Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Band Korea Selatan Bawa Energi Baru ke Festival Musik Pestapora

Band Korea Selatan Bawa Energi Baru ke Festival Musik Pestapora
Minat|Jepang & Korea

Band Korea Selatan Mengguncang Pestapora: Momen Penting Kolaborasi Asia Timur

Band Korea Selatan Mombrimz dan Tuesday Beach Club adalah dua grup musik yang tampil di Pestapora 2026 di Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO Kemayoran, membuktikan bahwa festival musik internasional kini menjadi ruang pertemuan penting bagi skena indie Asia Timur yang sebelumnya jarang mendapat panggung sebesar ini. Kehadiran mereka menandai babak baru, ketika festival lokal yang tumbuh dari kultur gig dan konser kota mulai serius mengundang penampil lintas negara untuk berdialog lewat suara, bukan sekadar mengejar nama besar arus utama. Di tengah dominasi musisi domestik, langkah Pestapora membuka ruang bagi band luar negeri menunjukkan ambisi: menjadikan panggungnya laboratorium kolaborasi regional, bukan hanya hajatan tahunan yang berhenti di perayaan.

Momentum itu terasa jelas sejak hari pertama Pestapora 2026, yang digelar selama tiga hari pada 25–27 September dengan menghadirkan 330 penampil di 19 area pertunjukan. Angka ini bukan sekadar statistik; ia menggambarkan skala festival yang cukup besar untuk menampung arus lintas genre, lintas kota, dan kini lintas negara. Di antara deretan nama yang sudah akrab dengan penonton—dari band rock, pop, hingga penampil reunion—dua band Korea Selatan ini datang tanpa bekal popularitas masif, tetapi membawa sesuatu yang lebih relevan bagi masa depan: keberanian untuk menguji resonansi musik mereka di depan penonton baru. Di sinilah Pestapora mulai terasa seperti simpul jaringan Asia Timur, bukan lagi acara yang berputar di orbitnya sendiri.

Mombrimz: Indie Rock Alternatif yang Menyapa Penonton dengan Kehangatan

Mombrimz tampil lebih dulu di panggung Gegap Gempita pada pukul 15.45–16.30 WIB sebagai grup indie rock alternatif yang membawa nuansa berbeda di antara line-up lokal yang sudah mapan. Mereka membawakan “Gold and Rubber Band” dan “Better Than This”, dua nomor yang terasa dirancang untuk penonton yang belum mengenal mereka: melodinya ramah, ritmenya tegas, dan aransemennya cukup ringan untuk diikuti tanpa harus tahu konteks kreatif band tersebut. Menariknya, meski nama dan lagu Mombrimz masih relatif asing bagi sebagian penonton Pestapora, penampilan hangat dan komposisi yang mudah dinikmati membuat penonton tetap bisa hanyut dalam musik yang seolah menjadi bahasa universal.

Di sela penampilan, drummer Mombrimz menyapa penonton dengan ucapan terima kasih kepada Jakarta dan menyebut bahwa ini adalah kali pertama mereka tampil di negara tersebut, menyebutnya sebagai “tempat yang indah” sebagai bentuk penghargaan atas sambutan penonton. Ucapan sederhana ini penting: ini bukan konser tur stadion, melainkan debut di festival yang masih didominasi penampil lokal. Ketika sebuah band Korea Selatan datang tanpa beban superstar dan memilih berinteraksi akrab, Pestapora berubah menjadi ruang percobaan hubungan baru antara musisi Asia Timur dan penonton lokal. Dalam konteks band indie, kesempatan semacam ini jauh lebih berharga daripada sekadar angka penjualan; ini investasi emosional yang memperluas peta pendengar mereka.

Tuesday Beach Club: Indie Pop Santai, Bukti Musik Adalah Bahasa Universal

Setelah Mombrimz, giliran Tuesday Beach Club yang tampil pada pukul 17.00–17.45 WIB di panggung yang sama, membawa warna indie pop yang santai namun efektif untuk menjembatani jarak kultural. Mereka membawakan “Lobster King”, “Nowhere to Go”, “To You”, dan “Lean” sebagai paket terbaik yang mewakili karakter band: ringan, melodis, dan cenderung bernuansa beach pop yang membuat penonton betah. Lagi-lagi, meski lagu-lagu mereka belum dikenal luas, penonton tetap menikmati dan hanyut dalam musik yang dirasakan sebagai bahasa universal, melampaui batas bahasa lirik dan asal negara. Di sini, Tuesday Beach Club membuktikan bahwa band Korea Selatan di festival musik internasional tidak perlu bergantung pada gelombang K-pop untuk mendapat perhatian.

