KuybeliKuybeli

DBFW 2025 Sesi 2: Busana Kasual Bali Siap Serbu Runway Akhir Tahun

DBFW 2025 Sesi 2: Busana Kasual Bali Siap Serbu Runway Akhir Tahun
Minat|Busana Kasual

DBFW 2025 Sesi 2: Detik-Detik Menuju Panggung Besar

Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 dipersiapkan matang untuk digelar pada 2–8 Desember 2025.

Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Rapat Dekranasda, Gedung Narigraha, Denpasar, dengan agenda utama memantapkan konsep, alur acara, hingga penguatan ekosistem fesyen Bali secara menyeluruh.

Acara ini bukan sekadar fashion show, tetapi dirancang sebagai panggung besar bagi pelaku kreatif lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka.

Misi Besar: Menguatkan Ekosistem Fesyen Bali

Pertemuan dipimpin oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, bersama event organizer dan para desainer yang terlibat di DBFW Sesi 2.

Ia menegaskan bahwa penguatan fesyen Bali harus menyentuh seluruh rantai kreatif:

  • desainer

  • penenun

  • perajin aksesori

  • penjahit

  • model

  • koreografer dan komposer

  • pelaku kreatif pendukung lainnya

Menurutnya, mengangkat satu desainer sama artinya dengan menggerakkan banyak tangan di belakang panggung. Mulai dari penenun kain, tukang jahit, hingga model dan tim kreatif lain ikut terdorong secara ekonomi.

Lewat karya para desainer inilah, perputaran ekonomi di berbagai sektor diharapkan ikut bergerak.

Desainer Bukan Hanya Brand, Tapi Gaya Hidup

Dalam persiapan DBFW 2025 Sesi 2, Putri Koster menegaskan bahwa desainer tidak cukup hanya kuat di sisi brand.

Busana yang diciptakan harus:

  • benar-benar bisa dipakai oleh masyarakat

  • hadir dan beredar di pasaran

  • relevan dengan kebutuhan dan selera pemakai

Suasana fashion show di Bali diharapkan tampil lebih segar, berani, dan membumi: busana yang bukan hanya indah di runway, tetapi juga nyaman dan masuk akal untuk dipakai sehari-hari.

Kompetensi Wajib: Dari Pola Dasar hingga Karakter Pemakai

Putri Koster juga menyoroti pentingnya kompetensi teknis para desainer. Tidak cukup hanya punya ide, tetapi juga menguasai dasar-dasar produksi fesyen.

Beberapa hal yang ditekankan antara lain:

  • kemampuan membuat pola dasar

  • memahami teknik pecah mode

  • merancang aksesori pendukung

  • mengerti karakter dan kebutuhan pemakai

Dengan fondasi ini, karya yang lahir bukan hanya estetis, tapi juga fungsional dan layak produksi.

Fashion Anak: Bukan Miniatur Dewasa

Untuk kategori anak-anak, Putri Koster memberikan penekanan khusus.

Penampilan model cilik harus tetap sesuai usia, baik dari segi:

  • busana

  • alas kaki

  • riasan

Pesan besarnya jelas: anak-anak hadir sebagai anak-anak, bukan dibuat menyerupai orang dewasa dalam hal gaya dan penampilan.

Alarm Serius: Wastra Bali Terancam Tergeser

Dalam pertemuan ini, perhatian besar juga diarahkan pada kain tenun tradisional Bali.

Putri Koster mengungkapkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan: hampir 80 persen kain tenun yang beredar di pasaran bukan berasal dari penenun asli Bali, melainkan diproduksi di luar Bali.

Dampaknya:

  • perajin lokal tersisih dari pasar

  • kelestarian wastra Bali ikut terancam

Karena itu, DBFW 2025 Sesi 2 didorong menjadi ruang aksi nyata untuk:

  • menghidupkan kembali tenun tradisional Bali

  • mengutamakan produk lokal

  • menjadikan fesyen sebagai alat pelestarian budaya

DBFW Sesi 2: Ruang Kolaborasi, Bukan Sekadar Show

DBFW 2025 Sesi 2 digagas sebagai wadah kolaborasi lintas pelaku. Bukan hanya ajang pamer koleksi, tetapi ruang temu antara kreativitas, ekonomi, dan budaya.

