Pencegahan stunting anak dimulai dari kelas dan posyandu
Pencegahan stunting anak melalui edukasi kesehatan sekolah dan program kesehatan komunitas adalah pendekatan terpadu yang menggabungkan pengajaran gizi, stimulasi tumbuh kembang dini, serta deteksi dan intervensi dini masalah perkembangan, dengan melibatkan siswa, orang tua, kader posyandu, dan mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput. Pendekatan ini menolak pola lama yang hanya mengandalkan layanan klinis; stunting tidak bisa diselesaikan di ruang pemeriksaan, tetapi di kelas, di rumah, dan di posyandu. Karena itu, setiap kegiatan sosialisasi gizi seimbang, pelatihan kader, dan pemantauan tumbuh kembang harus dibaca sebagai investasi sosial jangka panjang, bukan sekadar agenda seremonial. Ketika anak memahami gizi sejak remaja, orang tua terlatih memantau perkembangan, dan kader memiliki keterampilan teknis yang kuat, barulah pencegahan stunting anak memiliki peluang nyata untuk berhasil.






