Pura X View: Definisi Baru Flagship Layar Lebar Non-Lipat
Huawei Pura X View adalah smartphone flagship non-foldable dengan layar lebar 16:9.5, baterai 7000 mAh, kamera utama 200MP, dan chipset Kirin 9030S, yang dirancang sebagai alternatif ponsel premium layar lipat bagi pengguna yang menginginkan pengalaman multimedia luas tanpa kompromi pada ketipisan dan bobot.
Peluncuran resmi Pura X View di Cina menandai langkah agresif Huawei memasuki niche baru: ponsel layar lebar yang tidak bisa dilipat. Perangkat ini sebelumnya sudah diperkenalkan pada Agustus dalam bentuk pre-order, namun tanpa detail harga dan spesifikasi penuh, yang kini akhirnya dibuka lengkap. Kuncinya, Huawei tidak mencoba meniru ponsel lipat seperti Galaxy Z Fold 8, melainkan menawari jalur berbeda bagi mereka yang ingin panel luas tanpa engsel. Strategi ini terasa berani: bukan sekadar “versi murah” foldable, tapi definisi baru candybar premium. Pertanyaannya, apakah kombinasi layar lebar, baterai jumbo, dan sistem kamera 200MP cukup untuk menggoyang pengguna flagship tradisional—termasuk iPhone—seperti yang diharapkan Richard Yu?

Layar Lebar 16:9.5 dan Desain Ultra Tipis: Kalahkan Foldable di Kenyamanan?
Nilai jual paling unik Huawei Pura X View ada pada layar OLED 6,39 inci dengan rasio 16:9.5 yang terasa seperti memegang paspor digital. Dalam praktik, rasio ini membuat ponsel lebih lebar namun sedikit lebih pendek, sehingga area tampilan terasa lapang untuk video dan game, tetapi tetap mudah dijangkau jempol. Berkat bezel simetris 1,05 mm di semua sisi, rasio layar-ke-bodi mencapai sekitar 96% dan menjadikannya salah satu tampilan terluas di kelas non-foldable. Ditambah resolusi 2.232 x 1.320 piksel, refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 6.500 nit, dan PWM dimming 2.160Hz, panel ini jelas menyasar pengguna yang peduli kualitas visual dan kenyamanan mata.
Di sisi desain, ketebalan hanya 6,68 mm dan bobot sekitar 201 gram membuat Pura X View terasa berlawanan total dengan ponsel lipat yang cenderung tebal dan berat. Di sinilah posisi uniknya: Anda mendapatkan sensasi layar “tablet kecil” tanpa beban ekstra di saku. Bagi yang sehari-hari memakai jeans atau membawa dua ponsel, faktor ini lebih penting dari sekadar gimmick lipat. Form factor ini terlihat sangat rasional untuk pekerja mobile, gamer, dan penikmat konten yang ingin perangkat utama nyaman digunakan lama, bukan sekadar menarik saat dibuka di meja kafe.

Baterai 7.000 mAh dan Kirin 9030S: Flagship untuk Pengguna Berat
Bagi pengguna berat, Huawei Pura X View terasa seperti jawaban yang lama ditunggu: baterai silikon-anoda 7000 mAh di bodi setipis 6,68 mm adalah kombinasi yang begitu langka di kelas flagship. Kapasitas ini, digabung efisiensi Kirin 9030S dan HarmonyOS 7, secara logika memberi daya yang cukup untuk satu hari sangat intens atau dua hari pemakaian normal, bahkan dengan layar 120Hz menyala terus. Pengisian cepat 66W kabel dan 50W nirkabel, plus reverse charging kabel dan wireless, menjadikan Pura X View bukan sekadar tahan lama, tapi juga “power bank premium” untuk perangkat lain.
Di dapur pacu, Kirin 9030S dengan RAM 12GB dan opsi penyimpanan hingga 1TB menempatkan Pura X View sejajar dengan flagship lain dari sisi spesifikasi mentah. Dipadukan HarmonyOS 7, ponsel ini jelas dirancang agar multitasking di layar lebar terasa natural, terutama jika Huawei memaksimalkan fitur split-screen dan windowing sebagai “jawaban non-lipat” terhadap pengalaman multitasking ala Galaxy Z Fold 8. Sertifikasi IP68 dan IP69 plus dukungan pesan satelit BeiDou menunjukkan target Huawei: pengguna intens yang membutuhkan ponsel utama tangguh, bukan sekadar perangkat lifestyle.

Kamera 200MP, Harga Flagship, dan Tantangan ke iPhone & Foldable
Di sektor kamera, Huawei Pura X View menegaskan ambisinya untuk tidak sekadar menjadi “tablet kecil dengan SIM”. Kamera utama 200MP dengan sensor RYYB 1/1.28 inci, aperture f/1.8, dan OIS menjanjikan detail tinggi dan performa low-light kuat. Di belakangnya ada kamera telefoto periskop 50MP dengan OIS dan focal length ekuivalen 88mm, plus ultrawide makro 8MP dengan aperture f/2.2. Kamera depan 50MP dan sensor warna multispektral Red Maple untuk warna kulit membuatnya tampak diarahkan ke pengguna yang hobi memotret manusia, dari street portrait sampai selfie serius.
Secara harga, Pura X View diposisikan jelas di segmen flagship, dengan varian 12GB/256GB mulai sekitar Rp15,7–15,8 juta, naik ke Rp18,3–18,4 juta untuk 12GB/512GB, dan opsi 1TB di sekitar Rp22,2–22,4 juta. Angka ini membuatnya berhadapan langsung dengan flagship non-lipat mainstream dan sebagian foldable entry. Chairman Richard Yu bahkan menantang pengguna iPhone membeli Pura X View sebagai ponsel cadangan, yakin perangkat ini bisa berubah menjadi ponsel utama mereka setelah beberapa saat. Untuk creator konten dan pekerja mobile yang mencari layar luas, kamera serius, dan baterai masif, tawaran ini terasa masuk akal; namun bagi yang butuh ekosistem aplikasi spesifik, keputusan untuk berpindah tetap tidak sesederhana spesifikasi di atas kertas.

Alternatif Galaxy Z Fold 8? Begini Posisi Pura X View ke Depan
Huawei Pura X View jelas diposisikan sebagai alternatif non-foldable terhadap tren ponsel layar lipat seperti Galaxy Z Fold 8: ia menawarkan area tampilan lebar, multitasking potensial, dan pengalaman multimedia yang imersif tanpa risiko lipatan layar maupun bodi tebal. Bagi banyak orang, ini bisa menjadi kompromi ideal antara smartphone dan tablet, terutama ketika baterai 7000 mAh, desain 6,68 mm, dan bobot 201 gram digabung dalam satu perangkat. HarmonyOS 7 berperan sentral untuk membedakan pengalaman penggunaan, mulai dari integrasi ekosistem perangkat lain hingga fitur produktivitas di layar lebar.
Saat ini, Pura X View sudah memasuki masa pre-order dan akan mulai dijual pada 9 September pukul 10.08 waktu setempat di Cina. Huawei belum mengumumkan apakah ponsel ini akan hadir di pasar lain, sehingga minat global masih sebatas rasa penasaran. Jika ke depan Huawei bisa membuktikan kenyamanan layar lebar 16:9.5 dalam penggunaan jangka panjang, Pura X View berpeluang membuka kategori baru: flagship layar lebar non-lipat yang fungsional, bukan sekadar bentuk eksperimental. Untuk saat ini, ia adalah ponsel yang paling masuk akal bagi pengguna berat yang mendambakan kombinasi baterai 7000 mAh, kamera 200MP, dan kenyamanan bentuk candybar.







