Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pestapora Umumkan Line-up Lengkap: Festival Lintas Generasi yang Kian Matang

Pestapora Umumkan Line-up Lengkap: Festival Lintas Generasi yang Kian Matang
Minat|Penyanyi/Band Pop

Pestapora: Festival Musik 2026 yang Menyatukan Banyak Generasi

Pestapora adalah festival musik 2026 yang digelar selama tiga hari di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, menempatkan puluhan konser musisi Indonesia lintas generasi dan genre dalam satu rangkaian festival September 2026 yang padat dan terstruktur sebagai pengalaman multi-hari yang menyatukan berbagai selera penonton.

Pesan paling jelas dari pengumuman Pestapora line-up tahun ini: festival tersebut tidak lagi sekadar panggung besar, melainkan pernyataan bahwa satu arena bisa menampung nostalgia, arus utama, dan nama-nama baru sekaligus. Diselenggarakan pada 25–27 September 2026 di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo, Jakarta, festival musik tersebut memposisikan diri sebagai salah satu pusat pertemuan generasi musik yang paling serius digarap tahun ini. Perpaduan Sheila On 7, Tulus, Raisa, Dewa 19, God Bless, hingga Agak Laen bukan kombinasi acak, melainkan strategi kurasi yang ingin menunjukkan bahwa konser musisi Indonesia tidak perlu memilih antara veteran atau pendatang baru. Jika satu festival bisa menyatukan keduanya, Pestapora ingin berdiri paling depan.

Tiga Hari, Tiga Wajah: Struktur Line-up yang Disengaja

Kekuatan utama festival musik 2026 ini ada pada cara mereka menyusun tiga hari yang berbeda karakter. Hari pertama, Jumat 25 September, diisi nama seperti The Changcuters, Ari Lasso, Rizky Febian, Fiersa Besari, Danilla, David Bayu, J-Rocks, dan Kerispatih x Sammy Simorangkir. Satu hari saja sudah mempertemukan band pengisi masa remaja generasi 2000-an dengan penulis lagu yang dicintai pendengar era media sosial. Pilihan ini menegaskan bahwa panitia tidak mau mengunci hari pertama sebagai “pembuka” yang dingin; justru sejak awal, mereka menghamparkan spektrum selera. Hari kedua dan ketiga kemudian bukan sekadar lanjutan, tapi babak baru dari cerita yang sama: lintas generasi, lintas genre, dengan intensitas yang sengaja dinaikkan hari demi hari.

Sabtu, 26 September, menjadi hari paling diburu, dengan susunan yang padat: Sheila On 7, Raisa feat. Andi Rianto, Maliq & D’Essentials, Mahalini, Lesti Kejora, Pamungkas, Andmesh, hingga Erwin Gutawa Orchestra. Komposisi ini ibarat potret selera pop besar masa kini yang bertabrakan halus dengan nostalgia dan orkestra. Sementara Minggu, 27 September, memantapkan reputasi festival September 2026 ini sebagai rumah besar lintas generasi: Tulus, Syahrini, Sal Priadi, Project Pop, Dewa 19 feat. Ello, J-Rocks, Bernadya, God Bless, Armada, hingga Agak Laen muncul dalam satu rangkaian. Perbedaan komposisi tersebut membuat masing-masing hari memiliki daya tarik tersendiri, dengan kombinasi musisi solo, grup, kolaborasi, hingga format pertunjukan khusus.

Kurasi Lintas Generasi: Antara Legenda dan Bintang Baru

Pestapora 2026 bukan festival yang mengandalkan satu nama besar sebagai magnet; ia membangun kekuatan pada pertemuan generasi. Line-up tahun ini mempertemukan musisi lintas generasi dan genre, dari Sheila On 7, Tulus, Raisa, Dewa 19, hingga God Bless dan Agak Laen. Musisi senior seperti God Bless berada dalam rangkaian acara yang sama dengan nama-nama yang lebih baru seperti Bernadya dan Sal Priadi. Ini bukan sekadar variasi; ini strategi. Penyelenggara jelas sedang menegaskan bahwa konser musisi Indonesia layak dirayakan sebagai satu ekosistem, bukan blok-blok terpisah berdasarkan usia penonton. Tiga hari menjelang akhir September akan menjadi rangkaian panjang pertunjukan musik di JIExpo, dengan setiap hari membawa susunan artis dan format penampilan yang berbeda.

