Ekspansi EV Bukan Lagi Soal Jakarta: Kota Tier 2 Jadi Medan Tempur Baru
Ekspansi EV adalah strategi terukur dari produsen mobil listrik untuk memperluas penjualan, layanan, dan kehadiran merek melalui pembukaan dealer 3S, city store, serta partisipasi pameran otomotif, yang menyasar kota-kota di luar pusat ekonomi utama untuk membangun kepercayaan konsumen dan mengamankan pangsa pasar jangka panjang. Di pasar mobil listrik China yang masuk ke sini, pergeseran fokus dari Jakarta ke kota tier 2 seperti Medan, Semarang, dan Surabaya menandai babak baru persaingan kendaraan energi baru. iCAR dan XPENG tidak sekadar membawa produk; mereka membawa ekosistem. Keputusan ini jelas bersifat ofensif: mereka ingin mengunci pasar lokal sebelum pemain lama EV punya waktu menguatkan jaringan di luar ibukota.
iCAR: City Store Medan dan V23–V27 di Surabaya, Menggarap Basis Pengguna Baru
Langkah iCAR membuka Medan City Store menunjukkan bahwa merek ini memahami satu hal penting: di luar kota besar, kepercayaan dibangun lewat kedekatan fisik, bukan sekadar promosi digital. Outlet di Mall Centre Point menyediakan unit display, test drive, konsultasi pembelian, dan home service untuk perawatan berkala. Ini bukan sekadar showroom, melainkan pintu masuk pertama bagi warga Medan terhadap gaya desain box-shaped iCAR dan teknologi kendaraan energi baru yang masih asing bagi banyak orang. Perluasan jaringan disebut sebagai fokus utama perusahaan, dengan Medan menjadi batu loncatan ke Sumatra Utara dan kota lain berikutnya.
Di Jawa Timur, strategi iCAR lebih agresif lagi. Setelah mendapat respon positif di GIIAS Jakarta, mereka melanjutkan partisipasi ke GIIAS Surabaya yang digelar di Grand City Convex pada 26–30 Agustus di booth seluas 114 meter persegi. Di sini, iCAR memboyong dua senjata utama: iCAR V23 dan iCAR V27 sebagai representasi portofolio EV dan REEV mereka. V27 hadir sebagai SUV flagship dengan teknologi Golden Range-Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 km, mengurangi kecemasan baterai bagi pengguna baru EV. V23 menawarkan jarak tempuh hingga 430 km dengan baterai 81,76 kWh, lengkap varian RWD dan iWD yang bisa menyesuaikan tenaga roda secara real-time. Di Surabaya, iCAR V23 dijual mulai Rp399.900.000 untuk tipe X RWD, Rp449.900.000 untuk tipe Y RWD, dan Rp529.900.000 untuk tipe X iWD. Dengan kombinasi city store Medan, partisipasi GIIAS Surabaya, dan rencana dua dealer 3S di Surabaya (Jemursari dan HR Muhammad), iCAR jelas sedang memancang tiang ekosistem kendaraan energi baru sebelum kompetitor lokal terbangun penuh.

XPENG: Dealer 3S Semarang dan Lonjakan 937 SPK, Bukti Pasar Sudah Siap
Jika iCAR sibuk membangun ekosistem di Medan dan Surabaya, XPENG mengarahkan sorotan ke Semarang dan panggung GIIAS. XPENG Indonesia, di bawah Erajaya Active Lifestyle, meresmikan Experience & Service Center pertama di Semarang, berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No. 310, kawasan otomotif utama kota. Semarang dipilih bukan tanpa pertimbangan: kota ini menjadi simpul ekonomi dan pusat mobilitas Jawa Tengah, sehingga sangat logis dijadikan basis XPENG dealer Indonesia untuk menjangkau pengguna mobil listrik di koridor tengah Pulau ini.
Dealer ini langsung mengusung layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts) dalam lahan 652 meter persegi, memadukan area display, test drive, dan bengkel dengan tiga service bay serta teknisi tersertifikasi. Jajaran mobil listrik China cerdas mereka—New XPENG X9, G6 Pro, hingga G6 Pro AWD—dipajang sebagai portofolio yang menarget segmen premium dan tech-savvy. Di sisi penjualan nasional, XPENG mengantongi 937 SPK selama GIIAS yang berlangsung di ICE BSD, melonjak dari kisaran 330 unit pada GIIAS sebelumnya atau naik sekitar 184 persen. “SPK kami di GIIAS cukup signifikan. Totalnya mencapai 937 unit, dan ini luar biasa untuk kami,” ujar Vice President Marketing XPENG Indonesia, Hari Arifianto. Lonjakan ini menunjukkan satu hal: konsumen bukan sekadar penasaran dengan EV, mereka sudah siap membeli—asal ada jaringan layanan yang bisa mereka percaya.

