Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Panduan Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Segar

Panduan Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Segar
Minat|Memilih Bahan Makanan

Mulai dari pemeriksaan sederhana

Memilih bahan makanan segar berarti memeriksa warna, tekstur, dan aroma sebelum membeli agar bahan yang dibawa pulang layak diolah. Cara ini berguna bagi siapa pun yang berbelanja di pasar dan ingin mengurangi risiko membawa pulang bahan yang sudah menurun mutunya. Perhatikan kondisi setiap bahan, bukan hanya tampilannya dari jauh. Ada satu batas penting: tanda-tanda ini membantu mengenali kesegaran, tetapi bahan dengan bau menyengat, lendir, atau perubahan warna sebaiknya tidak dipilih. Jika ragu, urungkan pembelian. Setelah sampai di rumah, segera pisahkan bahan yang perlu disimpan dan hindari membiarkan bahan mudah rusak terlalu lama pada suhu ruang.

Periksa daging sebelum membeli

Untuk ayam, cari warna cerah, bukan pucat kebiruan. Dagingnya perlu terasa padat dan kembali membal ketika ditekan; hindari yang berlendir atau berbau amis menyengat. Pada daging sapi, pilih warna merah cerah dengan lemak kekuningan yang tampak bersih. Jangan mengambil daging yang terlihat kehitaman atau berair. Periksa beberapa bagian, bukan hanya permukaan yang paling mudah terlihat, dan jangan biarkan harga atau tumpukan yang tampak menarik mengalihkan perhatian dari kondisi daging. Jika ciri-cirinya meragukan, lebih aman beralih ke pilihan lain daripada berharap bau atau teksturnya membaik setelah dimasak.

Kenali ikan dan sayuran yang masih segar

Saat memilih ikan segar, lihat matanya: ikan yang baik memiliki mata jernih dan menonjol, bukan keruh. Insang seharusnya merah segar, sisik melekat kuat, dan daging terasa kenyal saat ditekan. Tolak ikan yang aromanya amis menusuk hidung. Untuk sayuran daun seperti bayam atau kangkung, cari batang yang renyah dan daun yang tidak menguning atau berlubang karena ulat. Periksa juga bagian bawah ikatan dan sela-sela daun, sebab bagian yang tersembunyi mudah terlewat saat terburu-buru. Pilih bahan makanan segar dengan kondisi yang baik di beberapa bagian, bukan hanya yang tampak bagus pada permukaan.

Simpan dengan memperhatikan kelembapan

Begitu tiba di rumah, pisahkan cabai segar dari yang sudah busuk. Jangan mencucinya sebelum disimpan: kelembapan tambahan dapat membuat cabai lebih cepat membusuk. Letakkan cabai dalam wadah berlapis kertas atau tisu kering, lalu simpan di kulkas. Cabai di kulkas dapat bertahan sekitar 5–6 hari, sedangkan pada suhu ruang sekitar dua hari dan bisa lebih cepat busuk saat kelembapan tinggi. Untuk menyimpan sayuran lain, sumber yang tersedia tidak memberi metode khusus; karena itu, jangan menganggap cara penyimpanan cabai berlaku untuk semua jenis sayuran. Periksa bahan secara berkala dan singkirkan bagian yang mulai rusak agar tidak tercampur dengan bahan yang masih baik.

Panduan Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan Segar

Urutan belanja dan penyimpanan

  1. Amati warna, tekstur, dan aroma daging sebelum memilih; hindari ayam pucat kebiruan atau berlendir serta sapi yang kehitaman atau berair.
  2. Periksa ikan lewat mata, insang, sisik, kekenyalan daging, dan aromanya; tinggalkan ikan dengan bau amis menusuk.
  3. Pilih sayuran berbatang renyah dan berdaun tidak menguning atau berlubang.
  4. Di rumah, pisahkan cabai yang segar dari yang busuk, jangan cuci sebelum disimpan, lalu masukkan ke wadah berlapis kertas atau tisu kering di kulkas.

Urutan ini membantu menjaga pemeriksaan tetap terarah dari lapak hingga dapur. Ingat, cara penyimpanan yang disebutkan di sini khusus untuk cabai; jangan menyimpulkan bahwa semua bahan memiliki kebutuhan yang sama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!