Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tetap Berolahraga saat Terik: Cara Mengurangi Risiko Panas Berlebih dan Heatstroke

Tetap Berolahraga saat Terik: Cara Mengurangi Risiko Panas Berlebih dan Heatstroke
Minat|Tabir Surya

Utamakan keselamatan sebelum mulai

Olahraga cuaca panas adalah aktivitas fisik yang dilakukan saat suhu dan paparan matahari meningkatkan beban tubuh untuk mengatur suhu, sehingga waktu, intensitas, dan asupan cairan perlu disesuaikan. Menjaga rutinitas tetap penting, tetapi memaksakan jadwal atau target saat terik bukan tanda disiplin; itu risiko yang bisa dihindari.

  1. Periksa suhu dan kondisi cuaca sebelum berangkat. Jika berolahraga di luar, pilih waktu sebelum pukul 10 pagi dan hindari kondisi sangat panas atau matahari terik untuk mengurangi risiko dehidrasi dan panas berlebih.
  2. Pilih gym dalam ruangan, taman teduh, lintasan berpohon, atau tempat dengan sirkulasi udara baik. Lokasi yang lebih sejuk mengurangi paparan panas dan membantu menekan risiko dehidrasi.
  3. Biasakan tubuh pada panas secara bertahap, terutama jika biasanya beraktivitas di ruang berpendingin udara. Jangan langsung berpindah ke latihan berat di luar.
  4. Kenakan pakaian ringan, longgar, dan cepat menyerap atau mengalirkan keringat; pilih warna terang. Pakaian yang tepat membantu sirkulasi udara dan mengurangi rasa gerah.
  5. Gunakan tabir surya SPF 30 atau lebih, serta topi atau visor dan kacamata hitam untuk mengurangi paparan matahari dan silau.
Tetap Berolahraga saat Terik: Cara Mengurangi Risiko Panas Berlebih dan Heatstroke

Atur beban latihan dan strategi lari

Saat lari saat terik, jangan berangkat dengan asumsi tubuh akan mampu mempertahankan pace biasa. Panas membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mendinginkan diri; kelembapan tinggi juga memperlambat penguapan keringat, sehingga tubuh dapat tetap panas meski pakaian sudah basah. Turunkan intensitas sekitar 20–30 persen dan tahan ambisi mengejar catatan waktu. Jika cuaca terasa ekstrem, pilihan paling aman adalah memindahkan latihan ke dalam ruangan atau menundanya.

Mulai dengan pace yang terasa ringan dan evaluasi kondisi sepanjang rute. Pilih lintasan teduh yang dekat dengan tempat beristirahat, dan beri tahu orang lain rute latihan bila berlari sendirian. Jangan mengandalkan semangat untuk mengalahkan sinyal tubuh: berhenti lebih awal jauh lebih baik daripada memaksa diri hingga kehilangan kendali atas kondisi fisik.

Rencanakan hidrasi dan elektrolit

Kesalahan yang umum terjadi adalah menunggu haus untuk minum. Dalam cuaca panas, rasa haus dapat muncul setelah dehidrasi mulai terjadi, jadi hidrasi saat olahraga sebaiknya direncanakan sebelum, selama, dan setelah latihan.

  • Untuk persiapan latihan, sumber menyarankan minum 500–600 ml air sekitar empat jam sebelumnya, lalu menambah 150–250 ml menjelang aktivitas bila diperlukan. Untuk lari, panduan lain menyarankan sekitar 500 ml dua jam sebelum start dan 200–300 ml sekitar 30 menit sebelumnya. Sesuaikan kebutuhan dengan kondisi dan toleransi tubuh.
  • Saat lari, manfaatkan pos air dan minum beberapa teguk secara berkala; jangan menunggu sampai haus.
  • Untuk aktivitas lebih dari satu jam, sertakan minuman yang mengandung natrium dan kalium. Kehilangan elektrolit lewat keringat dan hanya menggantinya dengan air putih dapat mengencerkan elektrolit tubuh serta meningkatkan risiko kram.
  • Setelah selesai, minum bertahap dan lanjutkan pemulihan dengan makanan yang sesuai. Hindari menenggak banyak cairan sekaligus.

Kenali tanda bahaya dan segera bertindak

Gelombang panas dapat mendorong suhu ekstrem hingga 40°C dan meningkatkan risiko dampak kesehatan serius. Karena itu, mencegah heatstroke bukan sekadar soal membawa botol minum: kenali perubahan kondisi tubuh dan jangan meneruskan latihan ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan.

  • Hentikan latihan jika merasa pusing, kliyengan, pandangan berkunang-kunang, mual, atau ingin muntah.
  • Menggigil ketika cuaca panas, kulit dingin dan lembap, atau kulit terasa panas dan kering juga bukan gejala untuk diabaikan. Berhenti berkeringat saat tubuh masih bekerja keras merupakan tanda bahaya.
  • Segera cari tempat teduh, hentikan aktivitas, dan minta bantuan. Minum elektrolit jika masih mampu menelan dengan aman; cari bantuan medis bila kondisi tidak membaik.
  • Jangan kembali berolahraga hanya karena gejala sempat mereda. Utamakan pemulihan dan pertimbangkan pemeriksaan medis, terutama jika keluhan berat atau berulang.

Kesimpulannya, olahraga saat cuaca panas masih mungkin dilakukan, tetapi bukan dengan jadwal dan target yang sama seperti saat udara sejuk. Pilih waktu dan tempat yang lebih aman, turunkan intensitas, rencanakan cairan serta elektrolit, dan berhenti saat tubuh memberi peringatan. Konsistensi yang baik adalah latihan yang membuat Anda tetap sehat untuk bergerak lagi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!