Dapatkan AplikasiDapatkan Aplikasi

Apakah MPASI Bayi Boleh Pakai Minyak Goreng?

Kuybeli AI03-27

Foto utama: dulezidar/istockphoto


Saat bayi memasuki usia 6 bulan, ia mulai membutuhkan makanan padat sebagai pendamping ASI atau susu formula. Dalam panduan MPASI yang dirujuk dari IDAI, menu yang dianjurkan selalu berbentuk menu lengkap: karbohidrat, protein hewani/nabati, sayur, buah, dan penambah kalori berupa minyak, mentega, atau santan.

Artinya, lemak memang merupakan komponen penting dalam MPASI, bukan sekadar pelengkap rasa. Lemak membantu memenuhi kebutuhan energi bayi yang meningkat seiring bertumbuh, sekaligus berkontribusi pada tumbuh kembang secara keseluruhan.

Di sisi lain, orang tua sering bertanya: “Boleh tidak pakai minyak goreng biasa untuk MPASI?”, atau “Lebih baik pakai minyak zaitun, minyak sayur, margarin, atau santan?”. Berbagai resep MPASI yang dicontohkan dalam materi menunjukkan beberapa jenis minyak digunakan secara bergantian, dari minyak sayur biasa hingga minyak zaitun dan minyak kelapa.

Artikel ini merangkum informasi dari berbagai resep dan panduan MPASI dalam bahan yang tersedia, untuk membantu orang tua memahami peran minyak, jenis yang digunakan, serta cara menambahkannya dengan benar ke dalam MPASI bayi.


Minyak Goreng Biasa untuk MPASI?

Dalam beberapa resep MPASI yang disajikan, terlihat bahwa minyak goreng biasa (minyak sayur) memang digunakan sebagai bagian dari menu bayi, misalnya:

  • Bubur beras merah ayam wortel menggunakan minyak sayur 5 ml (±1 sdt) untuk menumis ayam, wortel, dan tempe.

  • Bubur ubi ayam kacang merah juga memakai minyak sayur 5 ml (±1 sdt), digunakan untuk menumis ayam sebelum semua bahan diblender.

Dari sini dapat disimpulkan:

  • Minyak goreng jenis minyak sayur memang muncul dalam resep MPASI dan digunakan dalam jumlah kecil (sekitar 1 sendok teh) per porsi.

  • Minyak digunakan bukan sekadar untuk menumis, tetapi juga sebagai penambah kalori.

Namun, resep lain menunjukkan variasi penggunaan lemak, misalnya minyak zaitun, minyak kelapa, margarin unsalted, dan santan. Ini memberi gambaran bahwa pemilihan jenis lemak dalam MPASI tidak tunggal, dan minyak goreng biasa bukan satu-satunya pilihan yang digunakan.

Materi yang ada tidak secara eksplisit membahas istilah mitos atau bahaya terkait minyak goreng biasa untuk MPASI, namun dari contoh resep yang diberikan, minyak sayur yang digunakan masuk dalam kategori bahan yang wajar dipakai pada jumlah dan cara pengolahan tertentu.


Kandungan dan Jenis Minyak yang Muncul dalam Resep MPASI

Walaupun tidak dibahas dalam bentuk tabel gizi, dari daftar resep yang tersedia bisa diidentifikasi jenis-jenis sumber lemak yang digunakan untuk MPASI bayi:

Minyak Sayur

Muncul dalam beberapa resep dengan takaran ±1 sdt (5 ml), misalnya pada:

  • Bubur beras merah ayam wortel

  • Bubur ubi ayam kacang merah

Minyak sayur digunakan dengan cara ditumis bersama bahan protein dan sayur, lalu seluruh masakan dihaluskan.

Minyak Zaitun

Digunakan pada:

  • Bubur kentang ikan kembung bayam: minyak zaitun 5 ml (±1 sdt) ditambahkan sebelum disajikan, setelah bahan dikukus dan diblender.

  • Bubur ayam tim untuk bayi 8 bulan ke atas: 1 sdt minyak zaitun atau unsalted butter ditambahkan sebagai lemak sehat pada akhir proses.

Ini memberi contoh bahwa minyak bisa:

  • Ditambahkan tanpa proses penggorengan berat, hanya diaduk ke dalam bubur yang sudah matang.

Minyak Kelapa

Digunakan pada:

  • Bubur labu kuning daging sapi brokoli: minyak kelapa 5 ml (±1 sdt) ditambahkan menjelang akhir proses, setelah semua bahan empuk.

