KuybeliKuybeli

Family Gathering: Rahasia Membangun Budaya Kerja Penuh Ukhuwah di Yayasan Abu Fachry

Family Gathering: Rahasia Membangun Budaya Kerja Penuh Ukhuwah di Yayasan Abu Fachry
Minat|Gaya Kerja

Merajut Kebersamaan di Tengah Sejuknya Bogor

Yayasan Abu Fachry menegaskan kembali komitmennya membangun pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter lewat sebuah agenda hangat: Family Gathering Civitas Akademika bertema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Keluarga”.

Kegiatan yang digelar pada 16–17 Januari 2026 di Highland Park Resort, Bogor ini diikuti oleh civitas akademika SDIT dan SMP Islam Ar Rahmah Jakarta beserta keluarga. Bukan sekadar jalan-jalan atau liburan bersama, acara ini dirancang sebagai strategi penguatan kultur kebersamaan dan kerja kolaboratif di lingkungan lembaga pendidikan.

Keluarga Sebagai Mitra Strategis, Bukan Sekadar Pelengkap

Bagi SDIT dan SMP Islam Ar Rahmah, keluarga bukan ditempatkan di pinggiran sistem pendidikan.

Sebaliknya, keluarga dipandang sebagai mitra strategis sekolah dalam membentuk generasi yang:

  • berakhlak mulia,

  • mandiri,

  • dan memiliki daya saing.

Konsep pendidikan berbasis keluarga ini dijadikan fondasi pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai utama yang hendak dikuatkan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang-ruang interaksi keluarga di rumah.

Sekolah Kuat Lahir dari Pendidik Bahagia

Dalam sambutan pembukaan, pimpinan yayasan menekankan bahwa kualitas sebuah sekolah tidak bisa dilepaskan dari soliditas dan keteladanan civitas akademika.

Ia menegaskan bahwa:

“Sekolah yang kuat lahir dari pendidik yang bahagia, keluarga yang harmonis, serta budaya kerja yang dilandasi ukhuwah dan nilai-nilai Islam.”

Pernyataan ini menggambarkan bahwa penguatan lembaga pendidikan Islam tidak hanya terkait kurikulum dan fasilitas, tetapi juga kualitas hubungan antarsumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Dua Hari Penuh Kolaborasi dan Penguatan Nilai

Selama dua hari, peserta tidak hanya berkumpul dan bersenang-senang. Rangkaian kegiatan disusun untuk menyentuh dimensi personal, keluarga, sekaligus profesional.

Beberapa agenda utama antara lain:

  • Team building untuk mengasah kekompakan dan kepercayaan antaranggota tim.

  • Family games yang menguatkan interaksi hangat antara orang tua, anak, dan civitas akademika.

  • Refleksi nilai sebagai ruang merenungkan kembali makna kebersamaan, amanah mendidik, dan peran keluarga.

  • Tausiyah yang mengikat seluruh aktivitas pada nilai-nilai Islam dan keteladanan.

Seluruh rangkaian ini menunjukkan pendekatan yang holistik dari Yayasan Abu Fachry dalam mengelola sumber daya manusia pendidikan: bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat secara emosional dan spiritual.

Budaya Kerja: Humanis, Sehat, dan Berkelanjutan

Pendekatan ini sekaligus menegaskan positioning SDIT dan SMP Islam Ar Rahmah sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan humanis.

Budaya kerja yang diupayakan antara lain:

  • lingkungan yang kondusif dan saling mendukung,

  • komunikasi yang efektif dan terbuka,

  • hubungan yang dilandasi ukhuwah dan saling percaya.

Keyakinannya jelas: lingkungan kerja yang sehat akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan dan keteladanan yang diterima peserta didik.

Antusiasme Tinggi, Tanda Rasa Memiliki Menguat

Selama kegiatan, tampak antusiasme yang tinggi dari para peserta. Suasana kebersamaan yang tercipta bukan hanya hangat sesaat, tetapi menjadi modal sosial jangka panjang bagi sekolah.

Dari momen-momen interaksi ini, lahir:

  • rasa memiliki yang lebih kuat terhadap institusi,

  • loyalitas pendidik yang semakin kokoh,

  • kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap SDIT dan SMP Islam Ar Rahmah.

Family gathering bukan sekadar acara tahunan, tetapi menjadi investasi sosial yang berpengaruh pada keberlanjutan lembaga.

Adaptif terhadap Zaman, Kokoh pada Nilai

Melalui agenda ini, Yayasan Abu Fachry mempertegas diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang:

  • adaptif menghadapi tantangan zaman,

  • namun tetap teguh memegang nilai ukhuwah, keluarga, dan akhlak.

Visi yang dibawa adalah menghadirkan sekolah Islam yang:

  • unggul dalam mutu,

  • terpercaya di mata masyarakat,

  • dan relevan dengan kebutuhan Indonesia hari ini dan esok.

Pada akhirnya, family gathering ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan gaya kerja di dunia pendidikan bisa disinergikan dengan penguatan keluarga, nilai-nilai Islam, dan budaya kebersamaan yang berkelanjutan.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!