Pasokan terjaga, perjalanan lebih lancar
Biosolar untuk angkutan logistik adalah bahan bakar yang menopang perjalanan truk pengangkut barang, sehingga ketersediaan dan waktu pengisian yang sesuai dapat menentukan kelancaran distribusi antardaerah. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memantau penyaluran Biosolar di Sulawesi Tengah setelah sopir truk pada rute Luwuk–Makassar mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM selama perjalanan. Tingginya aktivitas kendaraan logistik ikut meningkatkan kebutuhan di sejumlah wilayah. Karena itu, pemantauan stok dan realisasi penyaluran serta penyesuaian waktu layanan SPBU merupakan langkah yang lebih berarti daripada sekadar menambah pasokan di atas kertas. Pasokan BBM logistik yang terjaga membantu pengemudi merencanakan pengisian dan mengurangi risiko tertundanya pengiriman barang. Bagi masyarakat, distribusi yang lebih lancar juga berarti lebih sedikit gangguan pada arus barang yang bergantung pada perjalanan truk.
Waktu layanan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah
Pengaturan jam operasional SPBU di Poso dan Luwuk memberi pengemudi waktu layanan yang lebih terarah. Di beberapa SPBU Kabupaten Poso, pelayanan Biosolar dimulai pukul 19.00 WITA. Sementara itu, sejumlah SPBU di wilayah Luwuk, Kabupaten Banggai, mulai melayani pada pukul 04.00 dan 06.00 WITA. Penjadwalan ini ditujukan agar pengisian berlangsung lebih tertib, mengurangi potensi kepadatan kendaraan, dan membatasi gangguan terhadap aktivitas warga pada pagi hari. Namun, jadwal hanya akan efektif bila informasinya mudah diketahui sopir dan konsisten diterapkan. Pengemudi angkutan sebaiknya memperhatikan waktu pelayanan SPBU sebelum menempuh perjalanan, agar tidak mengandalkan asumsi bahwa semua lokasi melayani pada jam yang sama.
Penambahan pasokan perlu diikuti layanan yang andal
Penyesuaian di Poso dan Luwuk sejalan dengan langkah Pertamina memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan pasokan, peningkatan waktu operasional SPBU, serta layanan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan. Pada kondisi tertentu, penyesuaian jam juga dapat mencakup tambahan waktu kerja mobil tangki dan petugas SPBU. Langkah ini penting karena stok yang tersedia di terminal belum cukup bila pengiriman ke SPBU atau pelayanan kepada pengemudi tersendat. Ketersediaan BBM yang lebih terjamin dan layanan yang dapat diandalkan membantu truk melanjutkan perjalanan tanpa jeda pengisian yang tidak terencana. Untuk pelaku logistik, dampaknya terasa pada kepastian jadwal; bagi pengguna jalan lain, pengaturan layanan yang tertib dapat mengurangi antrean dan gangguan di sekitar SPBU.

Pemantauan dan koordinasi menjadi ujian berikutnya
Pengaturan awal perlu disertai evaluasi, sebab kebutuhan Biosolar berubah mengikuti aktivitas kendaraan dan kondisi perjalanan. Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU serta pihak terkait untuk menilai keadaan di lapangan dan mengantisipasi kendala pelayanan. Pengawasan atas stok dan realisasi penyaluran juga perlu terus mengikuti permintaan, terutama dari angkutan logistik. Masyarakat dan pelaku usaha diminta menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta memperhatikan waktu layanan. Jika terjadi kendala atau ditemukan indikasi penyalahgunaan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135. Ukuran keberhasilan kebijakan ini bukan semata tambahan pasokan, melainkan apakah sopir benar-benar dapat mengisi bahan bakar pada waktu yang tersedia dan melanjutkan pengiriman dengan lebih pasti.







