KuybeliKuybeli

Puting Lecet Saat Menyusui? Ini Tips Mengatasinya

Puting Lecet Saat Menyusui? Ini Tips Mengatasinya
Minat|Perencanaan Kehamilan yang Ilmiah|Perangkat Pintar untuk Ibu dan Bayi|Pengembangan Diri Ibu

Menyusui menjadi salah satu momen spesial antara ibu dan bayi. Tapi, kadang muncul masalah seperti puting lecet atau sakit.

Masalah ini bisa bikin pengalaman menyusui terasa kurang nyaman. Rasa sakit dan iritasi bisa mengganggu kenyamanan saat menyusui.

Sampai Kapan Puting Lecet Saat Menyusui?

Puting lecet umum terjadi terutama di minggu-minggu awal menyusui. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Masa Adaptasi Awal

Puting lecet biasanya paling parah di 1–2 minggu pertama menyusui. Pada masa ini, kulit puting sedang menyesuaikan diri dengan hisapan bayi yang lebih kuat. Seiring waktu, rasa sakit biasanya akan berkurang dan puting mulai terbiasa.

2. Faktor Teknik Menyusui

Puting Lecet Saat Menyusui? Ini Tips Mengatasinya

Foto: Anastasiia Stiahailo via istockphoto

Posisi bayi yang kurang tepat bisa memperparah lecet. Bayi harus melekat menutupi sebagian besar areola, bukan hanya puting, agar tekanan hisap merata. Teknik yang salah bisa membuat puting tertekan berlebihan dan menimbulkan nyeri.

3. Perawatan Puting

Memberikan waktu istirahat, memakai krim khusus ibu menyusui, atau menggunakan pelindung puting silikon bisa mempercepat penyembuhan.

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Nyeri pada puting bisa bikin ibu enggan menyusui. Berikut tips aman supaya menyusui tetap nyaman:

  • Perbaiki Posisi MenyusuiPuting Lecet Saat Menyusui? Ini Tips Mengatasinya

    Foto: Anastasiia Stiahailo via istockphoto

  • Pastikan bayi menempel dengan benar. Posisi yang tepat mengurangi tekanan berlebih pada puting dan meminimalkan risiko lecet berulang. Bayi yang melekat sempurna juga bisa menyusu lebih efektif dan nyaman.

    2. Istirahatkan Puting

    Setelah menyusui, beri waktu bagi puting untuk pulih. Kamu bisa mengompres dengan kain hangat atau menggunakan krim khusus ibu menyusui untuk menjaga kelembapan dan mencegah pecah-pecah.

    3. Gunakan Pelindung Puting

    Alat berbahan silikon seperti BEVAVAR Nipple Shield menutupi puting, sehingga iritasi bisa diminimalkan. Meski menutupi puting, aliran ASI tetap lancar, jadi bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.

    4. Rutin Membersihkan Puting

    Kebersihan sangat penting agar puting tidak terinfeksi. Cuci tangan sebelum menyusui dan bersihkan puting secara lembut setelah menyusui untuk menjaga area tetap higienis.

    5. Perhatikan Bayi

    Bayi yang lapar atau posisi rahangnya tidak stabil bisa memperparah lecet. Pastikan bayi nyaman dan rileks saat menyusu agar hisapan lebih stabil dan puting tidak terluka.

    Pada dasarnya puting yang lecet dan nyeri saat menyusui wajar terjadi, tapi bisa diatasi dengan cara yang tepat. Gunakan teknik menyusui yang benar, rawat puting dengan baik, dan manfaatkan produk seperti pelindung puting.

    Kalau kamu ingin membeli pelindung puting ini, kunjungi website KuyBeli. Di sana, kamu bisa melihat detail produk, klik, dan langsung diarahkan ke toko penjual asli untuk membeli dengan mudah.

    Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

    You May Also Like

    Comments
    Tulis sesuatu...
    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!