Mentega / Margarin Unsalted

Muncul sebagai sumber lemak lain:

  • Bubur oat telur tahu bayam memakai margarin unsalted 5 g (±1 sdt) yang ditambahkan setelah bahan matang.

  • Bubur ayam tim: alternatif unsalted butter selain minyak zaitun.


Manfaat dan Pertimbangan Penggunaan Minyak dalam MPASI

Berdasarkan panduan dan resep yang ada, minyak digunakan dalam MPASI dengan beberapa tujuan utama:

4.1 Menambah Kalori untuk Mendukung Tumbuh Kembang

Dalam panduan MPASI dari IDAI yang dirujuk, secara eksplisit disebutkan:

  • Untuk menambah kalori, berikan minyak, mentega, atau santan pada makanan bayi.

Tips dari Kemenkes RI untuk MPASI usia 6–8 bulan juga menegaskan:

  • Minyak tambahan penting untuk memenuhi kebutuhan energi bayi.

Artinya, penggunaan minyak bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari strategi pemenuhan energi dalam porsi MPASI yang porsinya masih kecil namun kebutuhan kalori bayi sudah meningkat.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Dari pola resep dan panduan yang ada, terdapat beberapa pertimbangan praktis:

  • Jumlah: umumnya minyak digunakan sekitar 1 sdt per porsi MPASI.

  • Waktu penambahan: kadang ditumis bersama bahan, kadang ditambahkan setelah masakan matang, terutama pada minyak zaitun atau butter.

  • Penyimpanan MPASI: panduan mengingatkan agar penyimpanan MPASI diperhatikan supaya bebas kontaminasi bakteri; ini juga berkaitan dengan makanan yang mengandung lemak, karena makanan berlemak yang disimpan tidak tepat lebih mudah rusak.

Tips Praktis Menambahkan Minyak ke MPASI

Mengacu pada cara pengolahan dalam resep dan anjuran porsi, beberapa langkah praktis yang tercermin dari materi adalah:

1. Ikuti Porsi Sesuai Usia

Tips dari Kemenkes RI untuk usia 6–8 bulan menyebutkan:

  • Porsi per makan ± 2–3 sdm per jenis bahan sebelum dimasak, total sekitar 200 ml setelah dimasak.

  • Minyak tambahan digunakan dalam jumlah kecil, sekitar 1 sdt per porsi pada contoh resep.

2. Perhatikan Tekstur Sesuai Tahap

  • Usia 6–8 bulan: tekstur lumat lembut, kekentalan meningkat bertahap.

  • Contoh pada bubur ayam tim usia 8 bulan ke atas: tekstur agak kasar, tetapi minyak (zaitun atau butter) tetap ditambahkan sebagai lemak sehat.

3. Cara Menambahkan Minyak

Dari contoh resep:

  • Minyak sayur kadang dipanaskan untuk menumis bahan lalu semuanya diblender.

  • Minyak zaitun dan butter sering ditambahkan setelah makanan matang, diaduk rata menjelang penyajian.

  • Minyak sehat opsional pada puree awal (kentang halus) juga ditambahkan di akhir, setelah kentang dilumatkan dan dicampur ASI/susu formula.

4. Kebersihan dan Keamanan

Panduan MPASI mengingatkan:

  • Jangan lupa memperhatikan penyimpanan MPASI agar bebas dari kontaminasi bakteri.

Ini berlaku untuk semua makanan bayi, termasuk menu yang mengandung lemak. Makanan yang sudah diberi minyak sebaiknya:

  • Disajikan dalam keadaan segar, dan

  • Dikelola dengan cara penyimpanan yang sesuai bila tidak langsung dihabiskan.


Kapan Perlu Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi?

  • Masih ragu soal pemilihan jenis minyak yang akan digunakan,

  • Ingin menyesuaikan dengan kondisi khusus bayi (misalnya pencernaan sensitif, atau pertimbangan lain),

Maka merujuk pada dokter anak atau ahli gizi serta mengikuti panduan resmi yang disebut akan menjadi langkah yang sejalan dengan materi yang tersedia.


Dengan memahami peran dan cara penggunaan minyak dalam MPASI dari resep dan panduan yang tersedia, orang tua dapat menyusun menu yang lengkap, cukup energi, dan sesuai tahap perkembangan bayi, tanpa harus menebak-nebak sendiri di luar informasi yang ada.

Semua Komentar 1