Semangat yang Tak Bisa Diputus
Kuningan boleh saja melepas status resmi Coach Satria Nurzaman, tapi aura sang perintis masih bergaung di setiap sudut lapangan. Sosok yang pernah memimpin kemenangan 4-0 di Piala Soeratin itu memilih jalan pengabdian: membina talenta lokal agar nama Kuningan tetap bersinar.
Konsisten Membangun Akademi
Aktivitasnya kini fokus di akademi dan sekolah sepak bola setempat.
Ia merasa perjalanan bersama Pesik sudah meninggalkan jejak sejarah, sehingga waktunya memperluas misi untuk sepak bola Kuningan.
Pengabdian ini bukan nostalgia, tapi rencana panjang menyiapkan generasi baru.
Filosofi Latihan Coach Satria
Ketika banyak pelatih terpaku pada teknik, Satria meramu latihan dengan sentuhan mental dan disiplin. Passing, dribbling, atau shooting jadi pintu masuk untuk membangun karakter pemenang. Ia percaya pembinaan berkelanjutan bisa melahirkan pemain yang siap bersaing sampai Liga 1 bahkan Timnas.
Melatih teknik dasar plus mental juara.
Menjaga mimpi besar agar lahir talenta profesional dari Kuningan.
Tetap yakin meski tanpa bantuan dana besar.
Diklat Sindangsari Jadi Laboratorium Mimpi
Di lapangan Desa Sindangsari, ia mendirikan diklat sepak bola yang menjadi rumah bagi bibit muda. Di sana, estafet kejayaan sedang disiapkan hari demi hari.
Lapangan itu menjadi ruang latihan rutin untuk calon pemain masa depan.
Pengabdian ini menjadi bukti bahwa sepak bola adalah panggilan hidup.
Penutup: Api yang Tidak Padam
Coach Satria Nurzaman menegaskan komitmennya: mengabdi tanpa henti. Meski status resmi sudah berakhir, semangatnya justru membara. Ia ingin memastikan Kuningan punya amunisi talenta yang siap meledak di panggung nasional.






