KuybeliKuybeli

Ekspor Dekorasi Rumah RI Tembus Amerika & Eropa: Dari Bantul untuk Menghias Dunia

Ekspor Dekorasi Rumah RI Tembus Amerika & Eropa: Dari Bantul untuk Menghias Dunia
Minat|Gaya Dekorasi

Dekorasi Rumah Lokal, Peminat Global

Di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tiga kontainer produk dekorasi rumah resmi dilepas menuju pasar Amerika dan Eropa. Ekspor simbolis ini dilakukan di CV Palem Craft, dengan nilai transaksi mencapai USD 30.063 atau lebih dari Rp500 juta.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa momentum ini menunjukkan permintaan global terhadap dekorasi rumah Indonesia masih sangat kuat. Menurutnya, kunci untuk bertahan di pasar dunia ada pada kualitas, desain, dan keahlian (craftsmanship) para perajin.

Angka Ekspor yang Bikin Makin Optimistis

Pengapalan kali ini menyasar tiga negara tujuan utama:

  • Belgia: USD 14.063

  • Amerika Serikat: USD 9.269

  • Belanda: USD 6.731

Tak berhenti di situ, pada Desember 2025 direncanakan akan ada lagi pengiriman ke Spanyol, AS, Prancis, dan Australia dengan total transaksi lebih dari USD 14 ribu atau sekitar Rp233 juta.

Wamendag Roro menjelaskan bahwa pasar global dekorasi rumah masih mengalami pertumbuhan positif, seiring tren gaya hidup yang semakin mengutamakan produk kreatif, berkelanjutan, dan berciri budaya. Sepanjang 2020–2024, nilai ekspor dekorasi rumah Indonesia tercatat naik 19,98 persen.

Untuk periode Januari–September 2025, lima negara tujuan utama ekspor dekorasi rumah Indonesia antara lain:

  • Amerika Serikat: 53,44%

  • Belgia: 6,29%

  • Jerman: 3,52%

  • Kanada: 3,51%

Data ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat terbuka bagi produk dekorasi rumah yang berkualitas dan unik.

Dekorasi Bukan Sekadar Cantik, tapi Punya Cerita

Menurut Wamendag Roro, dunia kini mencari produk yang tak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai desain dan karakter keahlian yang kuat. Indonesia punya modal besar untuk memenuhi kebutuhan itu, terutama melalui kekayaan budaya dan bahan alam yang beragam.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa persaingan semakin ketat. Negara seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand terus berinovasi dengan desain modern dan standar kualitas yang stabil. Karena itu, pelaku usaha Indonesia didorong untuk:

  • Menjaga kualitas produk secara konsisten

  • Meningkatkan standar finishing

  • Mengembangkan desain yang relevan dengan selera pasar global

Kualitas, desain, dan konsistensi menjadi tiga kata kunci yang harus dipegang pelaku usaha dekorasi rumah yang ingin melangkah ke pasar ekspor.

Kolaborasi Daerah dan Pusat: Ekosistem Kerajinan yang Sehat

Dalam kesempatan ini, Wamendag juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta berbagai pihak yang menjaga iklim usaha tetap kondusif. Dukungan bagi perajin lokal serta kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk memastikan ekosistem kerajinan tetap tumbuh dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Inspektur Jenderal Putu Jayan Danu Putra, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati. Kehadiran para pejabat ini menegaskan bahwa sektor dekorasi rumah dan kerajinan tidak lagi dipandang sebelah mata.

Desain, Bukan Lagi Sekadar Tambahan

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Fajarini Puntodewi, menyoroti satu hal penting: desain adalah senjata utama di tengah persaingan regional yang makin agresif.

Ia menegaskan bahwa ke depan, kompetisi ekspor tidak lagi bertumpu pada harga semata. Justru, nilai tambah ada pada:

  • Desain yang kuat dan berkarakter

  • Kemampuan menyampaikan keunikan budaya secara relevan

Artinya, produk dekorasi rumah yang ingin menang di pasar global harus mampu bercerita: tentang asal-usul bahan, tentang budaya lokal, hingga tentang cara hidup yang lebih berkelanjutan.

Program BISA Ekspor: UMKM Naik Kelas

Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN terus memperkuat ekosistem ekspor lewat program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.

Program ini tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memberikan pendampingan yang lebih komprehensif, seperti:

  • Pembinaan desain produk

  • Dukungan sertifikasi

  • Fasilitasi ekspor yang terarah

Selain itu, melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi perwakilan perdagangan di luar negeri—termasuk 24 Atase Perdagangan, 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), KDEI Taipei, dan Konsul Perdagangan Hong Kong—berbagai transaksi berhasil tercipta.

