KuybeliKuybeli

Dari Brebes ke Jepang: Misi Besar UMUS Dongkrak Kelas Produk Karangan Bunga Lokal

Dari Brebes ke Jepang: Misi Besar UMUS Dongkrak Kelas Produk Karangan Bunga Lokal
Minat|Penataan Dekorasi

UMUS Melangkah ke Panggung Global

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes kembali menunjukkan keseriusannya bermain di level internasional lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) lintas negara.

Pada Senin (10/11/2025), sebuah delegasi penting UMUS terbang menuju Gunma, Jepang, untuk menjalin kerja sama sekaligus berdiskusi intensif dengan Fuji Co.Ltd, perusahaan yang bergerak di bidang produk karangan bunga dan dekorasi.

Fokus kunjungan ini jelas dan sangat strategis: transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas terkait cara menjaga kualitas produk karangan bunga, serta merancang desain dan teknik packaging yang memenuhi standar internasional.

Langkah ini diposisikan sebagai pintu awal untuk membuka peluang ekspor bagi produk-produk lokal Brebes, khususnya di sektor karangan bunga dan dekorasi.

Delegasi Kunci di Balik Misi ke Gunma

Tim UMUS yang berangkat ke Jepang diisi oleh jajaran pimpinan dan pakar yang berpengalaman di bidangnya.

Mereka bukan sekadar perwakilan kampus, melainkan pembawa mandat besar untuk meng-upgrade kualitas produk lokal agar siap bersaing di pasar global.

Delegasi tersebut terdiri dari:

  • Dr. Abdul Hamid, M.T. – Dekan Fakultas Teknik

  • Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama

  • H. Wahidin, M.T. – Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat

Kehadiran tiga sosok ini mencerminkan bahwa misi ke Fuji Co.Ltd bukan perjalanan seremonial, melainkan agenda serius untuk merancang dampak nyata bagi UMKM mitra dan ekosistem usaha lokal.

Visi Entrepreneur Campus dan Arah Besar UMUS

Rektor UMUS Brebes, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kunjungan ke Fuji Co.Ltd adalah bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan UMUS sebagai Entrepreneur Campus.

Menurutnya, perjalanan ini adalah langkah yang sangat strategis: dosen tidak hanya diutus untuk berdiskusi, tetapi untuk membawa pulang ilmu, teknologi, dan standar kualitas global, terutama terkait kualitas produk dan teknik packaging.

Dengan belajar langsung dari praktik terbaik di Jepang, UMUS ingin memperkuat ekosistem entrepreneurship di Brebes.

Harapannya jelas: produk karangan bunga mitra UMKM UMUS dapat naik kelas, tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan packaging yang diakui pasar internasional.

Inilah yang disebut sebagai bukti konkret komitmen kampus untuk menghadirkan lulusan dan program yang berdampak global, bukan hanya di tataran jargon.

Investasi Ilmu untuk UMKM Karangan Bunga Brebes

Wakil Rektor III, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., melihat kegiatan ini sebagai bentuk nyata bagaimana perguruan tinggi bisa melampaui batas geografis untuk memberdayakan masyarakat.

Ia menekankan bahwa kunjungan ke Fuji Co.Ltd bukan sekadar studi banding biasa, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang akan kembali ke komunitas lokal.

Misi utamanya sangat spesifik:

  • Membawa standar finishing produk karangan bunga agar setara dengan produk Jepang

  • Meningkatkan kualitas packaging sehingga tampak profesional dan aman saat distribusi

  • Menjadikan hasil diskusi sebagai cetak biru kurikulum pelatihan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat ke depan

Melalui desain PkM yang lebih terarah tersebut, peluang ekspor bagi produk lokal Brebes diharapkan akan terbuka jauh lebih lebar.

Dari Teori ke Lapangan: Fokus pada Standar dan Teknik Packaging

Sebagai ujung tombak implementasi di lapangan, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, H. Wahidin, M.T., menyoroti aspek-aspek teknis yang akan langsung dibawa pulang dan diterapkan.

Fokus utama mereka di Jepang antara lain:

  • Standar kebersihan material untuk produk karangan bunga

  • Penguasaan teknik shrink-wrapping yang rapi dan efisien

  • Pemanfaatan vacuum packaging untuk perlindungan produk yang optimal

Dari sudut pandang praktis, kualitas produk tidak lagi dilihat hanya dari tampilan dan bahan, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut dihargai dan dijaga hingga sampai di tangan konsumen.

Standar Jepang yang dipelajari dari Fuji Co.Ltd akan segera disosialisasikan dalam program PkM UMUS, lalu diterapkan bersama para pelaku usaha karangan bunga lokal di Brebes.

Multiplier Effect untuk Ekosistem Usaha Lokal

Pengabdian Masyarakat Internasional ini diharapkan mampu memicu multiplier effect yang luas.

Dampaknya tak hanya berhenti pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga menyentuh aspek mental dan kepercayaan diri pelaku usaha lokal.

Dengan standar yang naik kelas dan packaging yang bersaing, para pelaku usaha karangan bunga di Brebes diharapkan lebih percaya diri menembus pasar global.

Pada akhirnya, misi ke Gunma ini adalah tentang satu hal besar: membawa Brebes masuk ke peta persaingan internasional melalui produk dekorasi dan karangan bunga yang berkualitas dunia.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!