KuybeliKuybeli

Cilegon Siap Pakai Lampu Jalan Pintar: Dari Cuma Padam Diam-Diam Jadi Kirim Notif Otomatis

Cilegon Siap Pakai Lampu Jalan Pintar: Dari Cuma Padam Diam-Diam Jadi Kirim Notif Otomatis
Minat|Pencahayaan Pintar

Cilegon Bersiap Naik Kelas dengan Lampu Jalan Pintar

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon bersiap meninggalkan era lampu jalan konvensional dan masuk ke babak baru: Penerangan Jalan Umum (PJU) pintar.

Bukan sekadar menyala dan padam, PJU ini akan dibekali teknologi sensor yang mampu memantau kondisi lampu jalan secara otomatis.

Artinya, begitu ada gangguan, sistem langsung “berteriak” ke petugas tanpa harus menunggu keluhan warga.

Apa Itu PJU Pintar di Cilegon?

Kepala Dishub Kota Cilegon, Heri Suheri, menjelaskan bahwa PJU pintar adalah lampu jalan yang dilengkapi sensor khusus untuk mendeteksi kondisi peralatan di lapangan.

Dengan sensor tersebut, PJU bisa mengirimkan notifikasi langsung kepada petugas ketika terjadi masalah, seperti lampu padam atau kerusakan lainnya.

Selama ini, banyak kasus lampu jalan tiba-tiba mati dan tidak langsung tertangani karena petugas baru mengetahui ada kerusakan setelah menerima laporan masyarakat.

Pola kerja reaktif seperti itu yang coba diputus dengan hadirnya sistem pintar ini.

Masalah di PJU Konvensional: Bukan Hanya Soal Usia

Menurut Heri, penerapan PJU pintar jadi penting karena berbagai persoalan yang sering muncul pada PJU konvensional di Kota Cilegon, mulai dari faktor teknis hingga ulah manusia.

Beberapa masalah utama yang kerap terjadi antara lain:

  • Usia peralatan yang sudah tua sehingga rentan rusak

  • Gangguan teknis, baik di lampu maupun jaringan kelistrikan

  • Tindakan perusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab

  • Pencurian kabel, yang membuat lampu padam total di satu titik

Heri bahkan mencontohkan, pernah ada kasus kabel PJU yang sudah diganti, namun kembali dicuri keesokan harinya.

Kondisi seperti ini jelas mengganggu kualitas layanan dan mengurangi rasa nyaman pengguna jalan.

Sensor yang Bikin Petugas Tidak Lagi “Meraba-Raba”

Melalui sistem sensor pada PJU pintar, Dishub Kota Cilegon bisa mengetahui adanya gangguan secara cepat dan otomatis.

Mereka tidak perlu lagi menunggu laporan warga atau melakukan pengecekan manual satu per satu di lapangan.

Begitu ada masalah, sistem akan mengirimkan informasi kepada petugas.

  • Jika lampu padam

  • Jika terjadi kerusakan tertentu

  • Jika jaringan terganggu

Petugas bisa langsung menjadwalkan dan melakukan tindakan perawatan di lokasi yang tepat.

Dari pola menunggu laporan, bergeser menjadi pola respons cepat berbasis data.

Tahap Awal: 70 Unit di Jalan Lingkar Selatan

Sebagai langkah pertama, Dishub Kota Cilegon akan memasang sekitar 70 unit PJU pintar di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Lokasi ini menjadi semacam “laboratorium hidup” untuk penerapan awal sistem.

Beberapa poin penting dari tahap awal ini:

  • Pemasangan fokus dulu di koridor JLS

  • Sistem diuji dari sisi keandalan sensor dan respon petugas

  • Menjadi dasar evaluasi untuk perluasan ke wilayah lain

Menurut Heri, setelah JLS, pemasangan PJU pintar akan dilakukan secara bertahap di lokasi-lokasi lain di Kota Cilegon.

Menuju Kota yang Lebih Terang dan Cerdas

Dengan kehadiran PJU pintar, arah kebijakan penerangan jalan di Cilegon jelas mengarah pada efisiensi, keamanan, dan pelayanan yang lebih sigap.

Jika sistem ini berjalan optimal, manfaat yang bisa dirasakan masyarakat antara lain:

  • Jalan yang lebih terang dan terawat

  • Waktu respon perbaikan yang lebih cepat

  • Rasa aman pengguna jalan yang meningkat

Langkah awal dengan 70 unit di JLS mungkin terlihat kecil, tapi ini adalah pijakan penting menuju infrastruktur penerangan jalan yang serba otomatis dan lebih cerdas di masa depan.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!