Menghadirkan Senyum Sehat di Usia Senja

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FKG Umsida) menunjukkan komitmennya terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi lewat kegiatan pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung para lansia.
Berlangsung di TPQ Al Muhajirin, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, kegiatan ini mengusung tema “Pelayanan Psikoedukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Lansia dalam Mewujudkan Masa Tua Berkualitas”.
Program ini digerakkan melalui kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat (DRPM) Umsida dan Pusat Studi Kesehatan dan Psikologi (PSKP), melibatkan dosen serta mahasiswa dari berbagai program studi lintas fakultas.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Desa Boro bersama Direktur DRPM Umsida, Dr Sigit Hermawan SE MSi CIQaR.
Dalam sambutannya, Dr Sigit menegaskan bahwa pendekatan multidisiplin seperti ini adalah model pengabdian yang ideal karena selaras dengan semangat Tri Dharma.
Ia menyoroti pentingnya membangun sinergi nyata antardisiplin ilmu, bukan hanya dalam konteks riset, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama kelompok lansia yang tergolong rentan dan membutuhkan perhatian khusus.
Tim FKG Umsida mengambil peran penting dalam layanan preventif dan promotif kesehatan gigi, sekaligus memperluas jangkauan edukasi kesehatan mulut bagi para lansia di wilayah Sidoarjo.
Fokus Utama: Pemeriksaan dan Edukasi Gigi untuk Lansia

Dalam kegiatan ini, FKG Umsida mengadakan pemeriksaan gigi gratis yang secara khusus menyasar kelompok lanjut usia.
Rangkaian pemeriksaannya meliputi:
Deteksi dini penyakit periodontal
Penilaian keluhan gigi tanggal atau goyang
Evaluasi kebersihan rongga mulut pada lansia
Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta yang terindikasi mengalami peradangan periodontal mendapatkan obat kumur chlorhexidine secara cuma-cuma, sebagaimana dijelaskan oleh drg Dwi Wahyu Indrawati SpPerio yang terjun langsung dalam kegiatan.
Obat kumur tersebut menjadi bagian dari perawatan dasar untuk membantu mengendalikan plak dan mempercepat penyembuhan jaringan periodontal.
Menurut drg Dwi, langkah sederhana seperti ini memiliki dampak besar bagi kualitas kesehatan mulut para lansia, mengingat banyak dari mereka memiliki keterbatasan mobilitas maupun pengetahuan dalam menjalankan perawatan mandiri.
Ia menegaskan bahwa layanan yang diberikan tidak berhenti di pemeriksaan saja, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi berkelanjutan agar lansia memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di usia senja.
Kesehatan gigi dan mulut, ujarnya, masih sering dianggap sepele di usia lanjut, padahal sangat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari, mulai dari kemampuan makan hingga kepercayaan diri.
Dalam kegiatan ini, FKG Umsida juga melibatkan dosen drg Anis Khoirin Hayati MKes serta mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi yang membantu proses edukasi dan pemeriksaan secara profesional, namun tetap mengedepankan empati kepada para peserta.
Menariknya, pengabdian ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan gigi.
Para lansia juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum, seperti:
Pengukuran tekanan darah
Pemeriksaan kadar gula darah
Pemeriksaan kolesterol
Pemeriksaan asam urat
Di saat yang sama, tim dari PSKP Umsida memberikan sesi psikoedukasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia, khususnya dalam menghadapi perubahan fisik dan sosial yang menyertai pertambahan usia.
Menanamkan Empati dan Nilai Sosial pada Mahasiswa
Partisipasi aktif FKG Umsida dalam program ini juga menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, terutama lansia, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga memperkuat rasa empati dan semangat pengabdian.
Drg Anis menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat krusial karena mahasiswa belajar menghubungkan ilmu kedokteran gigi yang mereka peroleh di bangku kuliah dengan realitas di lapangan, termasuk kondisi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Dengan mengusung semangat “Mewujudkan Senyum Sehat untuk Semua Usia”, FKG Umsida berharap program ini bisa berlanjut dan menyasar lebih banyak wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo.
Seiring meningkatnya harapan hidup masyarakat, kebutuhan akan layanan kesehatan berbasis komunitas menjadi semakin mendesak, dan program seperti ini menjawab kebutuhan tersebut secara konkret.
Menuju Lansia Sehat, Masyarakat Lebih Sejahtera

Menurut drg Anis, kegiatan ini bukan sekadar agenda pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga momentum refleksi mengenai bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung masa tua yang lebih bermartabat.
Melalui pendekatan kolaboratif antara aspek medis, psikologis, dan sosial, Umsida menunjukkan dirinya sebagai institusi pendidikan yang peka dan responsif terhadap persoalan nyata di masyarakat.
Harapannya, langkah-langkah yang mungkin tampak kecil ini menjadi bagian dari kontribusi besar menuju masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera, yang dimulai dari senyum sehat para lansia.






