Ribuan Santri Dapat “Pencerahan” Sikat Gigi
Kebiasaan menyikat gigi memang sudah dilakukan hampir semua orang. Namun, tidak sedikit yang ternyata masih salah cara.
Sebanyak 1.088 santri kelas VII MTs Darul Huda Mayak mendapatkan edukasi langsung tentang cara menggosok gigi yang benar dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Ponorogo.
Dalam sesi penyuluhan ini, para dokter gigi membongkar berbagai kesalahan umum yang sering dilakukan saat menyikat gigi, yang selama ini dianggap sepele dan jarang disadari.
Perwakilan Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, KH Abdul Wahid Hasyim, menyambut antusias kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru yang sangat praktis bagi para santri.
Kesalahan Umum Saat Menyikat Gigi
Menurut para dokter, banyak orang merasa sudah rutin menyikat gigi, tetapi tekniknya masih keliru. Kesalahan-kesalahan ini tampak remeh, namun bisa berujung pada masalah gigi dan mulut dalam jangka panjang.
Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya memberi teori, tetapi juga meluruskan kebiasaan yang salah dan mengajarkan langkah yang tepat.

Kapan dan Berapa Lama Harus Menyikat Gigi?
Para santri mendapatkan penjelasan bahwa waktu menyikat gigi yang benar bukan sekadar “dua kali sehari” tanpa aturan.
Waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah:
Pagi setelah sarapan
Malam sebelum tidur
Selain itu, durasi menyikat gigi juga penting.
Minimal dua menit setiap kali menyikat gigi
Tidak tergesa-gesa, tetapi juga tidak terlalu keras agar tidak merusak gigi dan gusi
Teknik Sikat Gigi yang Benar
Para dokter menjelaskan bahwa cara menyikat gigi yang benar bukan hanya maju-mundur seperti menggosok lantai.
Beberapa poin penting yang diajarkan:
Gunakan gerakan melingkar yang lembut
- Pastikan semua bagian gigi tersentuh sikat:
Bagian luar gigi
Bagian dalam gigi
Bagian atas gigi geraham
Jangan lupa membersihkan permukaan lidah, karena lidah dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau mulut
Dengan teknik seperti ini, kebersihan gigi lebih optimal dan risiko kerusakan gigi bisa berkurang.
Edukasi Sejak Dini: Fokus ke Pelajar
Ketua PDGI Cabang Ponorogo, drg Yudi Wiyono, menjelaskan bahwa organisasinya secara rutin menggelar penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dua kali dalam setahun.
Kegiatannya dikaitkan dengan momentum penting:
Hari Kesehatan Gigi Dunia pada semester pertama
Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) pada semester kedua
Sasaran utama adalah kalangan pelajar karena kebiasaan baik perlu dibentuk sejak dini.
Dalam penyuluhan ini, para santri tidak hanya diberi tahu soal menyikat gigi, tetapi juga:
Cara memilih sikat gigi yang tepat
Cara memilih pasta gigi yang sesuai
Prinsip dasar perawatan gigi dan mulut sehari-hari
Harapannya, ilmu yang mereka terima tidak berhenti di pesantren, tetapi juga dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga di rumah.

Gigi Sehat, Ibadah dan Belajar Lebih Nikmat
Dalam kesempatan yang sama, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita turut hadir dan memberikan motivasi langsung kepada para santri.
Ia mengingatkan bahwa:
Gigi dan mulut adalah gerbang pertama masuknya makanan ke dalam tubuh
Jika terkena sakit gigi, konsentrasi dan aktivitas belajar santri bisa sangat terganggu
Karena itu, menjaga kesehatan gigi bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas ibadah, belajar, dan aktivitas sehari-hari.
Lisdyarita juga menegaskan bahwa peran PDGI sangat penting dalam membentuk generasi yang sehat dan kuat.
Santri disebut sebagai calon pemimpin umat, sehingga kesehatan mereka – termasuk gigi dan mulut – menjadi investasi untuk masa depan.
Menjaga Gigi, Menjaga Kesehatan Satu Tubuh
Pesan besar dari kegiatan ini jelas:
Kesehatan gigi dan mulut terhubung erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan
Kebiasaan menyikat gigi yang benar harus diajarkan, dibiasakan, dan dijaga konsistensinya
Dengan edukasi seperti ini, lebih dari seribu santri tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru, tetapi juga dengan kesadaran bahwa sikat gigi dua menit bisa menyelamatkan kesehatan bertahun-tahun ke depan.






