Sentuhan Jawa Tengah yang Langsung Curi Perhatian
Nuansa budaya Jawa Tengah begitu kuat terasa di salah satu stand pameran KKN Tematik Kelompok 22 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Gelar Karya Expo KKN di RTH Kecamatan Ungaran Barat.
Bukan sekadar stand biasa, dekorasinya dirancang dengan elemen tradisional yang hangat dan estetik, sekaligus menjadi panggung bagi produk-produk unggulan UMKM dari desa binaan mereka, Desa Branjang.
Tema “Jawa Tengah” yang Hidup Lewat Dekorasi dan Produk
Dengan mengusung tema “Jawa Tengah”, stand Kelompok 22 sukses menjadi salah satu titik yang paling mencuri perhatian pengunjung.
Di tengah dekorasi bernuansa tradisional, para pengunjung disambut dengan suguhan utama berupa aneka keripik renyah hasil produksi UMKM desa.
Produk-produk seperti:
Keripik pisang
Keripik talas
Keripik singkong
tertata rapi, tampil sebagai wajah baru ekonomi lokal Desa Branjang yang siap dikenal lebih luas.
Misi Pengabdian di Balik Konsep Dekorasi
Koordinator kegiatan, Ariel, menjelaskan bahwa pemilihan tema dan produk tidak dibuat asal-asalan.
Menurutnya, konsep ini adalah bentuk nyata misi pengabdian mereka kepada desa binaan.
Intinya, stand ini bukan hanya pajangan, tetapi jembatan promosi untuk warga desa.
Lewat Expo, mereka ingin membuka ruang agar produk UMKM Desa Branjang bisa menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum.
Pengunjung Antusias: Dari Cicip-Cicip Jadi Ikut Beli
Respons pengunjung pun sangat positif.
Banyak yang tertarik, mendekat, kemudian mencicipi langsung kerenyahan keripik khas Branjang.
Tak sedikit pula yang akhirnya membeli produk sebagai oleh-oleh, membuktikan bahwa produk lokal berkualitas mampu bersaing ketika diberi ruang untuk tampil.
Salah seorang pengunjung, Ratna, mengaku sangat terkesan dengan konsep stand tersebut.
Baginya, dekorasi dengan tema Jawa yang kuat terasa menambah daya tarik, tetapi yang paling membekas adalah cita rasa produknya.
Ia baru mengetahui bahwa di Desa Branjang ada oleh-oleh keripik yang layak diangkat sebagai produk unggulan, dan menilai konsep KKN yang langsung mempromosikan UMKM desa sebagai langkah yang sangat baik.
Dekorasi, Budaya, dan UMKM dalam Satu Frame
Gelar Karya Expo KKN ini menjadi penutup dari rangkaian program pengabdian yang dijalankan Kelompok 22.
Melalui perpaduan promosi budaya dan pemberdayaan ekonomi, stand mereka menunjukkan bahwa kegiatan KKN bisa lebih dari sekadar formalitas.
Dengan penataan dekorasi yang kuat secara konsep dan keberanian mengangkat produk lokal, mereka berhasil menghadirkan contoh bahwa sebuah stand pameran bisa menjadi sarana edukasi, promosi, sekaligus pemberdayaan yang dampaknya terasa langsung bagi desa binaan.
Inilah bukti bahwa dekorasi yang tepat, tema yang kuat, dan produk lokal yang diangkat dengan serius bisa menjadikan satu stand sederhana berubah menjadi pusat perhatian dan manfaat.






