Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Black Box Battle Menguji Kreativitas 15 Koki Muda di Bogor

Black Box Battle Menguji Kreativitas 15 Koki Muda di Bogor
Minat|Estetika Memasak

Panggung bagi talenta muda

Black Box Battle adalah kompetisi kuliner yang menguji kemampuan peserta menciptakan hidangan atau minuman dari bahan yang tidak mereka ketahui sebelumnya, sembari bekerja dengan batas waktu dan standar penilaian profesional. Format itu menjadi inti Archipelago Black Box Battle Young Chef & Barista 2026, yang digelar pada 19 Oktober 2026 di Aston Bogor Hotel & Resort. Sebanyak 15 finalis—masing-masing lima dari kategori Young Chef, Young Barista, dan Young Pastry—terpilih dari lebih dari 260 peserta yang mengirimkan video audisi. Mereka mewakili berbagai wilayah, dari Jabodetabek hingga Bali. Ajang ini lebih dari lomba presentasi: ia memberi koki muda dan profesional minuman ruang untuk membuktikan bahwa kreativitas kuliner perlu ditopang teknik, persiapan, dan kemampuan beradaptasi. Dalam industri perhotelan, kualitas di piring atau gelas tak bisa dipisahkan dari disiplin kerja di baliknya.

Black Box Battle Menguji Kreativitas 15 Koki Muda di Bogor

Bahan rahasia, keputusan cepat

Di babak final, peserta mengembangkan atau membuat ulang kreasi dari audisi dengan tambahan bahan rahasia dalam kotak. Tantangan ini efektif karena tidak memberi ruang bagi kreativitas yang hanya mengandalkan tampilan: peserta harus memahami karakter bahan, menyusun alur kerja, dan menjaga mutu saat waktu terus berjalan. Finalis Young Chef mendapat 60 menit untuk membuat hidangan utama dari daun bawang, hati ayam, dan ayam muda. Young Barista memiliki 30 menit untuk meracik minuman dengan kopi, jeruk, dan nanas, sedangkan Young Pastry diberi 40 menit untuk membuat hidangan penutup dari raspberry, yogurt, pasta pistachio, dan pistachio. Juri menilai rasa, presentasi, teknik, kebersihan, pengelolaan waktu, serta cara peserta memanfaatkan bahan. Batas waktu memang menjadi tekanan nyata, tetapi justru di situlah kompetisi kuliner ini menguji kesiapan menghadapi tuntutan dapur dan layanan sesungguhnya.

Para juara dan kreasi yang menonjol

I Komang Kartana dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center meraih juara pertama Young Chef. Amirul Arief Maulana dari Aston Bojonegoro City Hotel berada di posisi kedua, disusul Hari Adi Saputro dari Harper M. T. Haryono Jakarta. Pada kategori Young Barista, Ryan Nikko dari Aston Batam Hotel & Residence menjadi juara pertama, diikuti I Putu Wira Sanjaya dari Aston Canggu Beach Resort dan Agung Lianto dari Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center. Arum Bil Mauidhotil Hasanah dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center memimpin kategori Young Pastry; Ade Galang Pratama dari Aston Malang Hotel & Conference Center meraih posisi kedua, sementara Angga Nugraha Saputra dari Aston Serang Hotel & Conference Center menempati posisi ketiga. Sorotan acara bukan hanya nama pemenang, melainkan tuntutan mengolah bahan tak biasa menjadi sajian yang tetap terukur dalam rasa dan penyajian. Para juara menerima trofi dan medali; juara pertama memperoleh Charles Brookfield Trophy, juara kedua John Flood Trophy, dan juara ketiga Favorite Winner Trophy.

Kompetisi yang mengukur kesiapan, bukan hanya bakat

Kekuatan Black Box Battle terletak pada cara kompetisi ini menyatukan kreativitas dan kebiasaan kerja profesional dalam satu ujian yang konkret. Ide menarik tidak cukup bila persiapan berantakan, kebersihan terabaikan, atau hasil akhir kehilangan keseimbangan. Karena itu, penilaian yang mencakup proses dan produk membuat kemenangan terasa lebih bermakna daripada sekadar penampilan hidangan. Bagi Archipelago, ajang ini juga menjadi wadah pengembangan talenta dari berbagai properti hotel, bukan hanya pertunjukan keterampilan sesaat. Peserta harus membuat keputusan di bawah tekanan, tetapi tetap menunjukkan kendali atas teknik dan mutu. Itulah pelajaran paling kuat dari kompetisi di Bogor: kreativitas kuliner bukan kebebasan tanpa batas, melainkan kemampuan menghasilkan sesuatu yang khas sambil menghormati bahan, waktu, dan standar kerja. Dengan 15 finalis lintas tiga bidang, acara ini memberi gambaran menjanjikan tentang generasi profesional kuliner berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!