KuybeliKuybeli

AHA vs BHA: Panduan Lengkap Sebelum Kulitmu “Dieksfoliasi Hidup-hidup”

AHA vs BHA: Panduan Lengkap Sebelum Kulitmu “Dieksfoliasi Hidup-hidup”
Minat|Perawatan Kulit Berjerawat/Berminyak

Sebelum Main AHA/BHA, Wajib Paham Dulu

Dalam dunia skincare, AHA dan BHA sering banget disebut sebagai duo andalan buat urusan eksfoliasi.

Dua bahan aktif ini bisa bantu mengangkat sel kulit mati, meratakan tekstur, sampai bikin wajah kelihatan lebih cerah. Tapi kalau dipakai sembarangan, yang ada skin barrier rusak, kulit iritasi, dan jerawat makin ngamuk.

Makanya, sebelum kamu memasukkan AHA/BHA ke skincare routine, penting banget buat paham cara kerja, manfaat, efek samping, sampai urutan pemakaiannya.

Apa Sih AHA dan BHA Itu?

1. AHA (Alpha Hydroxy Acid)

AHA adalah kelompok asam yang larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit.

Tugas utamanya adalah membantu melepaskan sel kulit mati supaya sel baru bisa naik ke permukaan, bikin kulit kelihatan lebih cerah, halus, dan glowing.

Beberapa jenis AHA yang sering dipakai:

  • Glycolic acid – umumnya berasal dari tebu

  • Lactic acid – dari susu

  • Citric acid – dari buah jeruk

  • Mandelic acid – dari almond

AHA biasanya cocok untuk kamu yang punya masalah:

  • Kulit kusam

  • Tekstur kasar

  • Tanda penuaan dini seperti garis halus

2. BHA (Beta Hydroxy Acid)

Kalau AHA nyaman di air, BHA larut dalam minyak. Artinya, dia bisa menembus lebih dalam ke pori-pori dan membersihkan kotoran serta sebum yang nyangkut di sana.

BHA yang paling populer adalah salicylic acid, yang berasal dari ekstrak kulit pohon willow.

BHA cocok banget buat kamu yang punya:

  • Kulit berminyak

  • Kulit berjerawat

  • Pori-pori besar dan mudah tersumbat

AHA vs BHA: Harus Pilih yang Mana?

Bukan soal mana yang lebih “hebat”, tapi mana yang lebih sesuai sama kondisi kulitmu.

  • Kulit kusam, kering, atau banyak bekas jerawat dangkal → kamu mungkin lebih cocok AHA.

  • Kulit berminyak, gampang komedo, jerawatan → BHA bisa jadi pilihan utama.

  • Kulit kombinasi dengan dua masalah sekaligus → bisa pakai dua-duanya, tapi harus ekstra hati-hati dalam pemakaian.

Manfaat AHA dan BHA dalam Skincare Routine

1. Mengangkat Sel Kulit Mati

AHA/BHA bekerja sebagai eksfoliator kimia yang membantu mempercepat regenerasi kulit.

Dengan sel kulit mati yang terangkat, kamu bisa mengurangi:

  • Kulit kusam dan tak bercahaya

  • Pori-pori tersumbat

  • Skincare lain yang jadi kurang meresap maksimal

2. Menghaluskan Tekstur Kulit

Punya masalah kulit terasa kasar, bopeng halus, atau bekas jerawat yang bikin permukaan kulit nggak rata?

AHA, terutama glycolic acid, dapat membantu:

  • Meratakan permukaan kulit

  • Menyamarkan bekas luka dan bopeng ringan

3. Mengatasi dan Mencegah Jerawat

BHA adalah senjata andalan kulit berjerawat.

Karena larut dalam minyak, BHA bisa:

  • Menembus pori

  • Mengangkat minyak berlebih dan kotoran yang menyumbat

  • Membantu mengurangi jerawat yang sudah muncul dan mencegah jerawat baru

4. Membantu Mencerahkan Kulit

Begitu sel kulit mati terangkat, wajah otomatis akan terlihat lebih:

  • Cerah

  • Bersih

  • Fresh

Lactic acid punya kemampuan mencerahkan alami yang lembut, sehingga sering jadi pilihan buat kulit yang cenderung sensitif.

5. Mengurangi Garis Halus dan Tanda Penuaan

Penggunaan AHA dalam jangka panjang bisa membantu merangsang produksi kolagen.

