Roblox: Dari Sekadar Game Jadi Dunia Kedua
Fenomena game online seperti Roblox seolah tidak pernah ada habisnya. Game ini bukan lagi sekadar hiburan, tapi sudah menjelma jadi ruang bermain, berkarya, sekaligus bersosialisasi.
Roblox memungkinkan penggunanya untuk bermain, berkreasi, dan berbagi pengalaman virtual yang dibuat oleh pemain lain. Di dalamnya, orang bisa saling terhubung dalam satu game, memakai fitur chat, bahkan open mic untuk ngobrol langsung.
Pelan-pelan, Roblox tidak lagi hanya dipandang sebagai game, melainkan sebagai platform interaksi sosial di dunia virtual.
8 Jam Sehari di Dunia Roblox
Salah satu pemain aktif Roblox, Cessa (24) asal Pontianak, mengaku sudah mengenal game ini sejak tahun 2021. Ia sempat berhenti, lalu kembali aktif bermain di awal 2025.
Dalam sehari, ia bisa menghabiskan hingga 8 jam bermain, biasanya dari sekitar pukul 19.00 malam sampai 03.00 dini hari.
Ia sering bermain di malam hari, dengan jam yang tidak tentu, tapi hampir selalu berakhir larut sampai dini hari, bahkan kadang tembus pukul 04.00.
Kebiasaan itu perlahan membuat pola hidupnya berubah: jarang keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar.
Nyaman di Dunia Virtual, Canggung di Dunia Nyata
Intensitas bermain yang tinggi membuat Cessa merasa kesulitan mengatur waktu dan semakin jarang berinteraksi langsung dengan orang lain.
Saat terlalu lama tidak keluar rumah, ia mengaku merasa aneh dan canggung ketika akhirnya harus bertemu orang secara langsung. Ada rasa bingung yang sulit dijelaskan ketika kembali ke suasana interaksi tatap muka.
Di sisi lain, dunia virtual justru memberinya kenyamanan. Ia merasa lebih mudah terbuka dan lebih bebas mengekspresikan diri ketika berinteraksi lewat game, tanpa harus bertemu langsung.
Interaksi virtual ini menjadi tempat pelarian sekaligus ruang aman bagi dirinya.
Teman dari Berbagai Negara, Interaksi Tanpa Batas
Meski begitu, bukan berarti semua dampaknya negatif. Melalui Roblox, Cessa justru punya banyak teman baru.
Ia berkenalan dengan pemain bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, hingga Hong Kong.
Berbekal satu game, pertemanan lintas negara terasa jauh lebih mudah. Batas jarak dan waktu seolah hilang ketika semua orang berkumpul di server yang sama.
Dari Hobi Jadi Sumber Cuan
Roblox bagi Cessa bukan cuma wadah hiburan, tapi juga peluang penghasilan.
Beberapa cara yang ia lakukan antara lain:
Menjadi joki game, misalnya di mode seperti Car Driving, untuk membantu pemain lain menyelesaikan misi atau menaikkan level dengan imbalan uang.
Melakukan siaran langsung Roblox di Tiktok, di mana penonton bisa mengirim gift yang bisa ditukar menjadi uang.
Menurutnya, ini adalah salah satu dampak positif dari kesukaannya bermain game: hobi yang tadinya cuma menghabiskan waktu kini bisa memberi pemasukan tambahan.
Mewujudkan Hal yang Sulit di Dunia Nyata
Sebelum mengenal Roblox, Cessa juga sempat memainkan beberapa game online lain seperti PUBG, Mobile Legend, hingga Hey Day.
Namun, Roblox memberinya pengalaman berbeda. Ia merasa game ini bisa menjadi sarana untuk mewujudkan hal-hal yang sulit dicapai di dunia nyata.
Dalam game, ia bisa melakukan hal-hal seperti:
Mengoleksi banyak mobil di mode seperti Car Driving.
Membangun rumah atau bangunan impian di Bloxburg, dengan desain sesuka hati.
Di dunia nyata, semua itu butuh biaya besar dan waktu panjang, tetapi di Roblox, semuanya bisa dijajal dan dinikmati dalam bentuk virtual.
Game menjadi ruang fantasi yang terasa lebih mungkin dijangkau.
Harga yang Harus Dibayar: Top Up Tak Terasa
Di balik keseruan yang ia dapatkan, ada konsekuensi finansial yang tidak kecil.
Cessa mengaku sudah menghabiskan cukup banyak uang untuk top up Robux. Meski tidak ingat angka pastinya, ia memperkirakan jumlahnya sudah mencapai jutaan rupiah.
Kebocoran saldo ini sering terjadi karena pola top up sedikit demi sedikit untuk membeli game pass atau item lainnya. Terlihat sepele, tapi kalau diakumulasi, jumlahnya bisa sangat besar.
Dari Ruang Main, Jadi Ruang “Dating” Virtual
Selain tempat bermain dan berkreasi, Roblox juga berkembang menjadi ruang sosial bagi banyak orang.
Bagi sebagian pemain, platform ini bahkan dipakai sebagai tempat kencan virtual. Ada yang memilih untuk selalu bermain bersama dalam satu game sebagai bentuk kedekatan.
Cessa sendiri mengaku tidak menggunakan Roblox untuk dating, tapi ia tahu beberapa temannya yang menjalin hubungan dengan cara seperti itu.
Di sinilah Roblox berubah fungsi: dari game biasa menjadi ruang interaksi emosional.
Dunia Game: Hiburan, Sosial, dan Realita Baru
Kini, game online seperti Roblox bukan lagi sekadar media hiburan. Ia sudah menjadi platform interaksi sosial tanpa batas ruang dan waktu.
Di satu sisi, game ini menawarkan:
Teman baru dari berbagai penjuru dunia
Ruang bebas berekspresi
Kesempatan menghasilkan uang dari hobi
Kesempatan mewujudkan imajinasi dan mimpi dalam bentuk virtual
Namun di sisi lain, ada juga risiko:
Pola hidup yang berubah jadi tidak seimbang
Rasa canggung ketika harus kembali berinteraksi secara langsung
Pengeluaran tak terasa karena top up berkali-kali
Roblox dan game online lain pada akhirnya adalah soal pilihan dan kendali diri.
Selama tahu batas, game bisa menjadi dunia kedua yang seru, kreatif, dan bahkan menguntungkan.
Begitu kontrol hilang, dunia virtual bisa pelan-pelan menggantikan kenyamanan dunia nyata tanpa disadari.






