Siluet longgar, pilihan gaya yang makin kuat
Siluet longgar adalah potongan pakaian yang memberi ruang lebih pada tubuh, tetapi tetap membentuk proporsi melalui panjang, pinggang, atau struktur kain. Kembalinya siluet ini menandai perubahan selera anak muda: kenyamanan kini berjalan seiring dengan tampilan yang punya karakter, bukan lagi sekadar mengikuti pakaian ketat. Pada Oktober 2026, tren K-Fashion menempatkan jeans baggy bernuansa Y2K sebagai item utama, sementara baju boxy makin menggeser dominasi potongan fit dalam street style anak muda. Keduanya sama-sama menolak garis tubuh yang serba melekat, namun tidak menghasilkan kesan yang sama. Jeans baggy membangun volume dari pinggang ke kaki; baju boxy memberi bentuk tegas pada tubuh bagian atas. Perbedaan itu membuat tren ini lebih menarik daripada sekadar mode serba kebesaran: siluet longgar menawarkan beberapa cara untuk terlihat santai tanpa kehilangan arah.
Menurut laporan Son Ki-ho pada 28 Oktober 2026, pasar K-Fashion bergerak menjauh dari minimalisme menuju gaya nyaman yang lebih berkarakter, dengan celana baggy Y2K dan outerwear bergaya Boho Girl menjadi sorotan.

Jeans baggy membawa kembali energi Y2K
Jeans baggy Y2K mengandalkan kaki celana lebar dan, sering kali, pinggang tinggi. Potongan ini menjadi bagian penting dari tampilan Korean Girl Y2K di media sosial dan platform belanja daring. Efek visualnya jelas: kaki terlihat lebih jenjang, sementara garis tubuh tersamarkan. Namun daya tariknya bukan hanya soal ilusi proporsi. Celana ini mudah dipadukan dengan crop top atau kaus, sehingga bisa bergerak dari pakaian sehari-hari hingga gaya kasual untuk sekolah maupun kantor. Di sinilah jeans baggy terasa lebih fleksibel daripada nostalgia kostum semata; ia membawa rujukan Y2K ke dalam kebutuhan berpakaian harian. Unggahan Facebook pada 27 Oktober 2026 turut menyoroti perpaduan kaki lebar dan pinggang tinggi sebagai ciri yang mudah dipadankan.
Meski demikian, volume celana sudah menjadi pernyataan tersendiri. Agar tampilan tidak terasa berat, atasan yang lebih ringkas memberi kontras dan menjaga fokus pada potongan jeans. Dengan begitu, kesan longgar tetap terlihat disengaja, bukan seperti pakaian yang kebesaran.
Baju boxy menata ulang street style
Berbeda dari atasan oversized biasa, baju boxy menggabungkan bahu yang sedikit turun dengan panjang yang cenderung berhenti di sekitar pinggul. Hasilnya, badan mendapat ruang, tetapi bentuk pakaian tetap terasa rapi dan tegas. Pergeseran dari potongan fitted ke baju boxy menunjukkan bahwa street style anak muda kini lebih menyukai kenyamanan yang tetap punya struktur. Potongan ini juga tak terbatas pada kaus: kemeja boxy dapat dipakai sebagai luaran dengan kaus polos di dalamnya, sehingga lebih mudah dibawa ke suasana yang sedikit formal. Trennya disambut pemakai pria maupun wanita; pada gaya wanita, bentuknya bahkan dapat menghadirkan kesan androgini yang maskulin tanpa kehilangan daya tarik. Untuk menjaga proporsi, jangan memilih ukuran terlalu besar—kelebihan kain dapat menghapus garis kotak yang menjadi ciri utamanya.
Dibanding jeans baggy, baju boxy lebih bertumpu pada konstruksi atasan dan pilihan bahan yang menjaga bentuk. Karena itu, siluet kotaknya sebaiknya menjadi fokus, bukan ditumpuk dengan ukuran longgar berlebihan di seluruh tubuh. Potongan yang tepat membuat gaya santai terasa terkonsep tanpa perlu banyak lapisan atau aksesori.

Sama-sama longgar, tetapi konteksnya berbeda
Jeans baggy dan baju boxy bertemu pada satu gagasan: tubuh tidak harus dibungkus pakaian ketat agar penampilan terasa menarik. Namun cara kerjanya berbeda. Jeans baggy memberi volume di bagian bawah dan mudah dipasangkan dengan atasan pendek atau kaus; baju boxy membangun siluet dari bahu hingga pinggang, lalu cocok dipadukan dengan celana lurus atau kargo. Untuk acara lebih rapi, kemeja boxy juga dapat berfungsi sebagai luaran. Perbedaan ini membuat keduanya bukan pilihan yang saling menggantikan. Jeans baggy membawa nuansa Y2K yang ekspresif, sedangkan atasan boxy menawarkan struktur yang lebih terukur untuk streetwear sehari-hari. Keduanya relevan bagi anak muda yang ingin nyaman, tetapi tetap memilih kesan yang hendak dibangun.
Kesimpulannya, kebangkitan siluet longgar bukan berarti aturan proporsi hilang. Justru, perhatian berpindah dari ketat atau tidaknya pakaian ke letak volume dan bentuk yang ingin ditonjolkan. Jeans baggy memberi ruang bagi gaya nostalgia; baju boxy memberi ruang sekaligus garis yang tegas. Pilihannya bukan antara mengikuti tren atau menolaknya, melainkan menentukan bagian mana yang ingin dibuat longgar dan bagaimana menjaga keseluruhan tampilan tetap seimbang.





