Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bedah Rumah: Gotong Royong yang Menjangkau Warga

Bedah Rumah: Gotong Royong yang Menjangkau Warga
Minat|Panduan Renovasi

Perbaikan rumah sebagai kepedulian nyata

Bedah rumah warga adalah upaya memperbaiki hunian yang tidak layak melalui bantuan tenaga, dukungan komunitas, atau program sosial agar penghuninya memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan pantas. Maknanya melampaui renovasi fisik: kegiatan ini memperlihatkan apakah organisasi mampu hadir ketika kebutuhan warga sulit dijangkau layanan formal. Dua aksi di Kota Batu dan Sumatera Selatan mengambil bentuk berbeda, tetapi sama-sama menempatkan perbaikan hunian sebagai wujud kepedulian langsung. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, DPC PDI Perjuangan Kota Batu bersama warga menggelar bakti sosial rumah untuk Juwadi, warga RT 04/RW 06, Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Sementara itu, NasDem Sumsel memasukkan rencana bedah lima rumah ke dalam rangkaian peringatan HUT ke-15. Perbandingan ini penting: aksi pertama menjadi bagian dari program rutin yang berkelanjutan, sedangkan aksi kedua hadir sebagai salah satu agenda sosial peringatan hari jadi.

Batu: program rutin mengisi celah bantuan

Kegiatan di Dusun Kungkuk bukan aksi tunggal. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, menyebut bedah rumah sebagai agenda bulanan yang bergilir di Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Rumah Juwadi menambah jumlah hunian tidak layak yang telah dibedah melalui program tersebut menjadi 12 unit. Cakupan ini memberi gambaran tentang nilai pendekatan rutin: bantuan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Alasan program ini diperlukan juga bersifat praktis. Menurut Khamim, ada rumah tidak layak huni yang tak terjangkau intervensi pemerintah karena persoalan administrasi. Ia menjelaskan bahwa bantuan partai ditujukan untuk mengisi celah tersebut. Di sinilah gotong royong punya fungsi konkret, bukan sekadar slogan: komunitas membantu warga yang berisiko tertinggal ketika persyaratan formal menghambat akses bantuan renovasi rumah. Namun, keberlanjutan dan ketepatan sasaran tetap menjadi ukuran penting bagi program semacam ini.

Sumatera Selatan: lima rumah dalam rangkaian HUT

NasDem Sumsel menyiapkan bedah lima rumah warga yang kondisinya tidak layak huni sebagai bagian dari kegiatan HUT ke-15. Berbeda dari agenda bulanan di Batu, program ini berada dalam rangkaian yang juga mencakup kunjungan ke lembaga pembinaan anak dan panti jompo, ziarah, doa lintas agama, lari bersama, serta bazar UMKM. Dengan demikian, bedah rumah menjadi satu bagian dari upaya memperluas makna peringatan partai melalui kegiatan sosial. Wakil Ketua DPW NasDem Sumsel Muhamad Yamin mengungkapkan rencana bantuan tersebut, sementara penyerahan simbolis lima rumah dijadwalkan pada puncak peringatan 11 November 2026 di kantor DPW. Rencana ini memberi sasaran yang lebih terukur, tetapi dampaknya akan bergantung pada tindak lanjut setelah seremoni. Bantuan renovasi baru benar-benar berarti bagi keluarga penerima apabila pengerjaan menjawab kondisi rumah dan kebutuhan penghuninya, bukan berhenti pada pengumuman atau penyerahan simbolis.

Bedah Rumah: Gotong Royong yang Menjangkau Warga

Dua model, ukuran keberhasilan yang sama

Kedua kegiatan memperlihatkan dua cara organisasi sosial membantu perbaikan hunian. Di Batu, kekuatan utamanya adalah kesinambungan: agenda bulanan berputar di tiga kecamatan dan telah menjangkau 12 rumah. Di Sumatera Selatan, bedah lima rumah menjadi salah satu dari beragam agenda HUT, dengan jadwal penyerahan simbolis yang telah ditetapkan. Yang satu menonjolkan pola berulang, yang lain mengikat kepedulian pada momentum peringatan. Perbedaan bentuk tidak menghapus pelajaran bersama: kerja komunitas dapat membantu warga menghadapi kebutuhan yang tidak selalu tertangani oleh program formal. Namun, jumlah rumah saja belum cukup untuk menilai keberhasilan. Transparansi penerima, mutu pengerjaan, dan pemantauan setelah renovasi semestinya menjadi bagian dari komitmen. Jika bakti sosial rumah ingin menghasilkan perubahan yang bertahan, perhatian harus berlanjut setelah kegiatan selesai. Kesimpulannya, bedah rumah paling bernilai ketika gotong royong diikuti pekerjaan tuntas dan kepedulian yang konsisten.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!