KuybeliKuybeli

Sering Pilates Tapi Tetap Sakit? 5 Kesalahan Fatal Ini Diam-Diam Bikin Cedera

Sering Pilates Tapi Tetap Sakit? 5 Kesalahan Fatal Ini Diam-Diam Bikin Cedera
Minat|Pilates

Pilates Itu Keren, Tapi Bisa Berbahaya Kalau Asal

Pilates dikenal sebagai olahraga yang ampuh untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh secara menyeluruh.

Banyak orang menjadikannya sebagai rutinitas andalan untuk menjaga kebugaran, membentuk postur, hingga meredakan pegal-pegal.

Tapi ada satu hal yang sering terlupakan: Pilates yang dilakukan dengan cara salah justru bisa berujung cedera.

Mulai dari nyeri otot ringan, tegang di leher dan punggung, sampai cedera serius yang butuh penanganan medis, semua bisa terjadi kalau teknik dan kebiasaan saat latihan tidak tepat.

Agar tubuh tetap aman dan manfaat Pilates terasa maksimal, penting banget untuk mengenali beberapa kesalahan klasik yang tanpa sadar sering dilakukan.

Berikut lima di antaranya yang wajib kamu waspadai.

1. Langsung Gas Tanpa Pemanasan

Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah loncat langsung ke gerakan inti tanpa pemanasan dulu.

Padahal, pemanasan berfungsi untuk:

  • Membuat otot lebih lentur dan siap diajak bekerja

  • Menyiapkan sendi agar gerak lebih lepas

  • Mengurangi risiko tegang di area-area rawan seperti punggung dan leher

Ketika pemanasan di-skip, otot dan sendi masih “kaget” dan kaku.

Akibatnya, risiko cedera meningkat, terutama di bagian punggung dan leher yang sangat sensitif terhadap gerakan tiba-tiba.

Luangkan beberapa menit untuk pemanasan ringan sebelum mulai Pilates, supaya latihanmu lebih aman dan nyaman.

2. Postur Berantakan, Teknik Asal Jadi

Pilates sangat bergantung pada akurasi postur dan kontrol gerakan.

Kesalahan umum yang sering terjadi antara lain:

  • Punggung terlalu membungkuk atau malah terlalu melengkung

  • Lutut diluruskan atau dikunci secara berlebihan

  • Leher tegang karena posisi kepala tidak netral

Postur yang keliru bukan hanya membuat latihan jadi kurang efektif, tapi juga bisa:

  • Menambah tekanan pada sendi

  • Memicu nyeri punggung bawah

  • Menyebabkan cedera lutut

  • Menimbulkan ketegangan otot berkepanjangan

Saat latihan, biasakan untuk:

  • Menjaga tulang belakang tetap dalam posisi netral

  • Menekuk lutut dengan wajar, tidak dikunci kaku

  • Merelaksasi bahu dan leher, tidak diangkat atau ditarik maju

Lebih baik gerakan sedikit tapi benar, daripada banyak tapi asal.

3. Terlalu Ambisius, Memaksakan Intensitas

Merasa harus selalu “push harder” setiap kali latihan? Hati-hati, ini bisa jadi bumerang.

Memaksakan diri dengan:

  • Beban yang terlalu berat

  • Durasi latihan yang kelewat panjang

  • Intensitas yang tidak sebanding dengan kemampuan tubuh

bisa membuat otot:

  • Terlalu tegang

  • Mengalami nyeri tajam atau ngilu berkepanjangan

  • Mengalami cedera berulang yang sulit pulih tuntas

Tubuh punya batasnya masing-masing.

Kuncinya adalah progres bertahap:

  • Naikkan intensitas sedikit demi sedikit

  • Dengarkan sinyal tubuh ketika mulai terasa tidak nyaman

  • Berhenti atau modifikasi gerakan kalau mulai terasa sakit, bukan sekadar pegal

Latihan yang cerdas itu bukan yang paling berat, tapi yang konsisten dan sesuai kapasitas tubuhmu.

4. Lupa Mengaktifkan Otot Inti (Core)

Dalam Pilates, core adalah pusat kekuatan tubuh.

Otot inti ini meliputi area perut, punggung bagian bawah, hingga sekitar panggul.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Hanya fokus ke gerakan tangan dan kaki

  • Perut dibiarkan mengendur, tidak ditarik atau dikontrol

  • Punggung tidak mendapat dukungan otot yang memadai

Akibatnya, punggung jadi mudah:

  • Terasa pegal dan tegang

  • Mengalami ketidakstabilan saat bergerak

  • Berisiko cedera karena tidak ada “penopang” dari otot inti

Saat latihan, biasakan untuk:

  • Menarik perut ke arah dalam dan atas secara lembut, bukan menahan napas

  • Menjaga napas tetap teratur sambil core tetap aktif

  • Merasakan seolah gerakan berasal dari pusat tubuh, bukan dari ujung-ujung anggota gerak

Aktivasi core yang tepat adalah kunci stabilitas dan keseimbangan saat Pilates.

5. Latihan Terus, Istirahatnya Lupa

Pilates memang bikin nagih, apalagi kalau sudah mulai terasa manfaatnya.

Tapi tubuh tetap butuh waktu istirahat dan pemulihan.

Jika jeda istirahat diabaikan, dampaknya bisa berupa:

  • Otot lelah berkepanjangan

  • Nyeri yang tak kunjung hilang

  • Peningkatan risiko cedera yang lebih serius

Bahkan sendi, termasuk lutut, bisa:

  • Terasa bunyi saat digerakkan

  • Mengalami nyeri yang muncul berulang

Untuk menjaga otot dan sendi tetap sehat:

  • Beri jeda yang cukup antar sesi latihan

  • Kombinasikan hari latihan dengan hari pemulihan aktif (misalnya stretching ringan atau jalan santai)

  • Jangan memaksa latihan berat ketika tubuh masih terasa sangat pegal

Biar Aman: Latihan Benar, Tubuh Pun Bersyukur

Agar terhindar dari cedera, usahakan untuk selalu:

  • Melakukan pemanasan sebelum latihan

  • Menjaga teknik dan postur tetap benar

  • Mengenali dan menghormati batas kemampuan tubuh

  • Memberikan waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan otot

Selain itu, berlatih Pilates bersama instruktur bersertifikat sangat disarankan.

Dengan bimbingan yang tepat, kamu bisa:

  • Mengoreksi postur dengan lebih akurat

  • Memilih level gerakan yang sesuai kemampuan

  • Mendapatkan hasil latihan yang maksimal, aman, dan lebih terasa manfaatnya bagi tubuh.

Pilates seharusnya membuat tubuhmu lebih kuat dan lentur, bukan sebaliknya.

Latihannya boleh serius, tapi jangan sampai lupa: teknik yang benar dan istirahat cukup adalah bagian dari latihan itu sendiri.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!