Rumah Rata dengan Tanah, Proyek Dimulai
Rumah milik anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni di Kebon Bawang, Jakarta Utara, kini benar-benar rata dengan tanah.
Bangunan lama dibongkar secara hati-hati, dengan target pekerjaan rampung dalam waktu dua minggu.
Pada Jumat (14/11) siang, dua ekskavator terus bekerja mengeruk puing-puing bangunan, sementara tiga dump truck hilir mudik mengangkut sisa material keluar dari lokasi.
Di antara tumpukan puing, beberapa tukang sibuk memilah besi, sementara yang lain menyiram air untuk mengurangi debu agar tidak mengganggu warga sekitar.
Operasi Bongkar Terukur di Permukiman Padat
Menurut Abdullah, ketua tim pembongkaran, pekerjaan ini sudah dimulai sejak Senin (10/11) dan dijadwalkan berlangsung selama dua minggu.
“Pekerjaannya ditargetkan selesai dua minggu, pokoknya harus rata dengan tanah,” ujar Abdullah di lokasi.
Karena rumah berada di kawasan permukiman padat, pembongkaran dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Jam kerja pun diatur ketat:
Pekerjaan berlangsung setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB
Istirahat makan siang pukul 12.00–13.00 WIB
Abdullah menegaskan, timnya hanya bertugas membongkar rumah seluas sekitar 400 meter persegi.
Setelah semua puing dibersihkan, barulah kontraktor lain akan masuk untuk mengerjakan pembangunan baru.
“Kami hanya membongkar, pembangunan dilanjutkan kontraktor,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua RT 06/RW 09 Kebon Bawang, Yuridisman, menyampaikan bahwa Sahroni sudah terlebih dahulu mengantongi izin warga untuk melakukan renovasi rumah.
Klarifikasi dari Ahmad Sahroni
Di tengah sorotan publik, Ahmad Sahroni memberikan penjelasan terkait pembongkaran total rumahnya. Ia menegaskan, rumah tersebut bukan ditelantarkan, melainkan memang sengaja akan direnovasi total.
Ia mengaku sudah berencana merobohkan rumah bagian depan.
“Mau saya robohkan rumah di depan itu,” kata Sahroni.
Menurutnya, kondisi bangunan lama sudah tidak layak.
“Saya robohkan saja karena sudah tidak oke,” ujarnya.
Konsep Baru: Rumah Lebih Kuat, Garasi Lebih Rapi
Tak hanya merombak bangunan, Sahroni juga berencana menata ulang penempatan kendaraan pribadinya.
Dengan nada bercanda, ia menyebut ingin menaruh mobil di dinding.
Rencana renovasi ini bukan sekadar perbaikan kecil, tetapi mengarah ke bangunan baru yang lebih kuat dan lebih tertata.
Meski rumahnya dirobohkan, Sahroni menegaskan tidak akan pindah dari kawasan tersebut.
“Rumah ini akan saya renovasi. Bangunan baru nanti lebih kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya akan tetap tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Saya tetap di sini, dengan kondisi yang sama,” lanjutnya.
Latar Belakang: Pernah Dijarah Massa
Pada akhir Agustus 2025, rumah Ahmad Sahroni sempat dijarah massa.
Peristiwa itu muncul sebagai luapan kekecewaan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPR.
Kini, setelah insiden tersebut, rumah yang pernah menjadi sasaran amuk massa itu resmi dibongkar dan disiapkan untuk dibangun ulang dengan konsep baru.
Bagi kamu yang tertarik dengan renovasi rumah, kasus ini jadi contoh ekstrem: dari rumah dijarah, dibongkar total, hingga siap disulap menjadi bangunan baru yang lebih kokoh dan terukur.






