Babak Baru Sepak Bola Banyuwangi Dimulai
Banyuwangi kembali bergairah. Di Agrowisata Alam Indah Lestari, atmosfer sepak bola terasa begitu kental ketika Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banyuwangi periode 2025–2029 resmi dilantik.
Di tengah suasana malam yang meriah, pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola Banyuwangi sedang bersiap memasuki era baru.
Acara dimulai pada pukul 20.15 WIB dengan dukungan penuh dari berbagai elemen daerah. Dari pemerintahan, kepolisian, TNI, hingga tokoh sepak bola Jawa Timur hadir memberikan energi positif untuk kebangkitan si kulit bundar di Bumi Blambangan.
Deretan Tokoh Penting yang Turun Gunung
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni formal. Hadirnya para tokoh strategis menunjukkan bahwa sepak bola Banyuwangi benar-benar diperhitungkan.
Beberapa figur penting yang turut menyaksikan pelantikan antara lain:
Wakil Bupati Banyuwangi
Ketua DPRD Banyuwangi
Kapolresta Banyuwangi
Dandim 0825 Banyuwangi
Danlanal Banyuwangi
Ketua Askab PSSI Banyuwangi terpilih, Michael Edy Hariyanto
Ketua PCNU Banyuwangi
Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Timur, Ahmad Riyadh, UB, Ph.D
Perwakilan PSSI Provinsi Jawa Timur lainnya
Kehadiran mereka mempertegas bahwa sepak bola kini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan daerah.
Prosesi Pelantikan yang Penuh Makna
Rangkaian acara pelantikan berlangsung khidmat namun tetap bersemangat. Susunan acaranya dirancang untuk menegaskan bahwa apa yang dimulai malam itu bukan sekadar masa jabatan, melainkan sebuah komitmen jangka panjang.
Urutan acara diwarnai dengan:
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
Menyanyikan Mars PSSI
Pembacaan doa
Pembacaan Surat Keputusan pengurus
Pengukuhan pengurus oleh Ketua Asprov PSSI Jawa Timur
Penyerahan Bendera Petaka PSSI
Sesi foto bersama bersama jajaran Forkopimda
Setiap tahap seolah mengukuhkan satu pesan: Banyuwangi serius membangun sepak bola dari pondasi yang kuat dan terstruktur.
Komitmen Kuat Askab: Fokus ke Pembinaan & Persewangi
Dalam sambutannya, Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menegaskan komitmennya untuk membawa sepak bola Banyuwangi naik kelas.
Ia menyoroti dua poin penting:
Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai gudang talenta sepak bola.
Pembinaan pemain muda akan menjadi fokus utama, termasuk untuk mendorong kemajuan Persewangi.
Dengan dukungan penuh Forkopimda dan harapan akan sinergi bersama Pemerintah Daerah, Askab didorong menjadi motor penggerak:
Pembinaan usia dini hingga remaja
Penguatan kompetisi lokal
Pencetakan pemain yang siap bersaing di level lebih tinggi
Visinya jelas: dari Banyuwangi untuk panggung sepak bola yang lebih besar.
Banyuwangi di Masa Keemasan Olahraga
Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, juga memberikan pandangan optimistis. Ia melihat bahwa Banyuwangi sedang memasuki masa keemasan olahraga, didorong oleh perhatian dan dukungan para pemimpin daerah.
Beberapa poin penting yang ia tekankan:
Pelantikan pengurus Askab menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola sepak bola.
Askab PSSI didorong untuk segera melaksanakan Rapat Kerja sebagai langkah konkret awal.
Keberadaan 170 klub sepak bola di Banyuwangi menjadi modal luar biasa untuk membangun ekosistem kompetisi yang sehat.
Dengan jumlah klub sebanyak itu, Banyuwangi bukan hanya punya kuantitas, tapi juga peluang besar untuk mencari dan mengasah pemain berbakat dari berbagai pelosok wilayah.
Target Prestasi: Incar 3 Besar di Forprov
Dari sisi prestasi, targetnya tidak main-main. KONI menargetkan Banyuwangi untuk menembus posisi 3 besar dalam ajang Forprov di Malang Raya.
Untuk mendukung ambisi tersebut:
Askab PSSI akan mengirimkan 4 klub terbaik sebagai wakil Banyuwangi.
Klub-klub ini diharapkan mampu menjadi representasi kualitas pembinaan dan kompetisi lokal.
Target ini bukan sekadar angka, melainkan tolok ukur apakah pembinaan, kompetisi, dan dukungan lintas sektor benar-benar efektif.
Banyuwangi, Brasil-nya Jawa Timur?
Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, memberikan apresiasi besar terhadap antusiasme dan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap sepak bola.
Ia menilai Banyuwangi memiliki:
Talenta muda yang melimpah, diibaratkan seperti Brasil yang terkenal sebagai lumbung pemain bola dunia.
Potensi besar jika pembinaan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Ia juga menyinggung peluang pemanfaatan anggaran di sektor lain, seperti:
Dinas Pendidikan untuk mendukung pembinaan atlet di sekolah-sekolah
Dinas Kesehatan untuk menunjang aspek kesehatan, kebugaran, dan pemulihan pemain
Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci agar pembinaan atlet tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga sehat, tangguh, dan siap bersaing dalam jangka panjang.
Penutup: Saatnya Banyuwangi Menendang Lebih Jauh
Pelantikan Pengurus Askab PSSI Banyuwangi periode 2025–2029 bukan hanya pergantian struktur, melainkan awal dari sebuah proyek besar kebangkitan sepak bola daerah.
Dengan:
Dukungan penuh Forkopimda dan Pemerintah Daerah
170 klub sebagai lumbung pemain
Target ambisius di ajang Forprov
Talenta muda yang melimpah bak Brasil
Banyuwangi punya semua bahan untuk menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola paling disegani di Jawa Timur.
Tinggal satu pertanyaan tersisa: mampukah semua pihak menjaga konsistensi hingga mimpi besar itu benar-benar jadi kenyataan di lapangan?