Harapannya, acara ini mampu:

  • memajukan kreativitas desainer dan pelaku fesyen Bali

  • memperkuat keberlanjutan ekosistem fesyen lokal

  • menjaga dan menghidupkan kembali wastra Bali di tengah gempuran produk luar

Evaluasi Sesi Pertama, Lonjakan Kualitas di Sesi Kedua

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan bahwa berbagai kekurangan pada sesi pertama telah dibedah dan dievaluasi.

Hasil evaluasi ini menjadi bekal untuk:

  • memperbaiki teknis penyelenggaraan

  • menguatkan konsep

  • meningkatkan pengalaman bagi peserta maupun penonton

Tema besar “Wastra Hitakara” tetap dipegang teguh sebagai panduan utama, menjaga identitas wastra Bali sekaligus mengarahkan kualitas penyelenggaraan DBFW 2025 agar semakin solid.

Deretan Desainer dan Instansi yang Bakal Turun ke Panggung

Selama tujuh hari pelaksanaan sesi kedua, DBFW 2025 akan menampilkan berbagai nama dan institusi yang memperkaya warna acara.

Beberapa di antaranya:

  • desainer terpilih Dekranasda seperti Turah Mayun, Taksu Design, dan Body and Mind

  • koleksi dari Ketua Dekranasda

  • fashion show dari desainer umum

Keterlibatan berbagai pihak juga menambah daya hidup acara, antara lain:

  • instansi vertikal

  • perguruan tinggi

  • TP PKK dan TP Posyandu

  • Pakis

  • BUMN dan BUMD

  • perangkat daerah

  • komunitas Pokli

Kolaborasi ini menjadikan DBFW bukan hanya event fesyen, tetapi juga cermin sinergi lintas sektor.

Busana Kasual Sampai Formal: Panggung untuk Semua

Jenis busana yang akan ditampilkan sangat beragam dan menyentuh banyak segmen.

Koleksi yang akan mewarnai runway antara lain:

  • busana kasual

  • busana kerja

  • busana dewasa

  • busana anak-anak

Semua tampilan akan diperkaya dengan aksesori dari:

  • Puspa Mega

  • Darmawan Silver

  • Bara Silver

  • tas dari Geocraft

Selain fashion show, DBFW 2025 Sesi 2 juga akan dirangkaikan dengan Fashion Photography Competition yang membuka ruang bagi para fotografer untuk menangkap momen terbaik dari setiap tampilan.

Wastra Bali sebagai Bintang Utama

Di tengah keberagaman desain dan gaya, ada satu aturan yang menjadi benang merah seluruh karya: material wajib mencerminkan kekhasan fesyen Bali.

Setiap karya yang tampil diwajibkan:

  • menggunakan kain tenun tradisional Bali sebagai bahan utama, atau

  • memakai material lain yang tetap merepresentasikan karakter fesyen Bali

Dengan begitu, DBFW 2025 Sesi 2 bukan hanya menghadirkan busana indah, tetapi juga mengukuhkan wastra Bali sebagai ikon yang tidak tergantikan.

Penutup: Runway Sebagai Ruang Jaga Tradisi

DBFW 2025 Sesi 2 dirancang menjadi momentum penting bagi fesyen Bali.

Di satu sisi, ia menjadi panggung busana kasual, busana kerja, dan tampilan kekinian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, acara ini memikul misi besar: menjaga tenun Bali tetap hidup, relevan, dan dibanggakan generasi sekarang.

Di antara gemerlap lampu runway dan gemuruh tepuk tangan penonton, ada pesan yang ingin ditegaskan: fesyen Bali bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang identitas, keberlanjutan, dan keberpihakan pada karya lokal.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!