Vokalis sekaligus gitaris Kim Yedam memperkenalkan Tuesday Beach Club sebagai band Korea Selatan yang baru pertama kali datang ke negara tuan rumah dan mengaku sangat senang serta tak sabar untuk tampil. Pernyataan ini bukan basa-basi diplomatik; ia merefleksikan perubahan mentalitas musisi Asia Timur yang kini melihat festival regional sebagai arena strategis, bukan sekadar satu gig dalam tur panjang. Ketika band seperti Tuesday Beach Club mengambil risiko tampil di panggung yang belum mengenal karya mereka, mereka memberi sinyal kuat bahwa ekosistem musik Asia siap menumbuhkan hubungan horizontal: band saling menyeberang antarnegara, bukan hanya satu arus yang mengalir dari pusat industri besar ke pasar yang lebih kecil.

Dari Pestapora ke Okinawa: Starrducc dan Jaringan Festival Musik Internasional

Pestapora 2026 yang mulai membuka ruang bagi musisi internasional, termasuk band Korea Selatan, tidak berdiri sendiri; ia bagian dari tren lebih besar di Asia Timur, di mana band indie-pop lokal juga mulai bergerak keluar menuju festival musik internasional. Di luar panggung Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO, band indie-pop asal Bogor bernama Starrducc dipastikan tampil di Music Lane Festival Okinawa yang digelar pada 22–24 Januari 2027 di Koza City, Okinawa, Jepang. Festival ini adalah ajang showcase internasional dengan rangkaian acara di berbagai lokasi pertunjukan, berpusat di Koza Music Town. Dengan format seperti itu, jelas bahwa festival-festival di kawasan ini sedang dirancang sebagai simpul jaringan, bukan sekadar pesta musik yang berdiri sendiri.

Music Lane Festival Okinawa mengundang para profesional industri musik sebagai delegasi—penyelenggara festival, promotor, perwakilan label, dan agen pemesanan artis—terutama dari seluruh Asia untuk bertemu dan menjalin koneksi dengan artis peserta. Disebutkan bahwa festival ini hadir sebagai pintu gerbang baru bagi artis yang ingin menjangkau pendengar lebih luas. Dalam konteks ini, kehadiran band Korea Selatan seperti Mombrimz dan Tuesday Beach Club di Pestapora, serta Starrducc yang melangkah ke Okinawa, adalah dua sisi dari koin yang sama: skena Asia Timur mulai menyadari pentingnya lintas festival, lintas negara, dan lintas jaringan profesional. Band indie-pop lokal tak lagi puas hanya berkompetisi di panggung domestik; mereka mulai menempatkan diri di jalur yang sama dengan band Korea, Jepang, dan negara lain dalam ekosistem regional.

Keterbatasan Popularitas, Potensi Kolaborasi: Masa Depan Panggung Asia Timur

Ada satu sisi yang perlu diakui secara jujur: Mombrimz dan Tuesday Beach Club datang ke Pestapora dengan keterbatasan popularitas, nama dan lagu mereka masih relatif asing bagi sebagian penonton. Keterbatasan ini bisa dianggap sebagai kekurangan jika patokan keberhasilan festival musik internasional hanya diukur dari seberapa ramai penonton menyanyikan setiap lagu. Namun penampilan hangat dan komposisi yang mudah dinikmati membuat penonton tetap dapat menikmati dan hanyut dalam musik yang mereka bawakan, menunjukkan bahwa ketidakterkenalan bukan hambatan mutlak. Justru di ruang inilah peluang kolaborasi lahir: penonton mengalami sesuatu yang baru, musisi mendapat data langsung tentang respons audiens lintas negara.

Dalam jangka panjang, festival seperti Pestapora dan Music Lane Festival Okinawa berpotensi membentuk ekosistem di mana band Korea Selatan, band indie-pop Bogor seperti Starrducc, dan penampil dari berbagai kota Asia bisa saling menyilang jadwal dan jaringan industri. Para delegasi—dari promotor hingga agen pemesanan—didirikan di festival semacam ini untuk menangkap potensi tersebut, bukan sekadar mengisi slot tahun ini. Jika tren ini konsisten, panggung Asia Timur akan bergerak dari pola konsumsi satu arah menuju kolaborasi dua arah: band saling mengundang, festival saling menghubungkan, dan penonton mendapat kurasi lintas batas yang lebih kaya. Kesimpulannya, meski keterbatasan pengenalan nama masih terasa, kehadiran Mombrimz, Tuesday Beach Club, dan Starrducc adalah indikasi jelas bahwa masa depan festival musik internasional di kawasan ini akan ditentukan oleh keberanian melintas, bukan sekadar popularitas lokal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!