Hasilnya:

  • Kulit tampak lebih kenyal

  • Garis halus tersamarkan

  • Wajah terlihat lebih muda dan kencang

Efek Samping AHA/BHA yang Harus Kamu Waspadai

1. Kulit Kering dan Mengelupas

Pakai AHA/BHA kebanyakan bisa bikin kulit:

  • Terasa ketarik

  • Terlalu kering

  • Mengelupas berlebihan

Apalagi kalau kamu pemula, selalu mulai dari konsentrasi rendah dan frekuensi yang jarang.

2. Iritasi dan Kemerahan

Bahan aktif ini sifatnya cukup kuat, terutama di kulit yang sensitif.

Reaksi yang mungkin muncul:

  • Rasa perih atau menyengat

  • Sensasi terbakar

  • Kemerahan setelah pemakaian

3. Kulit Lebih Sensitif terhadap Matahari

AHA khususnya bisa bikin kulit lebih peka terhadap sinar UV.

Artinya, kalau kamu pakai AHA lalu beraktivitas di luar tanpa sunscreen, risiko kulit terbakar dan muncul flek bisa meningkat.

Sunscreen bukan lagi opsi, tapi wajib.

Kapan Waktu Terbaik Pakai AHA/BHA?

1. Idealnya Dipakai Malam Hari

Malam hari adalah waktu paling aman untuk penggunaan AHA dan BHA karena:

  • Kulit sedang dalam fase regenerasi

  • Tidak ada paparan sinar matahari langsung

2. Frekuensi Pemakaian

Untuk pemula, atur ritme seperti ini:

  • Awal pemakaian: 1–2 kali seminggu

  • Setelah kulit mulai terbiasa: bisa naik menjadi 3–4 kali seminggu

Tapi ingat, jangan langsung dipakai setiap hari, kecuali memang produk tersebut diformulasikan sebagai gentle daily exfoliator dan kulitmu kuat menerimanya.

Urutan Pemakaian AHA/BHA dalam Skincare

Supaya hasilnya maksimal dan tidak bikin kulit kaget, ikuti urutan ini:

  1. Cleanser – bersihkan wajah dari minyak, debu, dan kotoran.

  2. Toner – kalau kamu tidak menggunakan toner yang mengandung AHA/BHA.

  3. AHA/BHA exfoliant – aplikasikan dan tunggu sampai meresap ke kulit.

  4. Serum – hindari pemakaian serum dengan retinol atau vitamin C di saat yang sama.

  5. Moisturizer – kunci kelembapan dan bantu tenangkan kulit.

  6. Sunscreen (pagi hari) – wajib kalau kamu pakai AHA/BHA dalam rutinitas harian.

Boleh Nggak Pakai AHA dan BHA Sekaligus?

Secara teori boleh, tapi buat pemula ini benar-benar tidak disarankan.

Kalau dipaksa, risikonya:

  • Iritasi berat

  • Skin barrier rusak

  • Kulit makin sensitif

Kalau kamu mau pakai dua-duanya, lakukan dengan cara:

  • Pakai AHA di hari Senin & Kamis

  • Pakai BHA di hari Selasa & Jumat

Jadi, bukan ditumpuk dalam satu malam, tapi dijadwalkan bergantian.

Cara Memilih Produk AHA/BHA yang Tepat

1. Cek Konsentrasi Bahan Aktif

Untuk yang baru mulai, batas aman biasanya:

  • AHA: maksimal 5%

  • BHA: maksimal 1–2%

Nanti setelah kulit sudah adaptif dan tidak mudah iritasi, kamu bisa mempertimbangkan konsentrasi yang lebih tinggi, tentunya dengan pemakaian yang tetap hati-hati.

2. Perhatikan pH Produk

Efektivitas AHA/BHA sangat dipengaruhi oleh tingkat pH.

  • pH ideal: sekitar 3,0–4,0

  • Di atas itu, efek eksfoliasinya bisa berkurang

Beberapa formulasi modern memang dibuat sedikit lebih “ramah” agar meminimalkan iritasi, tapi tetap bekerja.

3. Pastikan Sudah Terdaftar di BPOM

Pilih produk yang sudah memiliki izin resmi, sehingga kamu lebih tenang soal:

  • Keamanan penggunaan

  • Kandungan bahan aktif

  • Bebas zat berbahaya yang merusak kulit

Siapa yang Harus Ekstra Hati-hati dengan AHA/BHA?

