KuybeliKuybeli

Rahasia Merawat Bayi Prematur: Dari NICU, Kulit Sensitif, sampai Kekuatan Sentuhan Ibu

Rahasia Merawat Bayi Prematur: Dari NICU, Kulit Sensitif, sampai Kekuatan Sentuhan Ibu
Minat|Metode Perawatan Kulit

Merayakan Hari Prematur Sedunia dengan Ilmu yang Bikin Tenang

Dalam rangka memperingati World Prematurity Day setiap 17 November, Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) mengadakan sesi edukasi Dialog Sehat bertema Perawatan Bayi Prematur.

Melalui acara ini, masyarakat diajak memahami lebih dalam tantangan merawat bayi yang lahir sebelum waktunya, sekaligus cara memberikan perawatan optimal agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Narasumber utama adalah dr. Astri Tantri Indriani, Sp.A., Subsp. Neo., M.Kes, Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi RS UNS, didampingi moderator dr. A. Annisa Ashliyatul dari PPDS Ilmu Kesehatan Anak FK UNS.

Apa Itu Bayi Prematur dan Kapan Harus Masuk NICU?

dr. Astri menjelaskan bahwa bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Begitu lahir, kondisi bayi akan dievaluasi secara menyeluruh.

Bayi prematur akan terlebih dahulu dipantau di ruang perinatologi untuk menentukan apakah ia aman dirawat bersama ibu atau perlu perawatan khusus.

Beberapa indikator penting yang dinilai antara lain:

  • Berat badan bayi

  • Kadar gula darah yang stabil

  • Refleks hisap yang baik

  • Tidak terdapat gangguan termoregulasi (kemampuan tubuh mengatur suhu)

Dari hasil evaluasi ini dokter akan memutuskan, apakah bayi bisa dirawat gabung dengan ibu, atau perlu perawatan intensif di ruang khusus seperti NICU/perinatologi.

Skrining Komprehensif: Investasi untuk Masa Depan Si Kecil

Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai komplikasi. Karena itu, dr. Astri menekankan pentingnya skrining rutin untuk mendeteksi masalah sejak dini dan mendukung tumbuh kembang optimal.

Jenis skrining yang direkomendasikan antara lain:

  • Skrining Kepala
    Untuk melihat apakah ada perdarahan atau pembuluh darah yang pecah di otak.

  • Skrining Mata
    Bertujuan memastikan bayi tidak mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu gangguan pada retina yang dapat mengancam penglihatan.

  • Skrining Telinga
    Untuk memastikan fungsi pendengaran bayi normal, sehingga perkembangan bicara dan bahasa dapat berjalan baik.

  • Skrining Hipotiroid
    Dilakukan guna mendeteksi gangguan tiroid kongenital yang bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

Skrining-skrining ini bukan sekadar formalitas. Semakin dini masalah terdeteksi, semakin besar peluang bayi mendapatkan intervensi yang tepat waktu.

Kangaroo Mother Care: Sentuhan Ibu yang Setara Obat

Setelah membahas intervensi medis, sesi berlanjut ke peran orang tua, terutama ibu. Salah satu metode yang mendapat sorotan adalah Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru.

Metode ini dilakukan dengan menempatkan bayi di dada ibu, kulit bertemu kulit, mirip posisi bayi kanguru dalam kantong induknya.

Menurut penelitian yang dipaparkan dr. Tantri, KMC minimal 6 jam per hari terbukti membantu:

  • Menstabilkan suhu tubuh bayi

  • Menjaga detak jantung dan pernapasan

  • Mendukung kenaikan berat badan

  • Memperkuat ikatan emosional ibu dan bayi

Dengan kata lain, sentuhan dan kelekatan bukan hanya soal perasaan, tapi juga terapi klinis nyata untuk bayi prematur.

Perawatan Kulit Bayi Prematur: Tipis, Rentan, dan Butuh Ekstra Lembut

Kulit bayi prematur jauh lebih tipis dan sensitif dibanding bayi cukup bulan. Itu sebabnya, dr. Tantri mengingatkan orang tua untuk sangat selektif dalam memilih produk perawatan kulit.

Salah satu anjurannya yang tegas adalah:

  • Hindari penggunaan minyak telon pada bayi prematur.

Sebagai penghangat, orang tua dianjurkan:

  • Menyelimuti bayi atau membedongnya dengan cara yang lembut

  • Memastikan bedongan tidak terlalu ketat, agar bayi tetap nyaman dan sirkulasi darahnya baik

Selain itu, losion pelembap memegang peran penting dalam menjaga kulit bayi prematur.

Tips memilih losion untuk bayi prematur:

  • Pilih losion tanpa pewangi

  • Hindari produk dengan parfum, karena parfum dapat mengiritasi kulit bayi

  • Pilih produk yang memang diformulasikan khusus untuk kulit bayi sensitif

Dengan perawatan yang tepat, kulit bayi bisa terjaga kelembapannya, mengurangi risiko iritasi dan mencegah hilangnya cairan berlebih dari permukaan kulit.

ASI: Nutrisi Paling Sempurna untuk Bayi Prematur

Pada bagian nutrisi, dr. Tantri menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) mengandung seluruh nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan bayi dengan komposisi ideal dan mudah diserap.

Untuk bayi prematur, ASI dari ibu kandungnya sendiri adalah pilihan terbaik, karena komposisinya menyesuaikan kebutuhan unik bayi tersebut.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk tidak panik bila ASI yang keluar terlihat sedikit di awal.

Ukuran lambung bayi baru lahir cukup bulan saja hanya sebesar kelereng, apalagi bayi prematur yang lambungnya lebih kecil lagi. Artinya, bayi tidak membutuhkan volume susu yang besar di awal.

Karena itu, ia menganjurkan agar orang tua:

  • Tidak tergesa-gesa beralih ke susu formula hanya karena khawatir ASI tampak sedikit

  • Fokus pada frekuensi menyusui dan stimulasi produksi ASI

Konsistensi dan kesabaran jauh lebih penting daripada panik di hari-hari pertama.

Pesan Penyemangat untuk Orang Tua Bayi Prematur

Menjelang akhir sesi, dr. Astri menyampaikan pesan yang menyentuh untuk para orang tua bayi prematur.

Ia menekankan pentingnya:

  • Kesabaran dalam mendampingi proses perawatan

  • Dukungan psikologis bagi diri sendiri maupun pasangan

  • Kerja sama erat dengan tim medis dalam setiap pengambilan keputusan

Ia juga mengingatkan bahwa orang tua tidak sedang berjuang sendirian. Komunikasi dengan dokter dan tenaga kesehatan sangat krusial.

Yang tidak kalah penting, ia menegaskan bahwa:

Sentuhan dan cinta tanpa batas dari orang tua adalah kunci utama tumbuh kembang optimal si kecil.

Komitmen RS UNS untuk Edukasi Kesehatan

Melalui kegiatan ini, RS UNS menegaskan perannya sebagai rumah sakit pendidikan yang tidak hanya fokus pada tindakan kuratif, tetapi juga pada edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Edukasi tentang bayi prematur seperti ini membantu orang tua merasa lebih siap, lebih tenang, dan lebih paham langkah-langkah yang perlu diambil.

Pada akhirnya, pengetahuan, dukungan emosional, dan kolaborasi dengan tenaga medis adalah kombinasi terbaik untuk mengantar bayi prematur tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!