Cuaca Nataru: Kelihatannya Tenang, tapi Wajib Tetap Waspada
BMKG memprakirakan cuaca di Banten pada Selasa, 27 Januari 2026 akan didominasi kondisi berawan, dengan peluang hujan ringan hingga sedang pada malam hari.
Di balik suasana libur akhir tahun yang meriah, BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode Nataru 2025/2026. Sejumlah wilayah disebut masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang.
Mobilitas Libur Akhir Tahun vs Cuaca yang Dinamis
Selama libur Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat tajam. Bersamaan dengan itu, BMKG mengingatkan agar cuaca tidak diabaikan saat menyusun rencana perjalanan.
Secara umum, cuaca selama periode Nataru diproyeksikan berawan hingga hujan ringan dan sedang. Namun, di beberapa wilayah potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih cukup tinggi.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
Memantau kondisi cuaca sebelum berangkat dan saat dalam perjalanan
Menyiapkan rencana cadangan jika cuaca memburuk
Mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas luar ruang, terutama yang berdurasi panjang
Imbauan BMKG: Tenang, Tapi Jangan Kendur Kewaspadaan
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan bahwa cuaca bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga rencana akhir tahun sebaiknya dibuat fleksibel.
Masyarakat dianjurkan tetap tenang menikmati libur Nataru, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama jika:
Melakukan perjalanan darat jarak jauh
Menggunakan moda transportasi laut atau udara
Merencanakan aktivitas luar ruang seperti camping, piknik, hiking, atau kegiatan outdoor ringan lainnya
Kewaspadaan ekstra ini penting untuk mengurangi risiko saat kondisi cuaca tiba-tiba memburuk.
Kenapa Cuaca Nataru Bisa Ekstrem?
Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pola cuaca selama periode Nataru dipengaruhi kombinasi berbagai faktor atmosfer.
Beberapa di antaranya adalah:
Fenomena La Niña lemah yang masih berpengaruh
Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang mendukung peningkatan pembentukan awan hujan
Aliran angin dari Asia yang membawa massa udara lembap
Suhu permukaan laut yang cukup hangat, sehingga memudahkan terbentuknya awan-awan hujan
Selain itu, beberapa gelombang atmosfer juga berperan aktif, seperti:
Madden-Julian Oscillation (MJO)
Gelombang Kelvin
Gelombang Rossby Ekuator
Keberadaan Siklon Tropis Grant turut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan di beberapa wilayah. Ditambah lagi, Bibit Siklon Tropis 96S di selatan NTB memicu perlambatan dan pertemuan angin, yang kembali mendukung terbentuknya awan hujan.
Daftar Wilayah yang Perlu Waspada Hujan Lebat
BMKG menyoroti periode 26 hingga 28 Desember 2025 sebagai rentang waktu yang perlu diwaspadai terkait potensi hujan lebat.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
Aceh
Sumatera Utara
Bengkulu
Jawa
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua Selatan
Hujan yang turun berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi ini bisa mengganggu perjalanan, aktivitas luar ruang, dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, ataupun pohon tumbang.
Angin Kencang dan Risiko Aktivitas Luar Ruang
Selain hujan lebat, angin kencang juga menjadi perhatian di beberapa wilayah.
BMKG menyebut potensi angin kencang dapat terjadi di:
Banten
Jawa Tengah
Jawa Timur
Bali
Sulawesi Selatan
Masyarakat diminta mewaspadai dampaknya, terutama:
Saat berkendara di jalan raya, khususnya kendaraan roda dua
Saat berada di area terbuka, pantai, atau daerah dengan banyak pepohonan
Saat melakukan camping, pendakian, atau aktivitas outdoor ringan lainnya yang melibatkan tenda dan perlengkapan di ruang terbuka
Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi juga perlu diantisipasi di wilayah yang sering terdampak.
Cuaca Menjelang dan Saat Tahun Baru 2026
Memasuki periode 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, potensi hujan lebat masih belum sepenuhnya berkurang.
Wilayah yang disebut masih rawan antara lain:
Aceh
Sumatera Utara
Bengkulu
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Artinya, pergantian tahun berpotensi berlangsung di bawah langit yang basah di beberapa daerah. Ini penting diperhitungkan bagi kamu yang ingin merayakan malam tahun baru di luar ruangan, entah itu di lapangan, pantai, gunung, atau ruang terbuka lainnya.
Tips Merencanakan Aktivitas Outdoor Ringan Saat Cuaca Tidak Menentu
Buat yang hobi aktivitas luar ruang ringan seperti jalan santai, piknik keluarga, main di taman kota, atau nongkrong di area outdoor, cuaca yang dinamis bukan berarti harus membatalkan semua rencana.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
Selalu cek prakiraan cuaca terbaru sebelum beraktivitas
Pilih lokasi yang mudah dijangkau dan punya tempat berteduh
Bawa perlengkapan sederhana seperti jas hujan, payung, atau rain cover untuk tas
Hindari berteduh di bawah pohon saat ada petir
Jika angin terasa sangat kencang, kurangi aktivitas di area terbuka dan pinggir pantai
Dengan sedikit penyesuaian, aktivitas luar ruang masih bisa dinikmati dengan lebih aman dan nyaman.
Cuaca Itu Dinamis, Rencana Pun Harus Fleksibel
BMKG menegaskan bahwa cuaca bersifat sangat dinamis, mengikuti perubahan kondisi atmosfer yang terus bergerak. Karena itu, rencana perjalanan dan aktivitas selama Nataru sebaiknya tidak kaku.
Masyarakat diimbau untuk:
Menyesuaikan jadwal berangkat dan pulang dengan kondisi cuaca terkini
Memperhatikan potensi hujan lebat dan angin kencang di rute yang akan dilalui
Mengutamakan keselamatan dibanding memaksakan rencana awal
Informasi cuaca terkini bisa diakses melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi cuaca yang terpercaya. Semakin sering memantau, semakin mudah mengatur strategi liburan dan aktivitas outdoor kamu.
Akhirnya, libur Nataru bukan sekadar soal ke mana kamu pergi, tapi juga seberapa siap kamu menghadapi cuaca yang bisa berubah kapan saja.