Puntodewi menegaskan bahwa tujuan akhirnya jelas: produk Indonesia harus makin dikenal, dihargai, dan memiliki posisi yang kuat di pasar dunia.

Palem Craft: Dari Bambu, Lidi, dan Biji Mahoni ke Pasar Dunia

CEO CV Palem Craft, Deddy Effendy, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Menurutnya, perhatian dan fasilitasi tersebut nyata terasa, dan keberlanjutan ekspor menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas produk.

Palem Craft sendiri sudah berdiri sejak 2003 dan konsisten bermain di sektor dekorasi rumah berbasis bahan alam lokal. Beberapa material yang kerap digunakan antara lain:

  • Bambu

  • Batu apung

  • Biji mahoni

  • Rumput rayung

  • Lidi

  • Pisang

Dari bahan-bahan sederhana tersebut, lahirlah produk dekorasi rumah yang mampu menembus pasar internasional. Palem Craft telah mengekspor ke berbagai negara seperti Prancis, Belgia, Spanyol, Dubai, Lebanon, Singapura, Australia, dan Afrika Selatan.

Inilah bukti bahwa desain kuat dan pemanfaatan bahan lokal bisa menjadi kombinasi yang sangat menjual di pasar global.

Kunjungan ke Nuanza dan Quick Tractor: Bukti Kekuatan Manufaktur Lokal

Selain menghadiri pelepasan ekspor di Bantul, Wamendag Roro juga mengunjungi dua perusahaan lain yang bergerak di sektor manufaktur dan produk kreatif, yaitu PT Nuansa Porselen Indonesia (Nuanza) di Kabupaten Boyolali dan CV Karya Hidup Sentosa (Quick Tractor) di Yogyakarta.

Ia mendorong keduanya untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus memanfaatkan berbagai fasilitas ekspor dan penjajakan bisnis yang disediakan perwakilan perdagangan di luar negeri.

Nuanza: Keramik Dekoratif dengan Teknologi Khusus

Nuanza, yang berdiri sejak 2013, memiliki kapasitas produksi sekitar 6.000 unit per bulan dan mempekerjakan kurang lebih 100 karyawan. Perusahaan ini telah mengekspor produk ke:

  • Amerika Serikat

  • Kanada

  • India

Menariknya, Nuanza juga bekerja sama dengan Universitas Diponegoro untuk mengembangkan keramik khusus (3D tiles) yang mampu meredam dan menyebarkan suara. Artinya, produk mereka bukan hanya dekoratif, tapi juga fungsional dengan sentuhan teknologi.

Quick Tractor: Mesin Indonesia yang Menggarap Dunia

CV Karya Hidup Sentosa, berdiri sejak 1953, merupakan produsen Quick Tractor yang sudah lama dikenal di sektor alat pertanian. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 1.900 karyawan dengan kapasitas produksi mencapai 95 ribu mesin per tahun.

Quick Tractor telah mengekspor 2.139 unit ke berbagai negara di:

  • Amerika Tengah

  • Afrika

  • Asia

  • Oseania

Untuk memperluas jangkauan di benua Afrika, perusahaan berharap mendapatkan dukungan fasilitasi business matching dari perwakilan perdagangan. Kombinasi kekuatan desain produk, kualitas mesin, dan dukungan diplomasi dagang diharapkan bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting di sektor ini.

Dari Rumah, untuk Dunia

Dari kerajinan dekorasi rumah di Bantul hingga keramik 3D di Boyolali dan mesin pertanian di Yogyakarta, satu benang merah terlihat jelas: Indonesia punya kapasitas besar untuk bersaing, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di panggung global.

Bagi para pelaku usaha dekorasi rumah dan gaya interior, cerita ini bisa menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa:

  • Pasar global masih haus akan produk yang estetis, fungsional, dan sarat nilai budaya.

  • Bahan lokal dan teknik tradisional bisa diangkat menjadi produk premium dengan sentuhan desain yang tepat.

  • Dukungan ekosistem—dari pemerintah, perbankan, hingga perwakilan dagang di luar negeri—bisa menjadi akselerator untuk masuk pasar ekspor.

Pada akhirnya, setiap vas, lampu, keranjang, atau hiasan dinding yang lahir dari tangan perajin lokal berpeluang menjadi penanda identitas Indonesia di rumah-rumah di seluruh dunia.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!