Verdik awal: menarik di bawah Rp5 juta, tapi bukan jagoan performa
Samsung Galaxy A37 adalah ponsel kelas menengah dengan layar Super AMOLED 120Hz, kamera utama 50MP, baterai 5.000 mAh, dan chipset Exynos 1480 yang kini dijual di kisaran harga di bawah Rp5 juta untuk varian dasar, sehingga menarik sebagai opsi gaming ponsel budget yang masih menawarkan dukungan update sistem operasi jangka panjang. Dengan Samsung Galaxy A37 harga pasarnya yang turun dari awal rilis sekitar Rp6,6 juta untuk varian terendah dan Rp7,3 juta untuk varian lebih tinggi, posisinya berubah dari terasa kemahalan menjadi lebih masuk akal. Namun sebagai review, ponsel ini jelas bukan pilihan "paling kencang per rupiah". Exynos 1480 performa hariannya nyaman, tetapi untuk murni mengejar FPS dan grafis game, ada pesaing yang lebih agresif. Di sisi lain, layar, kamera 50MP, baterai, dan janji update panjang membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin ponsel awet dan nyaman dipakai bertahun-tahun, bukan hanya mengejar skor benchmark.
Kelebihan
- Layar Super AMOLED 120Hz dengan warna tajam dan kecerahan tinggi, enak untuk multimedia dan scrolling.
- Kamera utama 50MP dengan dynamic range luas dan detail tajam untuk kelas menengah.
- Baterai 5.000 mAh dengan pengisian 45W dan konsumsi daya irit saat streaming serta sosmed.
- Dukungan pembaruan utama hingga enam kali dan update keamanan enam tahun, plus One UI nyaman dipakai harian.
- Sertifikasi IP68, jarang di segmen harga ini, memberi rasa aman terhadap air dan debu.
Kekurangan
- Exynos 1480 performa gaming tidak menonjol di kelas harga, terutama jika dibandingkan pesaing fokus-performa.
- FPS gaming, terutama di Mobile Legends dan Genshin Impact, belum stabil pada angka tertinggi.
- Sensor sidik jari optik di layar kurang responsif, bisa mengganggu pemakaian cepat.
- Tidak ada slot microSD, kapasitas penyimpanan harus dipikirkan matang sejak awal.
- Perekaman video ultrawide terbatas dan perpindahan lensa saat rekam kurang mulus.
Desain, layar, dan pengalaman pakai harian
Secara desain, Galaxy A37 terasa matang: bodi datar dengan finishing glossy dan modul kamera vertikal khas Samsung yang mirip Galaxy A57 memberi tampilan rapi dan modern. Susunan port dan tombol juga standar: dua mikrofon di atas, tombol volume dan daya di kanan, sisi kiri kosong, sementara bawah diisi SIM tray dual nano-SIM, USB-C, mikrofon, dan speaker. Nilai plus besar adalah sertifikasi IP68 dengan klaim tahan air hingga 1,5 meter selama 30 menit, sesuatu yang jarang di kelas gaming ponsel budget. Layar Super AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 1.900 nits memberikan tampilan tajam, warna hidup, dan hitam pekat; cocok untuk nonton dan scroll panjang. Kekurangannya, bezel bawah terlihat lebih tebal dan tidak simetris, serta sensor sidik jari optik di bawah layar dinilai kurang responsif meski sudah didaftarkan berkali-kali. Untuk pemakaian sehari-hari seperti browsing, social media, dan multitasking ringan, pengalaman pakai terasa lancar dan menyenangkan.

Exynos 1480 untuk gaming: cukup, tapi bukan mesin FPS tinggi
Di balik bodi, Galaxy A37 mengandalkan Exynos 1480 fabrikasi 4 nm yang dipasangkan dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 3.1. Dalam pengujian sintetis, skor AnTuTu disebut berada di kisaran jutaan rendah dan dinilai belum terlalu menonjol untuk rentang harga Rp5 jutaan. Ini mengonfirmasi bahwa Exynos 1480 performa lebih condong ke keseimbangan efisiensi dan kenyamanan harian, bukan mengejar benchmark. Untuk gaming nyata, hasilnya campur aduk. Mobile Legends di set Ultra dengan Super frame rate mencatat rata-rata sekitar 85 FPS, tetapi FPS berfluktuasi dan belum konsisten menyentuh 90 FPS sepanjang permainan. PUBG Mobile di set Smooth–Extreme relatif lebih stabil di sekitar 58 FPS dan terbantu giroskop hardware untuk pemain gyro. Genshin Impact, bahkan di pengaturan paling rendah, hanya berkisar 40 FPS dan bisa drop ke belasan FPS saat banyak efek skill di layar. Artinya, ponsel ini masih bisa dipakai main, tetapi gamer yang ingin grafis tinggi dan FPS stabil mungkin akan merasa kurang puas.
