Sumber foto utama: Canetti/istockphoto
Sneakers telah mengalami transformasi besar dalam dunia fashion kontemporer. Tak lagi sekadar sepatu olahraga, sneakers kini menjelma menjadi simbol gaya hidup urban yang memadukan kenyamanan, ekspresi diri, dan fleksibilitas berpakaian.
Di tengah menguatnya tren sporty chic, maximalism, serta kebangkitan gaya 80–90-an, budaya sneakers berkembang menjadi fondasi penting dalam membentuk identitas dan arah estetika generasi modern.
Evolusi Budaya Sneakers dalam Fashion Kontemporer
1. Dari Sepatu Olahraga ke Simbol Gaya Hidup
Dalam pendekatan sporty chic, sneakers hadir berdampingan dengan item yang dulu sangat identik dengan nuansa formal atau rapiseperti blazer, rok midi satin, atau outerwear statement. Perpaduan ini menunjukkan pergeseran fungsi sneakers: bukan hanya teman gym, melainkan bagian dari tampilan sehari-hari untuk ke kantor, nongkrong di kafe, hingga acara semi-formal.
Kenyamanan menjadi kata kunci. Di iklim tropis Indonesia, sneakers memberi fleksibilitas bergerak, sekaligus cukup serbaguna untuk di-mix & match dengan berbagai material pakaian: dari kain teknis seperti nylon dan spandex, sampai bahan premium seperti linen atau tweed.
2. Tren Model: Retro, Chunky, dan Futuristik
Di tengah geliat maximalism dan kebangkitan vintage 80–90-an, tren model sneakers ikut bergerak ke tiga poros besar: retro, chunky, dan bernuansa futuristik.
Retro Sneakers muncul seiring maraknya gaya vintage: baggy jeans, double denim, graphic tees, dan aksesori retro. Desain retro sneakers ala era 70–90-an kembali mendominasi, sejalan dengan tren sepatu platform dan siluet nostalgia lain.
Chunky Shoes berpadu dengan estetika maximalism yang merayakan “lebih itu lebih baik”. Siluet besar dan tebal selaras dengan layering ekspresif, motif bertabrakan, dan aksesori bold.
Desain Futuristik muncul lewat sneakers berteknologi dan tampilan modern yang diadopsi dalam gaya sporty chic: sepatu lari berteknologi tinggi dipakai dengan blazer oversized, rok satin, atau jorts.
Ketiganya hadir dalam spektrum warna luas: dari palet netral (hitam, abu, beige) khas sporty chic, sampai neon dan warna vibran yang dekat dengan maximalism dan estetika 80-an.
3. Sneakers dan Pergeseran Kode Berpakaian Kerja
Popularitas sneakers ikut mendorong cairnya batas antara busana formal dan kasual. Konsep smart casual dan gaya hybrid—setengah formal, setengah sporty semakin relevan.
Dalam prediksi ke depan, lini pakaian yang dirancang untuk kantor kasual dan acara smart casual akan makin banyak mengakomodasi sneakers sebagai pasangan alami: blazer dengan garis potong sporty, outerwear bercita rasa atletik, hingga setelan yang memang didesain untuk dipakai dengan sepatu olahraga yang rapi.
Kombinasi seperti:
Blazer longgar + celana cargo + sneakers putih
Oversized blazer + denim pendek + sneakers berteknologi tinggi
mencerminkan bagaimana sneakers kini dibaca sebagai bagian sah dari “rapi versi baru” di ruang kerja dan acara semi-formal.
4. Sneakers Lokal dan Identitas Fashion Anak Muda
Dalam ekosistem fashion Indonesia, brand lokal berperan besar. Sneakers dari label Indonesia hadir bukan hanya sebagai alternatif ekonomis, tetapi sebagai bagian dari ekspresi identitas generasi muda.
Dalam tren sporty chic, sneakers lokal muncul berdampingan dengan brand global, dan diposisikan sebagai sepatu yang:
Layak dipakai ke kantor kasual
Cocok untuk hangout dan aktivitas urban
5. Cara Memadukan Sneakers dengan Outfit Formal & Santai
Sneakers yang dulu identik dengan olahraga kini bisa masuk ke berbagai situasi, dari santai hingga semi-formal. Beberapa pola styling yang muncul dalam berbagai tren:
Semi-formal / Smart Casual
Blazer oversized + celana pendek denim (jorts) + sneakers berteknologi tinggi.
Rok midi satin + hoodie cropped + sneakers bersiluet clean.
Double denim (jaket + celana) + sneakers putih atau retro untuk acara santai yang tetap rapi.
Santai / Harian
Baggy jeans + crop top + sneakers chunky untuk siluet nyaman ala 90-an.
Celana cargo + blazer longgar + sneakers putih.
Slip dress + kaos basic + sneakers retro untuk tampilan effortless.
Kuncinya adalah menyeimbangkan volume dan warna: sneakers chunky cocok dengan bawahan longgar dan layering berani, sementara sneakers bersiluet simpel pas dengan setelan yang sudah ramai motif atau warna neon.
6. Masa Depan Budaya Sneakers: Kenyamanan sebagai Estetika
Melihat arah tren 2025 dalam sporty chic dan maximalism, serta kebangkitan gaya 80–90-an, budaya sneakers tampak bergerak ke satu titik temu: kenyamanan yang estetis.
Prediksi pengembangan ke depan mencakup:
Makin banyak pakaian hybrid yang secara desain sudah “mengundang” sneakers sebagai pasangan utama.
Eksplorasi lebih jauh perpaduan budaya lokal (motif, tekstur) dengan siluet global sebagaimana maximalism memadukan motif etnik dengan bentuk modern, yang potensinya juga dapat menyentuh desain sneakers.
Dalam keseharian, sneakers akan terus menempati posisi penting: tidak hanya sebagai pilihan praktis di kota besar, tetapi juga sebagai medium ekspresi diri, baik bagi pecinta sporty chic yang mengutamakan fungsi, maupun penggemar maximalism dan vintage yang mengejar karakter visual kuat.
Kalau kamu ingin belanja lebih hemat dan praktis, langsung cek berbagai penawaran di KuyBeli. Di sana kamu bisa membandingkan harga, menemukan promo menarik, dan memilih produk terbaik tanpa ribet, jadi keputusan belanja terasa lebih mudah dan cerdas.






