Dari Lereng Rinjani ke Podium Juara
Di Sembalun Mountain Festival 2025, Lombok Timur kembali gaduh. Bukan karena konser atau karnaval, tapi karena satu nama yang berhasil mencuri panggung: Khairul Rozikin.
Dalam ajang Porter Challenge yang digelar di Sembalun, Sabtu (25/10/2025), Khairul sukses finis pertama dan mengalahkan 34 porter dan guide lokal lainnya. Ajang ini bukan sekadar lomba, tapi juga wadah untuk mengasah kemampuan serta memperkuat pemahaman soal standar pelayanan wisata.
Tarung Ketat Lawan Pelari Seven Summit
Buat Khairul, kemenangan ini sama sekali bukan hal yang datang mudah. Ia mengaku kalau persaingan di belakangnya sangat ketat.
Ia bercerita bahwa peserta yang membuntutinya adalah pelari yang sudah pernah ikut ajang Seven Summit, yang tentu bukan lawan sembarangan.
Ia mengaku sangat bersyukur, karena setelah empat kali turun di ajang lari marathon, baru kali ini ia berhasil merebut posisi juara satu. Pengalaman lomba demi lomba akhirnya terbayar lunas di Porter Challenge.
7 Kilometer, 8 Kilogram, dan Tanjakan Bukit Pergasingan
Porter Challenge bukan lari santai ala fun run. Ini adalah lomba lari marathon sejauh tujuh kilometer dengan tantangan ekstra:
Setiap peserta wajib membawa beban delapan kilogram
Rute menanjak melewati Bukit Pergasingan, salah satu spot ikonik di Sembalun
Yang menarik, Khairul mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang lomba. Rutinitasnya sebagai porter di Gunung Rinjani sudah menjadi latihan alami sehari-hari.
Menurutnya, persiapan yang ia jalani hanyalah naik turun Rinjani sambil membawa tamu. Bagi orang lain itu latihan keras, bagi Khairul itu hanya “pekerjaan biasa”.
Jadi Porter Sejak Kelas 4 SD
Perjalanan hidup Khairul jauh lebih berat dari beban delapan kilogram yang ia bawa di lomba.
Ia sudah turun menjadi porter sejak kelas 4 sekolah dasar. Saat itu, ia membantu mencari nafkah untuk keluarga setelah sang ayah meninggal dunia.
Ketika menginjak kelas 1 SMP, ujian hidup lain datang: ibunya pun meninggal. Di titik itu, Khairul mengambil keputusan besar untuk berhenti sekolah.
Sejak saat itu, ia fokus menjadi porter demi bisa bertahan hidup dan membantu ekonomi keluarga. Kini, di usia 27 tahun, ia masih terus menjalani profesi yang sama, namun dengan cerita baru: ia juga seorang juara lomba lari porter.
Dari porter cilik hingga jadi kampiun, kisahnya adalah kombinasi perjuangan dan ketangguhan mental.
Ajang Lari, Ajang Pembibitan Atlet Gunung
Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya, menjelaskan bahwa Porter Challenge bukan sekadar lomba untuk seru-seruan.
Menurutnya, ajang ini punya beberapa tujuan penting:
Mengedukasi para porter agar lebih profesional saat mendampingi wisatawan
Menjadi wadah untuk menjaring talenta atlet lari gunung dari kalangan porter
Mendorong standar pelayanan wisata yang lebih baik di kawasan Sembalun dan sekitarnya
Porter Challenge sendiri merupakan bagian dari rangkaian Mountain Marathon yang digelar di beberapa daerah seperti Bandung, Bali, dan Sembalun.
Kegiatan ini juga melibatkan komunitas pemuda lokal dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sehingga efek positifnya bukan hanya dirasakan para pelari, tetapi juga masyarakat sekitar.
Bukan Hanya Lomba Lari
Festival di Sembalun ini tidak berhenti pada garis finis. Selain lomba lari, rangkaian acara juga dihidupkan dengan:
Pameran UMKM lokal
Karnaval yang meramaikan suasana
Hiburan musik malam yang menutup hari dengan meriah
Di tengah semua keramaian itu, nama Khairul jadi simbol bahwa lari bukan cuma soal waktu dan jarak, tapi juga tentang perjalanan hidup yang ditempa dari kecil.
Inspirasi Buat Pecinta Lari Marathon
Bagi kamu yang gemar lari marathon atau trail run, kisah seperti ini mengingatkan satu hal penting: fondasi ketangguhan sering lahir dari keseharian, bukan hanya dari sesi latihan terencana.
Khairul tidak tumbuh di lintasan sintetis, tapi di jalur-jalur terjal Rinjani. Kemenangannya di Porter Challenge membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan mental tahan banting adalah paket lengkap seorang pelari gunung sejati.
Dan siapa tahu, dari jalur porter di Sembalun, pelari-pelari masa depan dunia lari gunung Indonesia sedang ditempa satu per satu.






