Flagship baru dengan harga awal 14 jutaan
Huawei Pura 90 Plus adalah ponsel flagship Huawei yang memadukan chip Kirin terbaru, kamera utama bersensor besar, layar adaptif, dan desain melengkung untuk melengkapi keluarga Pura 90. Huawei merilis perangkat ini di China pada 28 Oktober 2026 dan menjadwalkan penjualan perdana di sana pada 31 Oktober. Daya tariknya jelas, tetapi angka harga awal sekitar Rp14,82 juta yang dilaporkan untuk model ini bukan harga resmi Indonesia. Karena itu, calon pembeli sebaiknya menilai spesifikasinya tanpa menganggap perangkat sudah tersedia atau dipasarkan dengan harga tersebut di Indonesia. Kehadiran Pura 90 Plus menambah pilihan di lini flagship Huawei, dengan karakter desain yang berbeda dari model Pro dan Pro Max.
Harga Pura 90 Plus di pasar China dilaporkan mulai dari Rp14,99 juta untuk konfigurasi RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB. Pilihan 512 GB dibanderol Rp16,35 juta, sedangkan varian 1 TB tercatat Rp19,07 juta. Perbedaan antara angka harga awal yang dilaporkan dan daftar harga konfigurasi paling dasar menunjukkan pentingnya memeriksa rincian varian, bukan hanya terpaku pada klaim harga mulai. Hingga kini, informasi peluncuran dan harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan. Jadi, bagi pembeli di luar China, menunggu kepastian ketersediaan lokal lebih masuk akal daripada menjadikan konversi harga sebagai patokan belanja.
Kirin 9025 dan layar adaptif untuk pemakaian harian
Pura 90 Plus menjadi ponsel pertama yang memakai Kirin 9025 buatan Huawei. Perusahaan mengklaim kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak memberikan peningkatan performa keseluruhan 19 persen dibanding generasi sebelumnya. Klaim itu memberi gambaran ambisi Huawei, tetapi angka peningkatan dari produsen belum menggantikan pengujian independen untuk mengetahui kinerjanya dalam gim, multitugas, atau penggunaan jangka panjang.
Layarnya berupa LTPO OLED 6,8 inci dengan resolusi 2.848 × 1.276 piksel dan laju penyegaran adaptif 1–120 Hz. Laju yang turun saat tampilan statis berpotensi menghemat daya, sementara penyegaran tinggi membuat guliran dan animasi terasa lebih mulus. Spesifikasi ini menjanjikan pengalaman visual kelas atas, meski bentuk lengkung empat sisi akan lebih cocok bagi pengguna yang menyukai tampilan tersebut daripada mereka yang mengutamakan layar datar. Bodi dengan bingkai logam melengkung menjadi pembeda dari Pura 90 Pro dan Pro Max yang memakai sisi datar.
Kamera sensor 1 inci dan pengisian 100 W jadi alasan utama
Sorotan fotografi Huawei Pura 90 Plus adalah kamera sensor 1 inci beresolusi 50 MP, dengan bukaan variabel f/1.6 hingga f/4.0 dan stabilisasi optik. Sensor besar serta kendali bukaan memberi perangkat ini bekal menarik untuk berbagai kondisi pemotretan, tetapi kualitas foto nyata tetap perlu dinilai dari hasil uji, bukan ukuran sensor semata. Kamera belakang lainnya terdiri atas ultralebar 40 MP, telefoto 48 MP dengan zoom optik 4x, serta sensor tambahan untuk membantu akurasi warna. Susunan ini lebih serbaguna daripada mengandalkan kamera utama saja; telefoto khususnya berguna bagi pengguna yang kerap memotret subjek jauh.
Baterai 5.700 mAh mendukung pengisian kabel 100 W dan nirkabel 80 W, kombinasi yang mengurangi waktu menunggu saat mengisi daya. Pengguna yang sering bepergian juga mendapat fitur pesan satelit BeiDou dua arah untuk komunikasi ketika berada di area tanpa sinyal seluler. Namun, nilai fitur satelit bergantung pada kebutuhan dan dukungan layanan di tempat penggunaan. Bersama desain melengkung dan pilihan warna yang beragam, fitur-fitur ini membuat Pura 90 Plus lebih dari sekadar peningkatan chip. Tetap saja, bagi calon pembeli, kepastian harga serta peluncuran lokal dan kecocokan ekosistem perangkat lunak patut dipertimbangkan sebelum memilihnya.

Kesimpulan: tunggu kepastian pasar sebelum memutuskan
Huawei Pura 90 Plus menawarkan paket flagship yang kuat di atas kertas: Kirin 9025, kamera utama 50 MP dengan sensor 1 inci, baterai besar, pengisian kabel 100 W, dan desain bingkai logam melengkung. Bagi penggemar fotografi dan pengguna yang menghargai pengisian cepat, kombinasi itu layak diperhatikan. Namun, peluncuran dan penjualan yang diumumkan sejauh ini berlangsung di China, sementara harga dan jadwal resmi untuk Indonesia belum tersedia. Kesimpulannya, spesifikasi membuatnya menarik, tetapi keputusan membeli sebaiknya menunggu informasi pasar lokal dan pengujian performa nyata. Harga awal yang disebut sekitar 14 jutaan bukan jaminan harga jual di Indonesia.






