Perawatan rutin harus terasa bagi pengguna
Pemeliharaan berkala jalan tol adalah pemeriksaan dan perbaikan terencana untuk menjaga kondisi permukaan jalan, mendukung keselamatan, dan mempertahankan kelancaran perjalanan. Pada Oktober 2026, Hutama Karya menjalankan pekerjaan semacam ini di Tol Binjai–Langsa, Tol Pekanbaru–Dumai atau Permai, serta Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung atau Terpeka. Langkah tersebut bukan sekadar urusan teknis: kondisi jalan yang terjaga menentukan apakah waktu tempuh dan kenyamanan pengguna tetap dapat diandalkan. Perusahaan menyatakan pekerjaan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan situasi lalu lintas, agar keselamatan terjaga dan gangguan arus ditekan. Hamdani, EVP Sekretaris Perusahaan, menyebut pemeliharaan sebagai komitmen untuk memastikan ruas yang dikelola tetap dalam kondisi optimal. Ukuran keberhasilannya pada akhirnya bukan jumlah titik yang ditangani, melainkan jalan tol kenyamanan pengguna yang dirasakan tanpa mengorbankan keselamatan.
Titik kerja dan jadwal penanganan
Rincian pekerjaan menunjukkan bahwa pemeliharaan disesuaikan dengan kebutuhan tiap ruas. Di Tol Binjai–Langsa, penanganan oprit Jembatan Batang Serangan berlangsung di sekitar KM 55+100 sampai KM 55+300 dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026. Rekonstruksi perkerasan kaku di KM 62+900, Jalur A Lajur 1 dan 2, ditargetkan rampung pada akhir Oktober. Di Tol Permai, perbaikan perkerasan lentur menyasar empat titik pada Jalur A Lajur 2: KM 91+240–KM 91+625, KM 91+800–KM 92+000, KM 94+793–KM 94+826, dan KM 101+720–KM 101+740. Pekerjaan di ruas ini dijadwalkan pada 16–28 Oktober 2026. Sementara itu, Terpeka mendapat rekonstruksi perkerasan kaku di empat titik Jalur A Lajur 1, juga pada 16–28 Oktober. Pelaksanaan oleh Hakaaston memberi ruang bagi pengendalian mutu lapangan.
Exit baru dapat memperluas manfaat tol
Perbaikan jalan bukan satu-satunya peningkatan layanan. Hutama Karya juga membangun barrier gate di KM 281 dan Exit Tol Mataram Jaya di KM 274 pada ruas Terpeka. Akses baru ini ditujukan untuk memudahkan perjalanan dari dan menuju Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, sekaligus mendukung distribusi barang dan kegiatan ekonomi di sekitarnya. Inilah bagian penting dari agenda Hutama Karya infrastruktur: kualitas jalan harus berjalan seiring dengan akses yang menghubungkan jaringan tol ke kawasan yang dilayaninya. Kehadiran exit tol baru Sumsel berpotensi mengurangi hambatan akses bagi warga dan pelaku usaha, meski manfaat akhirnya bergantung pada kesiapan akses lokal dan pengelolaan lalu lintas di sekitarnya. Karena itu, proyek ini layak dinilai dari dampak nyata bagi mobilitas, bukan hanya rampungnya konstruksi. Perawatan ruas dan pembangunan akses baru saling melengkapi: satu menjaga perjalanan tetap aman, yang lain memperluas jangkauan konektivitas.