Test Drive dan Layanan 3S: Cara iCAR dan XPENG Menghancurkan Skeptisisme EV
Baik iCAR maupun XPENG memahami bahwa hambatan utama adopsi EV bukan lagi soal harga saja, melainkan rasa aman: apakah mobil listrik ini mudah dirawat, suku cadangnya tersedia, dan bagaimana rasanya saat dikendarai harian. iCAR menjawab hal itu dengan kombinasi city store dan pameran. Di Medan City Store, mereka menyiagakan unit test drive dan home service untuk perawatan rutin di rumah konsumen. Di GIIAS Surabaya, V23 disediakan untuk test drive sehingga pengunjung bisa merasakan akselerasi instan, kenyamanan, dan kemudahan pengoperasian dalam penggunaan sehari-hari.
XPENG mengambil pendekatan serupa, tetapi lebih terstruktur dalam format dealer 3S Semarang. Mereka menggabungkan penjualan, bengkel, dan spare part dalam satu lokasi, lengkap fasilitas test drive dan teknisi tersertifikasi. Secara psikologis, kehadiran mobil listrik China dengan bengkel resmi yang jelas membuat calon pembeli merasa tidak lagi mempertaruhkan uang pada produk tanpa dukungan. Respons positif pun meluas dari Jabodetabek ke kota-kota lain seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya, seiring XPENG memperluas jaringan penjualan dan layanan. Pola yang sama terlihat di iCAR dengan rencana dua dealer 3S Surabaya dan ekspansi berkelanjutan ke berbagai kota. Intinya, kedua merek sepakat: tanpa layanan 3S dan test drive yang mudah diakses, ekspansi EV 2026 hanya akan menjadi kampanye iklan, bukan perubahan nyata di jalan raya.

Dampak ke Pasar Lokal: EV China Memaksa Persaingan Naik Kelas
Ekspansi agresif iCAR dan XPENG ke Medan, Semarang, dan Surabaya memaksa pasar lokal meninjau ulang standar layanan EV. Kota-kota tier 2, yang dulu sekadar penonton inovasi otomotif, kini menjadi medan tempur utama pangsa pasar mobil listrik. iCAR membawa portofolio kendaraan energi baru mulai EV murni hingga REEV, dengan V23 dan V27 sebagai ikon desain retro-modern dan teknologi jarak jauh. XPENG mengisi ruang premium dengan X9 dan G6 AWD yang menawarkan pengaturan torsi fleksibel antara roda depan dan belakang sebagai nilai jual performa.
Bagi merek lokal maupun pemain EV lain, pesan yang dikirim dua brand ini jelas: tidak cukup hadir di pameran Jakarta lalu mengandalkan nama besar. Mereka harus menyaingi kehadiran fisik di kota tier 2, memperkuat layanan 3S, dan menyediakan pengalaman test drive yang meyakinkan. Tanpa itu, konsumen akan dengan cepat mengasosiasikan mobil listrik dengan nama-nama China yang lebih sigap membangun ekosistem. Ke depan, siapa yang menang bukan hanya ditentukan oleh spesifikasi baterai atau desain, tetapi oleh siapa yang paling serius mendekat ke kehidupan sehari-hari pengguna di luar ibukota. Pada titik ini, iCAR dan XPENG sudah melangkah satu langkah di depan.






