Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Resep Peyek, Pempek, dan Bola Singkong: Jajanan Tradisional Renyah di Rumah

Resep Peyek, Pempek, dan Bola Singkong: Jajanan Tradisional Renyah di Rumah
Minat|Memasak

Kenapa Jajanan Tradisional Renyah Selalu Bikin Kangen?

Jajanan tradisional renyah adalah aneka camilan berbahan tepung, kacang, singkong, dan ikan yang digoreng hingga kering, menghasilkan tekstur garing di luar namun tetap gurih atau lembut di dalam, disajikan sebagai pelengkap makan utama maupun kudapan harian, dan dibuat dengan teknik menggoreng serta pengolahan adonan yang menjaga kerenyahan lebih lama. Jajanan seperti peyek kacang, pempek kapal selam, pempek kulit ikan seluang, dan bola singkong goreng bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi bagian dari memori rasa di rumah. Pendapat saya sederhana: kalau bisa membuat sendiri dengan tekstur renyah tahan lama, mengapa harus bergantung pada jajanan kemasan? Selain lebih hemat, kita mengontrol kualitas bahan dan rasa. Menariknya, banyak resep rumahan kini dibagikan lewat video pendek, sehingga teknik yang dulu terasa rumit jadi lebih mudah diikuti di dapur keluarga.

Resep Peyek Kacang Tanpa Santan: Tipis, Jumbo, dan Tahan Lama

Peyek kacang adalah senjata rahasia meja makan: satu toples di sudut dapur bisa mengubah nasi hangat dan sayur bening jadi hidangan yang terasa lengkap. Kuncinya, resep peyek kacang tanpa santan ini memakai 1 kilogram tepung beras dan 500 gram kacang tanah untuk menghasilkan peyek berukuran besar yang tetap tipis dan renyah. Menurut video yang dibagikan di YouTube Shorts @sintawibisono998 pada 24 Juni 2026, komposisi ini dipadukan dengan 1.200 mililiter air, telur, bawang putih, ketumbar, kunyit, garam, kaldu bubuk, penyedap, dan daun jeruk iris. Teknik menggorengnya sangat menentukan: adonan cair dituang di pinggir wajan lalu disiram minyak panas agar melebar tipis dan mudah terlepas. Pendapat saya, langkah terakhir menyimpan peyek dalam stoples kedap udara bukan pelengkap, melainkan wajib jika ingin kerenyahan bertahan berhari-hari.

  1. Campur tepung beras, air, telur, bawang putih, ketumbar, kunyit, garam, kaldu, dan penyedap hingga licin.
  2. Masukkan daun jeruk iris dan 500 gram kacang tanah, aduk sampai kacang tersebar rata.
  3. Tuang adonan di pinggir wajan berisi minyak panas, siram dengan minyak hingga peyek terlepas dan matang.
  4. Angkat, tiriskan, dinginkan, lalu simpan dalam stoples agar renyah tahan lama.

Pempek Kapal Selam dan Cerita di Balik Namanya

Pempek kapal selam selalu punya daya tarik sendiri: ukuran besar, isi telur utuh, dan sensasi digigit bersama cuko asam pedas. Namun yang membuatnya istimewa bukan hanya rasa, tetapi juga cerita di balik nama. Sebelum dikenal sebagai pempek kapal selam, ia disebut pempek telok besak, yang berarti pempek telur besar. Sebutan kapal selam mulai populer sekitar dekade 1970-an karena gerakan pempek saat direbus yang tenggelam ke dasar panci lalu mengapung lagi di permukaan, menyerupai kapal selam yang menyelam dan muncul. Menurut saya, memahami cerita ini membuat proses memasak terasa lebih hidup: kita tidak sekadar menunggu adonan matang, tetapi mengamati "kapal" kecil yang naik turun di air mendidih. Ketelitian saat membentuk kantong adonan dan menutup sambungan agar telur tidak bocor menjadi ujian kesabaran yang sepadan dengan hasilnya.

Ragam pempek khas Palembang menunjukkan betapa kreatifnya olahan ikan dan tepung sagu. Ada pempek lenjer yang memanjang, pempek adaan yang bulat dan berbumbu, pempek keriting dengan bentuk berlekuk seperti gulungan benang, pempek kulit yang memakai kulit ikan, pempek pistel berisi tumisan pepaya muda, hingga pempek panggang yang dimasak di atas bara api. Menurut saya, pempek kapal selam berada di titik tengah: cukup besar untuk terasa mewah, tetapi tetap akrab di meja keluarga. Jika ingin mulai bereksperimen, varian kapal selam dan kulit adalah dua tipe yang paling menarik karena permainan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam terasa jelas ketika digoreng sebelum disajikan bersama cuko dan potongan mentimun.