| Gim & Pengaturan | Rata-rata FPS | Catatan Pengalaman |
|---|---|---|
| Mobile Legends (Ultra + Super) | ≈ 85 FPS | Fluktuatif, belum stabil di 90 FPS |
| PUBG Mobile (Smooth + Extreme) | ≈ 58 FPS | Relatif stabil, cocok main kompetitif sedang |
| Genshin Impact (Low) | ≈ 40 FPS, kadang belasan FPS | Perlu kompromi grafis, drop saat efek ramai |
Kamera 50MP dan video: kuat di foto, terbatas di ultrawide
Dari sisi kamera, Samsung membawa setup tiga kamera belakang: kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX906, ultrawide 8MP, dan makro 5MP; di depan ada kamera selfie 12MP. Dalam kamera 50MP review, hasil foto utama dinilai punya dynamic range luas, detail tajam, serta warna langit biru yang kuat namun warna lain masih terlihat alami untuk standar Samsung. Untuk pengguna yang suka foto outdoor, karakter seperti ini cukup menyenangkan karena foto sering langsung layak unggah. Video jadi area dengan catatan plus-minus. Kamera belakang dapat merekam hingga 4K 30 FPS, begitu juga kamera depan yang sanggup 4K 30 FPS. Namun, dua hal perlu dicatat: perpindahan dari kamera utama ke ultrawide saat rekam video kurang mulus, dan ultrawide tidak bisa digunakan pada perekaman 4K. Jadi untuk konten creator budget yang mengandalkan banyak switching lensa di satu klip, keterbatasan ini bisa terasa mengganggu meski kualitas video utama sudah memadai untuk kelasnya.
Baterai, One UI, dan dukungan update: nilai jual utama
Baterai 5.000 mAh dengan charging 45W menjadi salah satu alasan kuat melirik Galaxy A37. Dalam pengujian, menonton YouTube selama satu jam menghabiskan sekitar 6% baterai, scrolling TikTok sekitar 7%, dan bermain Mobile Legends satu jam mengurangi daya sekitar 15%. Pengisian dari kosong hingga penuh sekitar 1 jam 15 menit; ini cukup cepat untuk kapasitas sebesar ini, meski bukan yang tercepat di kelasnya. Secara praktis, satu hari penuh pemakaian campur ringan–sedang masih aman, terutama jika tidak maraton main game berat. Keunggulan lain yang jarang di segmen gaming ponsel budget adalah dukungan perangkat lunak. Galaxy A37 menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 dengan klaim enam kali pembaruan utama sistem operasi dan enam tahun update keamanan. Ponsel ini juga membawa fitur Galaxy AI, walau kemampuan dan kualitas edit foto generatif masih di bawah seri flagship dan kadang terlihat kasar. Kanal pengulas menyimpulkan bahwa nilai jual utama perangkat ini bukan angka performa, melainkan kombinasi kenyamanan One UI, baterai, layar, dan masa pakai panjang, sehingga sulit direkomendasikan murni dari rasio harga–performa saja.
Buy if / Skip if
- Buy the Samsung Galaxy A37 if kamu mencari ponsel harian nyaman dengan layar Super AMOLED 120Hz, baterai 5.000 mAh irit, dan dukungan update OS sampai enam generasi.
- Skip the Samsung Galaxy A37 if prioritas utama kamu adalah performa gaming paling kencang dan FPS setinggi mungkin di Genshin Impact dan judul berat lain.
- Buy the Samsung Galaxy A37 if kamu butuh kamera utama 50MP yang konsisten, warna enak dipandang, dan video 4K 30 FPS dari kamera depan maupun belakang untuk konten kasual.
- Skip the Samsung Galaxy A







