Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pita Magnetik Kembali Relevan di Era Ledakan Data AI

Pita Magnetik Kembali Relevan di Era Ledakan Data AI
Minat|การจัดเก็บข้อมูลและเครือข่าย

Teknologi lama dengan peran baru

Penyimpanan pita magnetik adalah metode menyimpan data secara digital pada pita berlapis material magnetis, terutama untuk arsip dan kumpulan informasi berukuran besar yang tidak perlu diakses setiap saat. Di tengah dominasi HDD dan SSD, magnetic tape kembali menarik perhatian bukan karena mampu menggantikan keduanya, melainkan karena kebutuhan storage data besar menuntut pilihan yang lebih hemat untuk penyimpanan jangka panjang. Pita ini telah digunakan sejak era 1950-an hingga 1990-an, tetapi nilai utamanya tetap bertahan: kapasitas besar, biaya per terabyte yang lebih efisien, dan kebutuhan daya rendah saat data hanya disimpan. Karena itu, membandingkannya dengan SSD berdasarkan kecepatan saja akan meleset dari persoalan. Pita magnetik bukan media untuk menjalankan sistem operasi atau aplikasi harian; ia adalah lapisan arsip yang dapat membantu menahan pertumbuhan data tanpa membuat setiap berkas harus tetap berada di media berkecepatan tinggi.

AI mengubah hitungan kebutuhan penyimpanan

Kebangkitan ini punya pemicu yang jelas: AI menghasilkan dan membutuhkan data dalam jumlah besar untuk melatih model serta mendukung berbagai layanan digital. Data center dan penyedia layanan cloud ikut menyerap kapasitas penyimpanan, sementara perusahaan perlu mempertahankan kumpulan data yang tidak selalu diakses langsung. Di sinilah penyimpanan pita magnetik masuk akal sebagai cold storage: data dapat disimpan dalam jangka panjang tanpa konsumsi daya terus-menerus seperti perangkat yang selalu aktif. Manfaatnya tidak berarti setiap pengguna rumahan perlu beralih dari SSD atau HDD. Dampak praktis bagi kebanyakan orang lebih tidak langsung—perusahaan punya pilihan untuk mengarsipkan data dalam skala masif dengan pengeluaran dan kebutuhan energi yang lebih terkendali. AI membuat arsip bukan lagi urusan sampingan; ia menjadi bagian penting dari infrastruktur yang memungkinkan layanan digital berkembang.

Ekspansi Fujifilm menandai permintaan nyata

Fujifilm merencanakan investasi sebesar Rp 1 triliun untuk memperluas fasilitas pita magnetik di pabrik Kanagawa, Jepang, dan menargetkan kapasitas produksi hingga lima kali lipat dari tingkat saat ini. Ekspansi yang dijadwalkan berlangsung pada tahun fiskal 2026 hingga 2028 merupakan sinyal bahwa kebangkitan magnetic tape bukan sekadar nostalgia: produsen melihat permintaan nyata dari data center dan kebutuhan penyimpanan terkait AI. Pabrik tersebut akan berfokus pada kaset LTO-10. Satu kaset dapat menyimpan 40 TB data tanpa kompresi atau hingga 100 TB dengan kompresi, dengan kecepatan transfer 400 MB per detik. Angka kapasitas itu mengesankan, tetapi harus dibaca sesuai kegunaannya. Pita cocok bagi data yang dapat menunggu saat pemulihan, bukan bagi beban kerja yang menuntut akses instan. Investasi Fujifilm karena itu lebih tepat dipandang sebagai penguatan infrastruktur arsip, bukan tantangan langsung terhadap SSD.

Kapasitas terus tumbuh, tetapi bukan untuk semua tugas

Peta jalan LTO memperlihatkan alasan perusahaan dapat terus mengandalkan pita untuk kebutuhan jangka panjang. LTO-11 diproyeksikan hadir pada 2029 dengan kapasitas asli 70 TB per kaset; rencana generasi berikutnya mencakup 120 TB untuk LTO-12, 210 TB untuk LTO-13, dan 365 TB untuk LTO-14. Jika terealisasi, peningkatan tersebut akan membuat satu kartrid menyimpan kumpulan data yang makin besar, sehingga menarik bagi organisasi yang perlu mengarsipkan data pelatihan AI dan informasi lain dalam volume tinggi. Namun, kapasitas besar tidak menghapus kompromi akses: pita tidak menawarkan kenyamanan media yang datanya harus tersedia seketika. Pilihan yang masuk akal bukan mengadu satu teknologi dengan teknologi lain, melainkan menempatkan masing-masing pada pekerjaan yang tepat—SSD untuk akses cepat, HDD untuk penyimpanan aktif berkapasitas besar, dan pita untuk arsip yang jarang dibuka.

Kesimpulan: relevan karena efisien, bukan karena baru

Pita magnetik kembali dilirik karena ledakan AI membuat biaya dan konsumsi energi penyimpanan data skala besar sulit diabaikan. Fujifilm merespons dengan ekspansi produksi yang menargetkan kenaikan hingga lima kali lipat, sementara perkembangan LTO menjanjikan kapasitas kaset yang semakin tinggi. Itu bukan alasan untuk menganggap HDD dan SSD akan tersingkir. Pita tetap memiliki batas pada kecepatan akses dan paling cocok untuk arsip, cadangan, serta data yang jarang digunakan. Justru pembagian peran inilah yang menjadikannya penting: saat data terus menumpuk, perusahaan membutuhkan media cepat untuk pekerjaan aktif sekaligus opsi hemat untuk menyimpan sisanya. Kebangkitan magnetic tape bukan kemunduran teknologi, melainkan pengingat bahwa solusi lama dapat kembali relevan ketika kebutuhan baru menuntut skala dan efisiensi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!