Salah satu ciri yang terlihat dari Pestapora 2026 adalah pertemuan nama-nama dari beberapa generasi musik Indonesia dalam satu festival. Di satu sisi ada Dewa 19 feat. Ello, Project Pop, dan God Bless; di sisi lain ada Maliq & D’Essentials, Pamungkas, Bernadya, hingga Sal Priadi. Di antara keduanya, Agak Laen dan Lesti Kejora memberi warna hiburan berbeda yang memperluas definisi panggung musik. Kurasi seperti ini menantang cara kita memandang festival: bukan lagi “hari nostalgia” versus “hari kekinian”, melainkan satu ruang besar di mana memori kolektif dan penemuan baru berjalan berdampingan.

Pengalaman Multi-hari: Antara Euforia, Jadwal Padat, dan Tiket yang Menipis

Sebagai festival musik 2026 yang berlangsung tiga hari, Pestapora menuntut penontonnya untuk lebih terencana. Festival musik tersebut akan berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dengan area festival yang digunakan selama tiga hari dan jumlah penampil yang cukup banyak, pengunjung perlu memperhatikan jadwal penampilan agar tidak melewatkan musisi yang ingin ditonton. Pasalnya, setiap hari membawa susunan penampil yang berbeda, sehingga pilihan tanggal tidak hanya berkaitan dengan waktu datang, tetapi juga musisi yang ingin disaksikan. Bagi penonton yang datang karena satu nama tertentu, salah memilih hari bisa berakhir pada kekecewaan. Di sisi lain, bagi yang memilih akses tiga hari, tantangannya adalah stamina: bagaimana membagi energi antara panggung ke panggung tanpa kehilangan momen penting.

Di balik euforia, ada sisi kurang menyenangkan yang harus diakui. Tiket harian untuk Sabtu, 26 September, telah dinyatakan sold out, sementara akses tiga hari masih tersedia sesuai ketersediaan tiket. Sejumlah kategori tiket seperti Early Bird, Hari Raya, dan Presale juga sudah habis. Artinya, kelengahan sedikit saja bisa membuat calon penonton kehilangan kesempatan menyaksikan hari kedua dengan lineup paling padat. Kondisi ini menguatkan posisi Pestapora sebagai salah satu festival besar yang harus diantisipasi jauh-jauh hari. Mereka yang ingin menikmati festival September 2026 ini secara penuh perlu mengatur ulang prioritas: siapa yang wajib ditonton, dari panggung mana, dan hari ke berapa. Tanpa strategi, tiga hari bisa berlalu hanya sebagai keramaian tanpa kenangan.

Pestapora dan Masa Depan Festival Musik: Sebuah Kesimpulan Subjektif

Pestapora line-up tahun ini memberi sinyal jelas tentang arah masa depan festival musik di sini: multi-hari, multi-genre, multi-generasi, dengan kurasi yang sengaja tidak memihak satu selera tertentu. Line-up tahun ini mempertemukan musisi lintas generasi dan genre, dari Sheila On 7, Tulus, Raisa, Dewa 19, hingga God Bless dan Agak Laen. Dalam satu akhir pekan, penonton bisa berpindah dari orkestra Erwin Gutawa ke riuh Project Pop, dari balada Mahalini ke lagu-lagu yang dibawa God Bless. Menurut saya, keberanian menempatkan nama legendaris dan kontemporer dalam level yang setara adalah kunci mengapa festival ini terasa relevan. Ia mengakui bahwa sejarah dan tren adalah dua sisi yang harus hidup berdampingan. Jika pola ini dipertahankan, Pestapora berpeluang menjadi tolok ukur festival musik 2026 yang bukan hanya ramai, tapi juga berarti bagi ingatan kolektif penontonnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!