Makna Tiga Penghargaan ZTE di Selular Award 2026
ZTE meraih tiga penghargaan di Selular Award 2026 yang menandai pengakuan industri terhadap strategi pengembangan teknologi 5G-Advanced dan kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dari sisi akses, ekosistem, hingga infrastruktur inti jaringan telekomunikasi. Dalam ajang yang digelar di Hotel Menara Peninsula, ZTE memenangkan kategori Best AI Technology Fixed Wireless Access, Best AI Network Ecosystem, dan Best Native AI Baseband. Kombinasi tiga kategori ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya kuat di satu titik teknologi, tetapi membangun rantai solusi telekomunikasi yang utuh dan saling terhubung. Penghargaan dari Selular Media Network tersebut memperkuat posisi ZTE sebagai penyedia solusi telekomunikasi yang fokus pada jaringan cerdas, sekaligus menempatkannya sebagai rujukan penting bagi operator yang ingin menggabungkan teknologi 5G dan AI dalam strategi bisnis jangka panjang.

Selular Award 2026: Panggung Utama Kolaborasi 5G dan AI
Selular Award 2026 mengusung tema “Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy”, menegaskan 5G dan AI sebagai poros utama ekonomi digital masa depan. Acara ke-23 ini tidak sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga forum diskusi strategis tentang percepatan 5G dan teknologi 5G AI lintas sektor. Pemerintah, penyedia jaringan, dan perusahaan teknologi berdiskusi tentang target menjadikan kawasan domestik sebagai Digital Hub Asia-Pasifik serta mendorong posisi terdepan dalam penerapan AI. Dalam salah satu sesi, perwakilan NVIDIA menekankan bahwa 5G adalah “kendaraan” bagi AI agar dapat berjalan mulus hingga ke wilayah 3T. Bagi ZTE, konteks ini penting karena setiap penghargaan yang diraih selaras dengan fokus ajang tersebut: membangun jaringan yang tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dan adaptif terhadap tuntutan layanan digital baru.
Inovasi AI ZTE: Dari FWA hingga Native AI Baseband
Kemenangan ZTE di kategori Best AI Technology Fixed Wireless Access menyoroti peran FWA berbasis AI sebagai solusi telekomunikasi untuk memperluas akses broadband berkualitas tinggi tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur kabel. Teknologi ini memberi operator cara lebih fleksibel dan efisien untuk menghadirkan internet ke wilayah yang masih kurang terlayani jaringan tetap. Di sisi lain, penghargaan Best Native AI Baseband menunjukkan langkah lebih dalam: AI disematkan langsung di baseband sebagai otak pemrosesan sinyal. Pendekatan ini memungkinkan jaringan menyesuaikan kapasitas, mengurangi gangguan, dan mengelola lalu lintas data AI secara lebih efisien. Pernyataan Marketing Director ZTE Indonesia, Kevin Fang, menegaskan arah strategi ini: melalui inovasi berbasis AI dari akses broadband hingga infrastruktur inti, ZTE ingin menyiapkan jaringan yang siap menghadapi ledakan kebutuhan konektivitas di era 5G-Advanced.
Dampak pada Strategi 5G-AI dan Posisi ZTE di Kawasan
Penghargaan Best AI Network Ecosystem menggarisbawahi bahwa ZTE tidak hanya menawarkan produk jaringan, tetapi juga membangun ekosistem 5G-AI yang menyatukan operator, pelaku industri, dan penyedia aplikasi. Tren adopsi AI yang meningkat tajam, dengan pertumbuhan pendapatan aplikasi berbasis AI hingga 127 persen per tahun dan 80 persen pengguna internet yang berinteraksi dengan aplikasi AI setiap hari, menunjukkan bahwa pembenahan jaringan menjadi kebutuhan mendesak. Dalam lanskap ini, pengakuan Selular Award 2026 memposisikan ZTE sebagai pemain signifikan di ekosistem telekomunikasi Asia yang mampu menjawab beban kerja AI yang kian berat. Seiring proyeksi GSMA Intelligence tentang kontribusi investasi 5G ke PDB hingga 2030, strategi ZTE yang memadukan FWA berbasis AI, native AI baseband, dan ekosistem jaringan cerdas berpotensi memperkuat kemitraannya dengan operator di tingkat regional.





