Kuybeli

Unesa FC Gandeng Pelatih Inggris: Langkah Serius Menuju Panggung Nasional

Profil Putri MaharaniPutri Maharani01-31

Unesa FC Naik Level dengan Sentuhan Inggris

Semangat pembinaan sepak bola berkelanjutan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semakin terasa nyata.

Melalui kerja sama internasional dengan klub asal Inggris, Tranmere Rovers Football Club, Unesa menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar ikut meramaikan kompetisi kampus, tapi benar-benar membangun fondasi menuju level profesional.

Dari Coaching Clinic ke Latihan Tim Utama

Setelah sukses menggelar coaching clinic bersama Unesa FC Academy pada 13 Mei, program berlanjut ke level yang lebih serius.

Kali ini, giliran skuad utama Unesa FC yang berlaga di Liga 4 Jatim dan tim putri Unesa Pertiwi yang merasakan langsung sentuhan pelatih asal Inggris.

Sesi ini digelar pada Rabu, 14 Mei 2025, di Lapangan Sepak Bola Unesa, Kampus Lidah Wetan, dengan atmosfer latihan yang intens tapi tetap menyenangkan.

Dua pelatih profesional dari Tranmere Rovers FC, Dan O’Donnell dan Matt Hunter, memimpin langsung jalannya program.

Mereka datang dari klub yang berkompetisi di Football League 2 Inggris, membawa pengalaman membina pemain muda dengan pendekatan khas Eropa yang terstruktur dan detail.

Bukan Sekadar Latihan, Tapi Proyek Jangka Panjang

Kerja sama ini bukan proyek sesaat.

Unesa memandang kolaborasi dengan klub Inggris tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong sepak bola universitas naik kelas.

Lewat program terencana dan berkelanjutan, Unesa ingin menjembatani gap antara sepak bola kampus dan dunia sepak bola profesional.

Fokus latihan kali ini benar-benar menyentuh hal mendasar yang sering terlewat di level amatir.

Nur Bawono, staff official pelatih Unesa FC Liga 4 dan Unesa Pertiwi, menjelaskan bahwa materi yang digarap mencakup:

  • Teknik dasar seperti scanning

  • Awareness dan pemahaman ruang

  • Timing dalam bergerak dan mengoper

  • Koneksi antarpemain

  • Penyelesaian akhir atau scoring

Menurutnya, pendampingan langsung dari pelatih Tranmere menjadi kesempatan emas untuk mengukur kualitas tim sekaligus mengadaptasi metode sepak bola dari negara dengan tradisi kuat seperti Inggris.

Scanning: Detail Kecil yang Menentukan Kualitas Pemain

Salah satu poin yang sangat ditekankan dalam sesi ini adalah scanning.

Bukan sekadar istilah keren, scanning adalah kemampuan pemain untuk melihat dan membaca situasi permainan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Dalam sepak bola modern, kemampuan ini menjadi pembeda antara pemain biasa dan pemain cerdas.

Latihan ini juga mendapat perhatian khusus dari Fakhri Husaini, pelatih sekaligus mantan punggawa timnas Indonesia.

Ia menegaskan pentingnya kemampuan membaca situasi sebelum melakukan eksekusi di lapangan.

Menurutnya, kelemahan banyak pemain lokal terletak pada minimnya scanning.

Banyak yang hanya melihat ke depan dengan jarak pandang terbatas, sekitar 5–10 meter saja.

Hal inilah yang membuat keputusan mereka sering terlambat dan mudah terbaca lawan.

Kebiasaan ini, kata Fakhri, harus mulai diubah dari sekarang jika ingin sepak bola Indonesia naik kelas.

Latihan Serius, Tapi Tetap Fun dan Edukatif

Atmosfer di lapangan bukan hanya penuh keringat, tapi juga antusiasme.

Zafa Firdaus, salah satu pemain Unesa FC, merasakan perbedaan jelas sejak sesi pemanasan.

Menurutnya, ritme latihan terasa jauh lebih terstruktur dan intens.

Serius, tetapi tetap menyenangkan.

Ada satu bonus tambahan yang tidak kalah penting: para pelatih Inggris menggunakan bahasa Inggris sepanjang sesi latihan.

Alhasil, para pemain bukan hanya belajar taktik dan teknik, tapi juga belajar komunikasi internasional langsung di lapangan.

Ini menjadi nilai plus yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dan dunia olahraga modern.

Target Berani: Menembus Liga 4 Nasional

Melalui rangkaian coaching clinic dan latihan lanjutan ini, Unesa FC memasang target yang jelas: lolos ke liga 4 nasional, baik untuk tim putra maupun tim putri.

Untuk mencapai itu, mereka tidak hanya mengandalkan semangat bertanding.

Segala aspek dibenahi, mulai dari teknis permainan, mental bertanding, hingga pembiasaan dengan standar latihan internasional.

Program seperti ini diharapkan menjadi batu loncatan agar pemain terbiasa dengan intensitas dan tuntutan level kompetisi yang lebih tinggi.

Sesi pelatihan sendiri ditutup dengan fun game, sebagai momen untuk melepas penat sekaligus mempererat kekompakan antara pemain dan pelatih.

Setelah proses yang keras, penutup yang santai justru menjadi perekat tim.

Lebih dari Sekadar Menang: Misi Besar Sepak Bola Kampus

Sujarwanto, pembina Unesa FC, menekankan bahwa sesi latihan dan kerja sama ini bukan hanya soal bermain untuk menang.

Ada misi yang lebih besar: dedikasi dan perjuangan sepak bola universitas untuk menembus pentas nasional.

Karena itu, berbagai aspek terus diperkuat.

Salah satunya dengan melibatkan klub asal Inggris yang sudah menjalin kerja sama baik dengan Unesa selama tiga tahun terakhir.

Dalam periode tersebut, Tranmere Rovers FC secara rutin mengirim perwakilan untuk:

  • Berbagi ilmu dan metode latihan modern

  • Membantu memperkuat skuad Unesa FC

  • Memberikan kuliah tamu keolahragaan kepada mahasiswa

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sepak bola kampus bisa menjadi ruang serius untuk berkembang, bukan sekadar hobi di sela kuliah.

Penutup: Unesa FC Sedang Membangun Fondasi Masa Depan

Langkah Unesa menggandeng pelatih dari Inggris menjadi sinyal kuat bahwa mereka tidak main-main dalam mengelola sepak bola kampus.

Dengan latihan terstruktur, fokus pada detail seperti scanning, hingga pembentukan mental dan komunikasi internasional, Unesa FC sedang membangun fondasi jangka panjang.

Jika konsistensi ini terjaga, mimpi menembus liga nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan tujuan yang semakin mendekat dari hari ke hari.

komentar

Belum ada komentar,