Khitanan Massal Gratis sebagai Wajah Bakti Sosial Kesehatan
Khitanan massal gratis adalah program medis sosial yang menyediakan layanan khitan tanpa biaya bagi anak-anak dari berbagai lapisan masyarakat, dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terlatih sebagai bagian dari bakti sosial kesehatan dan upaya memperluas akses layanan kesehatan komunitas ke wilayah yang belum terjangkau fasilitas medis memadai. Di Bantaeng, kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Taqwa Tompong melalui kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, PERDOSKI Cabang Makassar, dan Pemerintah Daerah. Program ini menargetkan sedikitnya 200 anak, dengan pelaksanaan di dua titik: 100 anak di masjid dan 100 anak di RSUD Anwar Makatutu. Selain mengurangi beban biaya keluarga, khitanan massal ini menjadi sarana edukasi kesehatan, membiasakan masyarakat berinteraksi dengan tenaga medis, dan memperkenalkan pentingnya prosedur khitan yang aman sesuai standar kedokteran.

Komitmen Kelembagaan terhadap Layanan Kesehatan Komunitas
Bakti sosial khitanan massal gratis ini menegaskan komitmen fakultas kedokteran dan organisasi profesi untuk menghadirkan layanan kesehatan komunitas yang mudah diakses. Prof. Dr. dr. Anis Irawan Anwar, Sp.DVE (K), menyebut bahwa kegiatan ini sudah rutin dilakukan selama 35 tahun, hanya terhenti saat pandemi COVID-19 dan ketika berlangsung Kongres Nasional Kulit dan Kelamin di Makassar. Keberlanjutan program menunjukkan bahwa khitanan massal bukan agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerataan layanan kesehatan. Keterlibatan sekitar 25 dokter spesialis kulit dari berbagai wilayah memperkuat kualitas layanan klinis yang diterima masyarakat. Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah melalui penyediaan lokasi dan fasilitas kesehatan memperlihatkan sinergi antar lembaga dalam menjalankan program medis sosial yang responsif terhadap kebutuhan warga lokal.
Mengisi Kesenjangan Akses Kesehatan di Daerah
Pelaksanaan khitanan massal di masjid dan rumah sakit daerah menunjukkan cara praktis untuk mengisi kesenjangan akses kesehatan di tingkat lokal. Banyak keluarga yang tinggal jauh dari fasilitas medis atau memiliki keterbatasan biaya, sehingga kehadiran khitanan massal gratis menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Antusiasme warga Bantaeng yang selalu tinggi setiap tahun menandakan bahwa program medis sosial seperti ini menjawab persoalan nyata, bukan sekadar agenda simbolik. Dengan memilih masjid sebagai salah satu lokasi, penyelenggara mendekatkan layanan kesehatan ke ruang sosial yang akrab bagi warga, sehingga mengurangi hambatan psikologis dan budaya. Di sisi lain, pelaksanaan paralel di RSUD Anwar Makatutu memfasilitasi prosedur medis yang membutuhkan sarana lebih lengkap, menciptakan jembatan antara khitan tradisional dan layanan medis modern yang aman dan terstandar.
Integrasi Pendidikan Kedokteran dan Pengabdian Masyarakat
Program khitanan massal gratis ini tidak hanya fokus pada tindakan medis, tetapi juga pada integrasi pendidikan kedokteran dengan pengabdian masyarakat. Kegiatan penyuluhan tentang penggunaan kosmetik bagi ibu-ibu, edukasi kebersihan diri di pesantren, hingga penyuluhan khusus untuk petani rumput laut menunjukkan bahwa fakultas kedokteran memanfaatkan momentum bakti sosial kesehatan untuk memperluas literasi kesehatan warga. Peeling massal bagi 100 ibu-ibu PKK di RSUD Anwar Makatutu, yang dibuka langsung oleh Ibu Bupati, menambah dimensi edukatif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat kepada tenaga kesehatan. Bagi mahasiswa dan dokter muda, rangkaian layanan ini menjadi laboratorium lapangan yang menghubungkan teori dengan praktik, membentuk kepekaan sosial sekaligus melatih keterampilan klinis dalam konteks layanan kesehatan komunitas yang nyata dan beragam.


komentar