Kuybeli

Razer BlackShark V2 X, Headset “Serius” Buat Push Rank

Profil AziziAzizi04-14

sumber gambar utama: Razer Official Website

Banyak yang bilang ini headset murah rasa esports. Banyak juga yang bilang ini cuma versi “dipangkas” dari seri BlackShark. Setelah dipakai buat main FPS, kerja, sampai nongkrong di kafe, kesimpulannya jelas: ini salah satu headset paling fokus untuk kompetitif di harga segini, tapi bukan buat semua orang.


Dipakai Harian, Ini yang Langsung Kerasa

Begitu kamu pakai, hal pertama yang kerasa itu ringan. Nggak ada tekanan berlebih di kepala, dan earcup-nya cukup breathable buat dipakai lama.

Bayangin kamu lagi main Valorant malam hari, kipas nyala, suara motor lewat depan rumah, dan kamu tetap bisa fokus ke langkah kaki musuh. Di situ kekuatan BlackShark V2 X mulai kelihatan.

Ini bukan headset “fun”. Ini headset kerja.


Audio Performance: Fokus ke Informasi, Bukan Hiburan

Razer pakai Triforce 50mm driver yang memisahkan frekuensi low, mid, dan high.

Di praktiknya:

  • suara langkah kaki lebih kebaca

  • arah tembakan lebih gampang dilacak

  • detail kecil lebih muncul

Tapi ada konsekuensinya.

Bass-nya memang ada, tapi bukan tipe yang “nendang buat musik”. Ini lebih ke arah controlled bass.

Dan satu hal penting:
performanya bisa berubah tergantung posisi headset di kepala. Kalau kamu pakai kacamata atau posisi kurang pas, suara bisa sedikit berubah.


Microphone: Ini Salah Satu yang Terbaik di Kelasnya

Ini bagian yang sering diremehkan, padahal krusial.

Mic di BlackShark V2 X:

  • jelas

  • minim noise

  • tetap terbaca walau lingkungan agak berisik

Dalam testing, mic-nya tetap bisa nangkep suara dengan baik bahkan di kondisi ramai.

Dipakai Discord atau in-game comms:
→ suara kamu tetap clean
→ tim nggak perlu minta repeat

Ini salah satu alasan kenapa headset ini sering dipakai buat scrim atau ranked serius.


Build Quality dan Real Feel

Lightweight Esports Headset - Razer BlackShark V2 X USB | Razer United  States

sumber gambar: Razer Official Website

Secara desain, ini simpel. Nggak ada RGB, nggak ada gimmick.

Materialnya:

  • cukup solid

  • tapi terasa “budget” di beberapa bagian

Beberapa titik seperti hinge dan kabel terasa agak rawan kalau dipakai kasar.

Tapi selama kamu pakai normal:
→ aman
→ nggak ada masalah besar


Real Use Case di Indonesia

Ini yang bikin relevan. Dipakai di kondisi nyata:

  • Main di kamar non-AC → tetap nyaman

  • Dipakai lama 4–5 jam → nggak bikin cepat capek

  • Lingkungan berisik (motor, TV, orang ngobrol) → masih bisa fokus

Isolasi suaranya cukup bagus untuk kelas harga ini.

Dan karena pakai jack 3.5mm:
→ bisa dipakai ke PC, laptop, bahkan HP
→ fleksibel banget dibanding headset USB

Checkout sekarang!


Kekurangan yang Harus Kamu Terima

Gue langsung to the point:

Pertama, ini bukan headset buat musik atau cinematic experience.
Sound-nya terasa “kering” kalau kamu cari immersion.

Kedua, nggak ada software tuning bawaan.
Jadi kamu nggak bisa banyak utak-atik sound profile.

Ketiga, build-nya bukan yang paling durable.
Kalau kamu tipe user yang kasar, ini bukan pilihan terbaik.

Dan yang paling penting:
ini headset yang performanya tergantung fit di kepala.


Alternatif Lebih Murah Kalau Kamu Cuma Mau Enjoy

Headset Gaming PC Ultra Ringan - Razer Kraken V3 X | Razer Asia-Pasifik

sumber gambar: Razer Official Website

Kalau kamu nggak butuh performa kompetitif dan cuma mau main santai, ada opsi yang lebih masuk akal:

Headset gaming USB dengan fokus ke surround sound dan pengalaman imersif.

Kraken V3 X ini lebih cocok buat:

  • game story

  • open world

  • casual gaming

Sound-nya lebih “wide” dan immersive, tapi kalah di akurasi arah dibanding BlackShark. Plus, ada RGB dan feel-nya lebih “gaming banget”.

Trade-off:

  • Nggak se-presisi BlackShark

  • USB only (kurang fleksibel)


Jadi, Ini Cocok Buat Siapa?

Kalau kamu:

  • main FPS serius

  • butuh komunikasi jelas

  • sering main lama

BlackShark V2 X masuk tanpa banyak mikir

Kalau kamu:

  • main buat santai

  • lebih peduli experience daripada performa

Mending lihat alternatif kayak Kraken V3 X


Ini Alat, Bukan Mainan

Razer BlackShark V2 X itu bukan headset paling keren. Nggak flashy. Nggak gimmick. Tapi dia ngasih satu hal yang jarang di harga segini:
fokus.

Fokus ke suara yang penting.
Fokus ke komunikasi.
Fokus ke performa.

Kamu tahu kebutuhan kamu, ini gampang banget direkomendasikan. Kalau kamu udah yakin ini sesuai sama gaya main kamu, langsung cek dan bandingin harga terbaiknya di KuyBeli biar kamu nggak salah beli dan bisa dapet deal paling worth.

komentar

Belum ada komentar,