi fakta yang hampir semua pelari rasakan.

Ada dua kondisi yang biasanya terjadi:

  • Seiring konsisten berlari selama berbulan-bulan, ukuran kaki cenderung bertambah atau melebar.

  • Saat berada di tengah aktivitas lari, kaki juga akan sedikit membesar karena aliran darah dan beban yang terus menerus menghantam permukaan.

Dua-duanya saya alami sendiri.

Saya menggunakan Asics Superblast 2 ukuran EUR 42 (26,5 cm). Saat pertama kali beli, rasanya masih pas dan nyaman, walaupun memang ruang sisa di bagian depan tidak terlalu banyak.

Seiring waktu, ukuran ini mulai terasa terlalu nge-fit.

Ditambah lagi saya memakai custom insole dengan high arch sebagai upaya preventif untuk masalah pttd. Kombinasi antara insole yang lebih tebal dan kaki yang makin “matang” karena latihan membuat ruang di sepatu terasa makin sempit.

Hasilnya? Risiko gesekan dan tekanan di area jari jadi lebih besar.

Upsize Sepatu: Bukan Gaya-Gayaan, Tapi Kebutuhan

Dari pengalaman ini, saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan penting: upsize sepatu lari, terutama untuk jarak jauh, itu krusial.

Beberapa alasan kenapa upsize itu perlu dipertimbangkan:

  • Ada ruang ekstra untuk jari saat kaki membesar di tengah race.

  • Mengurangi risiko blister dan kuku jari bermasalah akibat tekanan berulang.

  • Lebih nyaman dipakai dalam durasi lama, terutama saat durasi lari sudah menyentuh 3–5 jam.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, saya memutuskan untuk menambah ukuran sepatu menjadi lebih panjang 1 cm, yaitu ke 27,5 cm.

Belajar dari Blister: Kenapa Sepatu Lari Harus Di-Upsize Kalau Mau Finish Marathon?

Perubahan 1 cm ini mungkin terdengar kecil, tapi di dunia lari jarak jauh, 1 cm bisa jadi pembeda antara finish dengan senyum atau finish sambil menahan perih.

Penutup: Jangan Pelit Ruang untuk Kaki

Kalau kamu mulai serius menekuni lari jarak jauh, terutama marathon, jangan cuma fokus ke pace, jadwal latihan, dan strategi gel.

Coba cek lagi:

  • Apakah ujung jari masih punya ruang saat kaki menapak?

  • Apakah sepatu masih nyaman dipakai setelah lari lebih dari 1–2 jam?

  • Apakah mulai sering muncul lecet di area jari atau kuku terasa tertekan?

Kalau jawabannya mengarah ke tidak nyaman, mungkin sudah waktunya pertimbangkan upsize sepatu.

Biarkan kaki punya ruang untuk bekerja dengan leluasa, supaya kamu bisa fokus menikmati larinya, bukan dramanya di jari kelingking.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!