Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lebih dari 300 Musisi, Tiga Hari Penuh Pesta di Pestapora

Lebih dari 300 Musisi, Tiga Hari Penuh Pesta di Pestapora
Minat|Penyanyi/Band Pop

Pestapora: Tiga Hari, 300 Musisi, Satu Strategi Nonton

Pestapora 2026 adalah festival musik tiga hari yang digelar 25–27 September di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, menghadirkan lebih dari 300 musisi lintas genre dan generasi dengan jadwal pertunjukan yang berjalan dari sore hingga dini hari. Kalau ada satu pelajaran utama dari gelaran ini, itu adalah: datang ke festival besar tanpa rencana sama dengan siap kehilangan banyak momen penting. Dengan 21 panggung aktif dan jadwal padat dari pukul 15.00 sampai sekitar 01.00 setiap hari, Pestapora 2026 lineup bukan sekadar daftar nama; ia adalah puzzle waktu yang harus disusun pengunjung agar pengalaman menonton terasa maksimal. Festival ini menantang penonton untuk tidak sekadar “ikut ramai”, tetapi sadar memilih, mengorbankan, dan mengatur energi demi tiga hari yang benar-benar layak dikenang.

Lebih dari 300 Musisi, Tiga Hari Penuh Pesta di Pestapora

Hari Pertama: Shock Therapy Musik Lintas Skena

Jumat, 25 September, dibuka sebagai shock therapy: penonton langsung dijejali skena pop, rock, punk, sampai komedi dalam satu hari. Nama-nama seperti Ari Lasso, Danilla, Fiersa Besari, Juicy Luicy, NTRL, Pee Wee Gaskins, Reality Club, The Adams, The Changcuters, dan Tompi mengisi berbagai panggung utama. Di Pestapora Stage, Juicy Luicy sudah memanaskan sore, lalu King Nassar mengambil alih perhatian massa di primetime pukul 20.30–21.30, menjadikan slot dangdut sebagai salah satu magnet terbesar hari pertama. Kolaborasi Kerispatih x Sammy Simorangkir dan Erwin Gutawa Orchestra feat. Ardhito Pramono & Danilla menambah alasan kenapa hari pertama terasa seperti festival kecil tersendiri. Ditambah kehadiran StandUpIndo dan Podkesmas Asia Stage, jelas bahwa yang datang tanpa membaca jadwal festival musik berisiko menghabiskan waktu di satu sudut dan melewatkan keragaman yang jadi nyawa Pestapora.

Lebih dari 300 Musisi, Tiga Hari Penuh Pesta di Pestapora

Hari Kedua: Sheila On 7, Rhoma Irama, dan Benturan Massa Penonton

Sabtu, 26 September adalah hari ketika nostalgia dan energi keras saling bertabrakan. Sheila On 7 mengisi slot malam di Pestapora Stage pukul 21.00–22.45, menjadikan area itu hampir pasti penuh sesak oleh generasi yang tumbuh bersama “Sephia” dan “Dan”. Sehari itu juga panggung dihidupi oleh Rhoma Irama & Soneta, Maliq & D’Essentials, Raisa feat. Andi Rianto, Lesti Kejora, Mahalini, Barasuara, Burgerkill, Koil, Saykoji, Souljah, Jason Ranti, Happy Asmara, hingga Andmesh. Penampilan Erwin Gutawa Orchestra bersama Fourtwnty bahkan menandai momentum comeback band tersebut, membuat hari kedua terasa seperti rangkaian momen bersejarah, bukan sekadar deretan lagu. Inilah hari di mana strategi menonton paling diuji: mau mengamankan posisi di depan untuk artis Sheila On 7 atau berkeliling mengejar Barasuara dan Burgerkill? Tanpa prioritas yang jelas, penonton mudah kewalahan oleh pilihan.

Hari Ketiga: Puncak Emosi Bersama Dewa 19, Tulus, dan Syahrini

Minggu, 27 September menjadi puncak yang merangkum semua rasa: nostalgia, haru, dan euforia. Dewa 19 feat. Ello tampil di Pestapora Stage pukul 21.45–22.45, sebuah slot yang praktis memosisikan mereka sebagai penutup emosional festival. Sehari penuh diwarnai deretan nama besar lain: God Bless, Tulus, Syahrini, J-Rocks, NDX AKA, Project Pop, Sal Priadi, Salma Salsabil, Armada, Bernadya, dan Agak Laen. Syahrini hadir dalam panggung spesial comeback bersama Adrian Khalif dan New Pusat Dunia, menjadikan hari terakhir bukan hanya soal musik, tapi juga kembalinya ikon. Di saat lain, penonton bisa beralih ke Afgan dengan Erwin Gutawa Orchestra, atau berteriak bersama For Revenge feat. Tepe dan Juicy Luicy yang kembali hadir di hari ketiga. Kalau ada hari yang paling berpotensi membuat FOMO, inilah harinya, karena setiap jam membawa penampil yang layak ditonton penuh, bukan sekadar lewat.

Cara Mengatur Waktu: Dari Baca Rundown sampai Pilih Panggung Utama

Dengan 21 panggung aktif dan jadwal yang dimulai tiap hari pukul 15.00 sampai sekitar 01.00, Pestapora menuntut penonton disiplin mengatur waktu. Rundown day 1–3 yang bisa diakses jadi senjata utama: dari sini Anda bisa memetakan kapan King Nassar di Pestapora Stage, atau jam pasti Dewa 19 konser bersama Ello di hari ketiga. Strategi paling masuk akal adalah memilih dua sampai tiga panggung “basis” per hari—misalnya Pestapora Stage, Boss Stage, dan Sat Set Stage—lalu menyusun rute berjalan realistis di antara ketiganya. Jangan terpaku mengejar semua; jauh lebih bijak menentukan beberapa momen wajib seperti artis Sheila On 7 di hari kedua, Tulus di hari ketiga, dan satu sesi komedi atau podcast sebagai jeda. Tiket festival musik memberi akses ke seluruh area, tetapi hanya jadwal yang dipahami dan diprioritaskan yang akan berubah menjadi pengalaman yang berkesan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!