Keunggulan Awal Tak Cukup Menyelamatkan Persija
Kekalahan Persija dari Dewa United adalah hasil pekan kedelapan Super League yang mengubah persaingan papan atas, meski belum langsung menggusur Macan Kemayoran dari puncak klasemen. Persija kalah 1-2 saat bertandang ke Banten International Stadium, Serang, pada Sabtu (31/10/2026). Hasil Persija terbaru ini terasa menyakitkan karena mereka sempat memimpin sejak menit keempat melalui Rayhan Hannan, yang menyambar bola muntah di depan gawang. Dewa United menyamakan skor pada menit ke-42 lewat Denilson, lalu membalikkan keadaan setelah Taisei Marukawa mencetak gol pada menit ke-85. Persija kalah 1-2 dari Dewa United dalam laga pekan kedelapan Super League.
Gol penentu itu menegaskan bahwa keunggulan dini bukan jaminan kendali pertandingan. Persija sempat memiliki modal untuk mengatur tempo, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga jeda dan kemudian kehilangan kestabilan. Bagi tim yang sedang memimpin liga, kekalahan seperti ini lebih dari sekadar kehilangan tiga poin: ia memberi rival langsung keyakinan bahwa jarak di puncak masih bisa dipersempit. Persija tetap punya peluang untuk merespons pada laga berikutnya, tetapi penampilan di Serang menunjukkan bahwa menjaga keunggulan dan disiplin sepanjang pertandingan sama pentingnya dengan memulai laga secara agresif.
Kartu Merah Mengubah Arah Laga dan Peta Papan Atas
Titik balik paling jelas datang pada menit ke-65, ketika Dony Tri Pamungkas menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan sepuluh pemain membuat Persija kehilangan keseimbangan, sementara Dewa United bisa memaksimalkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan tekanan. Gol Marukawa pada menit ke-85 menjadi hukuman atas situasi tersebut. Kekalahan ini memperlihatkan bagaimana satu insiden disiplin dapat mengubah rencana pertandingan, terutama ketika lawan punya waktu untuk menekan.
Dampaknya langsung terasa di klasemen Super League. Persija masih bertahan di posisi pertama dengan 18 poin, tetapi Dewa United hanya tertinggal satu angka dengan 17 poin. Di belakang mereka, Bali United dan Madura United mengoleksi 16 poin, sedangkan Persita berada di 15 poin. Jadi, posisi puncak Persija memang belum berpindah, tetapi ruang untuk membuat kesalahan semakin tipis. Salah satu laporan menekankan ancaman terhadap puncak sekaligus tekanan bagi Shin Tae-yong agar timnya tetap rendah hati; laporan lain menyoroti bahwa Persija masih memimpin, namun para pengejar semakin rapat. Keduanya menggambarkan masalah yang sama: keunggulan Persija kini rentan.
Persib Bisa Memangkas Jarak
Persaingan makin terbuka karena Persib masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Maung Bandung, yang berada di posisi keenam dengan 13 poin dari tujuh laga, dijadwalkan menghadapi Isenmulang FC pada Minggu (1/11/2026) di Stadion Si Jalak Harupat. Jika menang, Persib akan mengumpulkan 16 poin dan naik ke posisi keempat, menggeser Persita serta Madura United. Dalam skenario itu, Persib pangkas jarak dengan Persija menjadi dua poin. Peluang tersebut membuat hasil laga Persib penting bagi perebutan posisi atas, bukan hanya bagi persaingan klub-klub di sekitar peringkat empat.
Perbedaan sorotan kedua laporan memberi gambaran lebih utuh tentang konsekuensi kekalahan. Satu menempatkan hasil laga sebagai peringatan bagi Persija dan ujian bagi pelatihnya, sedangkan laporan lain merinci jalur yang dapat membawa Persib mendekat jika menang atas Isenmulang. Persib juga menjalani jadwal padat di tiga kompetisi, sehingga laga liga ini menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi. Namun peluang itu belum menjadi kenyataan sampai pertandingan dimainkan. Bagi Persija, yang harus dihadapi kini bukan hanya tekanan Dewa United, melainkan juga kemungkinan Persib ikut masuk lebih dekat ke kelompok teratas.
Kesimpulannya, kekalahan 1-2 di Serang belum menjatuhkan Persija dari puncak, tetapi telah mengubah posisi nyaman menjadi keunggulan yang harus segera dipertahankan. Dewa United hanya terpaut satu poin, sementara kemenangan Persib dapat membuat jarak mereka dengan pemuncak tinggal dua poin. Persija perlu memperbaiki disiplin dan menjaga kendali ketika unggul; jika tidak, persaingan papan atas setelah pekan kedelapan akan semakin rapat.