Resep Peyek, Pempek, dan Bola Singkong: Jajanan Tradisional Renyah di Rumah

Teknik Biang dan Pempek Kulit Ikan Seluang: Renyah di Luar, Lembut di Dalam

Banyak orang menyerah membuat pempek di rumah karena adonan terasa keras atau sulit dibentuk. Di sinilah teknik biang menjadi penyelamat pemula. Salah satu resep pempek kapal selam memakai biang dari campuran tepung beras, tepung terigu, air, dan minyak yang dimasak hingga mengental seperti bubur, lalu didinginkan sebelum dicampur ikan gabus giling dan tepung tapioka. Teknik penggunaan biang ini disebut sebagai alternatif bagi pemula agar adonan pempek lebih mudah dibentuk. Menurut saya, biang adalah kompromi cerdas: tekstur tetap kenyal, tetapi tangan tidak "berkelahi" dengan adonan. Setelah biang siap, barulah ditambahkan 1 kilogram ikan gabus giling, 500 mililiter air es, garam, penyedap, dan 800 gram hingga 1 kilogram tepung tapioka, lalu dibentuk kantong berisi telur dan direbus sampai matang.

Kalau punya ikan seluang di rumah, pempek kulit ikan seluang adalah cara menarik mengubah ikan sungai kecil menjadi jajanan tradisional renyah. Resep ini memakai 500 gram ikan seluang yang dihaluskan dengan 250 mililiter air es, lalu dicampur 2 butir telur, garam, penyedap, bawang putih bubuk, merica, pala, daun bawang, dan satu bungkus santan. Santan memperkaya rasa, sementara pala memberi aroma rempah yang khas. Menurut saya, kombinasi ini membuat pempek kulit terasa lebih berkarakter dibanding pempek ikan biasa. Adonan kemudian dicampur dengan tepung terigu, tepung tapioka, dan tepung serbaguna, didinginkan sebentar di kulkas agar lebih mudah dibentuk, lalu digoreng dengan minyak bersuhu sedang cenderung hangat hingga berwarna kekuningan untuk mendapatkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.

Resep Peyek, Pempek, dan Bola Singkong: Jajanan Tradisional Renyah di Rumah

Bola Singkong Goreng Roti Marie: Camilan Hemat untuk Anak

Di antara semua jajanan tradisional renyah, bola singkong goreng berbalut remahan biskuit Marie adalah contoh terbaik bahwa camilan anak tidak harus mahal atau rumit. Dalam salah satu video, singkong seharga Rp8.000 diolah bersama gula, kuning telur, tepung terigu, dan susu bubuk, lalu dibentuk memanjang, digoreng, dan dibaluri remahan biskuit Marie. Menurut saya, ini adalah ide cerdas untuk orang tua yang ingin memberi camilan manis mengenyangkan tanpa bergantung pada makanan siap saji. Teksturnya lembut di dalam dan renyah di luar, sehingga anak-anak mendapat sensasi gigitan yang menyenangkan. Bahan yang digunakan pun sangat bersahabat: 1 kilogram singkong kukus dan halus, 110 gram gula pasir, 1 kuning telur, 100 gram tepung terigu, 40 gram susu bubuk, vanili, garam, margarin, 6 keping biskuit Marie, dan minyak goreng.

  1. Kukus singkong hingga empuk, lalu haluskan sampai tidak ada bagian keras.
  2. Campur dengan gula dan kuning telur, kemudian tambahkan tepung terigu, susu bubuk, vanili, dan garam.
  3. Masukkan margarin, uleni hingga kalis, bentuk bulat atau memanjang sesuai selera.
  4. Goreng sampai matang, tiriskan, lalu gulingkan dalam remahan biskuit Marie untuk lapisan renyah.

Menurut saya, bola singkong goreng ini adalah pintu masuk ideal mengenalkan jajanan tradisional pada anak: bahan utama singkong yang mengenyangkan, rasa manis yang ramah lidah, dan taburan roti Marie yang membuat tampilannya menarik. Dibanding membeli camilan kemasan, mengajak anak ikut membentuk adonan dan menggulingkan bola dalam remahan biskuit bisa menjadi aktivitas akhir pekan yang hangat sekaligus mengajarkan bahwa makanan rumahan bisa sama menyenangkan.

Resep Peyek, Pempek, dan Bola Singkong: Jajanan Tradisional Renyah di Rumah

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!