Kick-off Bupati Cup 1: Soe Jadi Latah Sepak Bola

Sebanyak 45 tim sepak bola resmi turun gelanggang di turnamen Bupati Cup 1 yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTS.
Turnamen ini resmi dibuka di lapangan Puspenmas Kota Soe pada Kamis, 22 Mei 2025 oleh Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, yang hadir bersama wakil bupati Jhony Army Konay.
Suasana pembukaan terasa seperti pesta bola. Penonton memadati lapangan, tim-tim datang dengan semangat penuh gengsi, dan nuansa kompetisi langsung terasa sejak peluit pertama dibunyikan.
Format Turnamen: 45 Tim, 16 Grup, Duel Dua Lapangan
Ketua panitia Bupati Cup 1, Dodi Tallo, menjelaskan bahwa 45 tim yang ikut ambil bagian berasal dari:
Klub-klub sepak bola lokal
Perwakilan dari sejumlah kecamatan
Untuk mengakomodasi banyaknya pertandingan, panitia tidak hanya memakai satu lapangan saja.
Lapangan Puspenmas Soe
Lapangan sepak bola Desa Kesetnana
Keduanya dipakai untuk menggelar babak penyisihan grup hingga 32 besar.
Struktur kompetisi pun disusun rapih dan padat.
45 tim dibagi ke dalam 16 grup
Setiap grup akan meloloskan peringkat 1 dan 2
Total 32 tim akan melaju ke babak 32 besar
Babak grup dan 32 besar sama-sama akan dimainkan di dua lapangan sekaligus
Dengan format ini, tensi laga tinggi sudah terasa sejak babak penyisihan, karena setiap poin sangat menentukan nasib tim.
Dari Turnamen Lokal ke Panggung Perss Soe

Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang meramaikan kalender olahraga daerah.
Ia memberi pesan khusus kepada para pemain agar tampil total.
Tunjukkan kemampuan terbaik kalian.
Bukan tanpa alasan. Para pemain yang menonjol di turnamen ini akan dipantau dan diseleksi untuk:
Mengisi slot pemain Perss Soe
Menjadi bibit potensial masa depan sepak bola TTS
Artinya, bagi pemain muda, turnamen ini adalah panggung seleksi tidak resmi menuju level lebih tinggi.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan soal sikap di lapangan:
Menjunjung tinggi sportivitas
Menghormati keputusan wasit
Mengutamakan fair play di atas ambisi menang
Misi Besar: Mengulang Kejayaan El Tari Cup 2000
Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan komitmennya untuk memajukan sepak bola di bumi cendana.
Ia masih menyimpan target besar: mengulang prestasi juara El Tari Cup tahun 2000.
Untuk sampai ke sana, ia menilai satu hal penting:
Turnamen tidak boleh hanya digelar sekali dalam setahun.
Karena itu, ia bertekad:
Menyelenggarakan dua hingga tiga turnamen sepak bola setiap tahun
Memberi ruang kompetisi yang lebih sering bagi klub dan pemain
Dengan frekuensi pertandingan yang lebih banyak, ritme permainan, mental tanding, dan kualitas fisik pemain diharapkan ikut terangkat.
Program 100 Hari Kerja: Olahraga Jadi Prioritas
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTS, Wilgo Nenometa, menambahkan bahwa Bupati Cup 1 ini bukan acara dadakan.
Turnamen ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati di bidang olahraga.
Beberapa poin penting dari pelaksanaan turnamen ini:
Wujud nyata komitmen pemerintah daerah memajukan olahraga
Sepak bola menjadi salah satu fokus utama pengembangan
Turnamen ini dijadikan fondasi untuk pembinaan atlet ke depan
Dengan kata lain, Bupati Cup 1 bukan hanya soal siapa mengangkat trofi, tetapi juga soal arah kebijakan olahraga di Kabupaten TTS.
Hiburan Warga dan Pabrik Bibit Pemain Baru
Selain untuk pembinaan, turnamen ini juga punya dampak sosial yang besar.
Menurut Wilgo Nenometa, Bupati Cup 1 menghadirkan beberapa manfaat penting:
Menjadi hiburan bagi masyarakat Kota Soe dan sekitarnya
Menghidupkan kembali atmosfer sepak bola di tingkat lokal
Menjadi wadah anak muda untuk mengasah kemampuan sepak bola
Menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul di bumi cendana
Para pemuda yang sebelumnya hanya bermain di level kampung, kini punya panggung yang lebih besar untuk unjuk gigi.
Penutup: Saatnya Bumi Cendana Bicara di Lapangan
Turnamen Bupati Cup 1 bukan sekadar seremonial pembukaan dan deretan pertandingan.
Di baliknya, ada:
Ambisi mengangkat kembali nama TTS di kancah sepak bola NTT
Kesempatan bagi pemain muda untuk menembus Perss Soe
Komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan olahraga sebagai bagian penting pembangunan
Kalau program ini terus dijalankan konsisten, bukan mustahil:
Bumi cendana akan kembali melahirkan generasi emas sepak bola yang diperhitungkan di tingkat provinsi bahkan nasional.






