Kuybeli

Persebaya Tersengat di GBT: Bangkit Terlambat, Poin Melayang di Kandang

Profil Putri MaharaniPutri Maharani02-01

Drama Panas di Gelora Bung Tomo

Persebaya harus menelan kekalahan pahit di depan Bonek sendiri. Menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-9 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Green Force takluk dengan skor 1-3 pada Sabtu (18/10) malam.

Sejak awal laga, jalannya pertandingan berlangsung intens dan sarat tekanan, terutama bagi tuan rumah yang berusaha menjaga gengsi di kandang.

Perubahan Taktik Usai Tertinggal

Babak pertama berakhir dengan Persebaya tertinggal dua gol. Melihat situasi yang tidak menguntungkan, pelatih Eduardo Perez langsung melakukan gebrakan taktik di awal babak kedua.

Ia memasukkan Gali Freitas untuk menambah daya dobrak lini depan, menggantikan Malik Risaldi. Keputusan ini hampir langsung membuahkan hasil.

Baru semenit babak kedua berjalan, menit ke-46, Mihailo Perovic berhasil membobol gawang Persija. Namun, selebrasi Persebaya harus berhenti seketika setelah wasit menganulir gol tersebut.

Laga Makin Memanas

Setelah keputusan itu, tempo pertandingan meningkat tajam. Persija membalas tekanan melalui peluang emas dari kaki Rizky Ridho pada menit ke-51.

Tendangan kerasnya mengarah tepat ke gawang Persebaya, tapi Ernando Ari tampil sigap dan melakukan tepisan penting untuk menjaga asa Green Force.

Persebaya tidak tinggal diam. Green Force terus menggempur pertahanan Macan Kemayoran dan mencoba menguasai ritme permainan.

Gempuran Green Force dan Aksi Kiper Persija

Pada menit ke-58, Gali Freitas mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan melepaskan tembakan jarak jauh yang mengarah tepat ke gawang Persija.

Namun, kiper Carlos Eduardo tampil gemilang dan berhasil menepis bola tersebut. Momen ini menjadi salah satu titik krusial yang menggagalkan usaha kebangkitan Persebaya.

Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi pertahanan Persija masih cukup solid untuk meredam serangan tuan rumah.

Petaka dari Titik Putih

Ketika Persebaya berusaha mengejar ketertinggalan, situasi justru makin berat. Menit ke-73, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti yang dilakukan oleh Catur Pamungkas.

Allano de Lima maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Ia sukses menaklukkan Ernando dan membawa Persija unggul 0-3.

Di momen ini, beban Persebaya semakin berat, sementara Persija bermain kian percaya diri.

Gol Balasan yang Terlambat

Meski tertinggal tiga gol, Persebaya tidak menyerah. Pada menit ke-77, usaha mereka akhirnya membuahkan hasil.

Sepak pojok yang dilepaskan Francisco Rivera disambut Leo Lelis di kotak penalti. Sundulannya sukses menjebol gawang Carlos Eduardo dan mengubah skor menjadi 1-3.

Gol ini memberi angin segar bagi Green Force dan membakar semangat para pemain untuk terus menekan di sisa laga.

Akhir Laga: Tekanan Tak Berbuah Poin

Di menit-menit akhir, kedua tim saling menciptakan peluang. Persebaya berupaya keras menambah gol untuk memperkecil ketertinggalan, sementara Persija sesekali melancarkan serangan balik berbahaya.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Skor tetap 1-3 untuk keunggulan Persija Jakarta.

Persebaya pun harus rela kehilangan poin penting di kandang sendiri dan tertahan di posisi ketujuh dengan raihan 10 poin.

Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Green Force. Dengan kompetisi yang masih panjang, bagaimana mereka merespons hasil ini bisa menjadi kunci perjalanan musim selanjutnya.

komentar

Belum ada komentar,