Beberapa kondisi kulit dan tubuh perlu perhatian khusus sebelum pakai AHA/BHA:

  • Kulit sangat sensitif atau mudah iritasi

  • Ibu hamil atau menyusui – sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter

  • Sedang menggunakan retinoid dari dokter

  • Kulit sedang luka parah atau ada gangguan serius

Kalau kamu merasa termasuk salah satu di atas, jangan ambil risiko tanpa konsultasi dulu.

Cara Tahu Kulitmu Cocok dengan AHA/BHA

Sebelum nekat pakai di seluruh wajah, lakukan langkah ini:

  1. Patch test dulu – aplikasikan produk di area kecil, misalnya belakang telinga atau bawah rahang.

  2. Tunggu 24–48 jam – perhatikan apakah muncul kemerahan parah, perih berlebihan, atau ruam.

  3. Perhatikan hasil dalam 1–2 minggu – kalau kulit jadi terasa lebih halus, pori tampak lebih bersih, dan wajah lebih cerah tanpa iritasi, besar kemungkinan kulitmu cocok.

Bahan Pendamping yang Cocok Dipasangkan dengan AHA/BHA

Supaya kulit tetap tenang dan sehat meski rutin eksfoliasi, kombinasikan dengan bahan pendukung yang tepat:

  • Niacinamide – bantu mencerahkan, menyeimbangkan produksi minyak, dan memperkuat skin barrier.

  • Centella Asiatica – menenangkan kulit kemerahan dan iritasi.

  • Hyaluronic Acid – menjaga kelembapan kulit setelah eksfoliasi.

  • Ceramide – membantu memperbaiki dan menjaga lapisan pelindung kulit.

Kuncinya: eksfoliasi + hidrasi + perbaikan barrier.

Kalau Kulit Iritasi Setelah Pakai AHA/BHA, Harus Apa?

Kalau kulit mulai protes, jangan panik, tapi juga jangan diabaikan.

Langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Stop dulu semua produk eksfoliator

  2. Gunakan skincare yang menenangkan, seperti produk dengan kandungan aloe vera atau centella

  3. Hindari eksfoliasi lagi sampai kulit benar-benar pulih

  4. Kalau iritasi parah, nyeri, atau makin menyebar, segera konsultasi ke dokter kulit

Tanda-tanda AHA/BHA Mulai Bekerja di Kulitmu

Kalau pemakaiannya tepat dan kulitmu cocok, kamu biasanya akan melihat beberapa perubahan ini dalam 1–3 minggu:

  • Kulit terasa lebih halus dan lembut

  • Bekas jerawat perlahan tampak memudar

  • Komedo dan jerawat mulai berkurang

  • Kulit terlihat lebih glowing alami

  • Warna kulit tampak lebih merata

Ingat, perubahan ini datang pelan-pelan, bukan instan dalam semalam.

Kesimpulan: AHA/BHA itu Kuat, Jadi Harus Dipakai dengan Bijak

AHA dan BHA adalah dua bahan aktif yang sangat powerful di dunia skincare.

Mereka bisa membantu mengatasi banyak masalah kulit sekaligus: dari kusam, jerawat, sampai tekstur tidak rata. Tapi di balik power besar itu, ada tanggung jawab besar juga.

Hal yang perlu kamu pegang:

  • Kenali dulu jenis dan kondisi kulitmu

  • Mulai dari konsentrasi yang rendah dan frekuensi yang jarang

  • Jangan rakus layering terlalu banyak bahan aktif sekaligus

  • Jangan lupa hidrasi, moisturizer, dan sunscreen

FAQ: Pertanyaan yang Sering Banget Ditanyain soal AHA/BHA

1. AHA dan BHA boleh dipakai bersamaan?

Boleh, tapi bukan pilihan terbaik buat pemula. Lebih aman dipakai bergantian di hari yang berbeda.

2. Kalau kulit sudah kelihatan bersih, masih perlu eksfoliasi?

Perlu, tapi tidak harus sering. Eksfoliasi tetap penting untuk menjaga regenerasi kulit, cukup 1–2 kali seminggu untuk kebanyakan orang.

3. BHA aman nggak buat jerawat meradang?

Aman, dan justru salicylic acid dalam BHA cukup efektif untuk jerawat yang meradang karena bisa menembus pori dan membantu meredakan inflamasi.

4. AHA sebaiknya dipakai pagi atau malam?

Lebih aman dipakai malam hari, lalu paginya jangan lupa pakai sunscreen yang cukup.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!